JEMBER, Tugujatim.id – Krisis pasokan bahan bakar di Kabupaten Jember telah menimbulkan konsekuensi serius. Utamanya karena aktivitas tengkulak BBM yang nakal menunggangi situasi sulit ini.
Berbagai pihak yang tidak bertanggung jawab di wilayah Jember sengaja memanfaatkan kesempatan dengan menawarkan bahan bakar pada tarif yang jauh melebihi standar normal.
Situasi ini mendapat perhatian serius dari Anggota DPRD Jember Ahmad Birbik Munajil Hayat yang mendesak pemkab untuk bertindak tegas terhadap oknum tengkulak BBM yang nakal.
Baca Juga: Pedagang Nakal Oplos BBM di Jember, Bikin Kendaraan Korban Mogok
“Kami mendapat informasi dari lapangan mengenai praktik oknum yang secara sengaja menarik keuntungan berlebihan dari penjualan BBM,” katanya dalam wawancara telepon pada Rabu (30/07/2025).
Menurut dia, strategi yang diterapkan para spekulan adalah dengan mengantre berkali-kali untuk membeli BBM, kemudian menjualnya kembali dengan margin keuntungan tinggi.
“Para oknum ini membeli berulang-ulang melalui sistem antrean, lalu memasarkannya secara eceran dengan tarif yang mencapai Rp30 ribu-Rp35 ribu per liter,” jelasnya.
Tanpa intervensi yang tepat, kondisi ini berpotensi menciptakan dampak sistemik bagi warga Jember, khususnya mereka yang bergantung pada BBM untuk aktivitas ekonomi.
“Hal ini sangat merugikan, terutama bagi masyarakat yang memerlukan bahan bakar untuk aktivitas pencarian penghasilan sehingga kondisi ekonomi mereka menjadi terhambat,” tegas Gus Birbik.
Karena itu, pihaknya berharap pemerintah daerah agar mengambil langkah tegas dan melakukan pengawasan hingga tingkat grassroot agar masalah serupa dapat dicegah.
Baca Juga: Tak Terkelola, 197 Ton Limbah Sampah TPA Pakusari Terdampak Krisis BBM di Jember
Politikus dari partai berlambang pohon beringin ini juga menekankan bahwa dampak dari aktivitas spekulan yang memanfaatkan kelangkaan BBM ini pasti akan merugikan berbagai kalangan dan menghambat dinamika perekonomian.
Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Jember Muhammad Fawait mengakui bahwa permasalahan spekulan memang sulit dihindari namun tidak dapat diabaikan begitu saja.
Karena itu, dia mengatakan, pemerintah daerah telah menjalin koordinasi dengan instansi kepolisian untuk menekan aktivitas para spekulan yang sedang mengambil keuntungan dari situasi sulit ini.
“Situasi ini memerlukan pemantauan berkelanjutan setiap hari bersama pihak kepolisian, supaya praktik yang merugikan kepentingan umum dapat dihindari,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








