Tugujatim.id – Pendakian Gunung Welirang menjadi salah satu agenda favorit bagi para pecinta alam yang ingin menjajal tantangan fisik dan menikmati lanskap pegunungan beraroma belerang.
Gunung yang berada di kawasan Jawa Timur ini terkenal sebagai gunung berapi aktif dengan jalur menantang serta pemandangan yang menawan. Dengan ketinggian mencapai 3.156 mdpl, Welirang kerap didaki sebagai satu rangkaian dengan Gunung Arjuno yang letaknya berdekatan.
Menariknya, Welirang menawarkan lebih dari sekadar keindahan alam. Jalur pendakiannya menyuguhkan beragam tipe medan, dari hutan tropis, sabana, hingga jalur berbatu yang dipenuhi aroma belerang khas kawah aktif.
Dua jalur utama yang umum digunakan adalah jalur Tretes (Pasuruan) dan jalur Sumber Brantas (Batu). Masing-masing punya karakter tersendiri yang menarik untuk dijelajahi.
Daftar Jalur Pendakian Gunung Welirang dan Rutenya
Jalur Tretes (Pasuruan): Paling Populer dan Ramah Pendaki
Rute ini adalah yang paling sering digunakan karena aksesnya mudah, medan cukup jelas, dan banyak fasilitas pendukung. Jalur ini cocok untuk pendaki pemula hingga menengah, namun tetap membutuhkan stamina yang baik.
- Basecamp Tretes (±800 mdpl)
Lokasi awal pendakian yang berada di dekat kawasan wisata Tretes, Pasuruan. Letaknya strategis dan mudah dijangkau dari kota besar seperti Surabaya atau Malang. Di sekitar basecamp terdapat penginapan, warung makan, dan fasilitas registrasi. - Pos 1 – Pet Bocor (±964 mdpl)
Dengan jarak sekitar 1 km dari basecamp, pos ini bisa ditempuh dalam waktu 20–30 menit. Medannya berupa jalan makadam yang menanjak. Pet Bocor sudah memiliki fasilitas seperti warung, sumber air bersih, dan area camping kecil, menjadikannya tempat ideal untuk beristirahat sebentar. - Pos 2 – Kop-kopan (±1.400 mdpl)
Pos ini berjarak sekitar 3–4 km dari Pet Bocor dan dapat dicapai dalam waktu sekitar 1 jam. Salah satu ciri khas segmen ini adalah “Tanjakan Asu,” tanjakan panjang berbatu yang sangat menguras tenaga. Vegetasi di sini mulai rapat dan suasana makin terasa sejuk serta tenang. - Pos 3 – Pondokan (±2.388 mdpl)
Inilah pos strategis karena menjadi persimpangan menuju Gunung Arjuno dan Gunung Welirang. Jarak dari Kop-kopan sekitar 4 km, ditempuh dalam 3–4 jam. Terdapat pondok penambang, warung sederhana, dan area camp luas. Sumber air tersedia melalui saluran pipa. Jalur menuju pos ini cukup menantang, melewati hutan Lali Jiwo yang lebat dan mistis. - Taman Edelweiss / Taman Dewa (±2.952 mdpl)
Setelah Pondokan, medan berubah menjadi lebih terbuka. Jarak menuju lokasi ini sekitar 1,8 km dan membutuhkan waktu 2–3 jam. Jalur berupa sabana dan batuan. Bunga Edelweiss banyak tumbuh di kawasan ini, memberi sentuhan estetik alami menjelang akhir pendakian. - Puncak Gunung Welirang (3.156 mdpl)
Bagian terakhir menuju puncak sejauh 425 meter ini membutuhkan sekitar 45–60 menit perjalanan. Jalurnya cukup ekstrem karena melipir tebing dan melintasi punggungan berbatu. Bau belerang makin kuat terasa, udara semakin dingin, dan vegetasi semakin minim. Pendaki akan disambut oleh panorama kawah yang aktif dan lanskap menakjubkan dari ketinggian.
Jalur Sumber Brantas (Batu): Rute Lebih Singkat, Tapi Lebih Berat
Jalur ini lebih pendek daripada Tretes, namun tingkat kesulitannya lebih tinggi. Cocok bagi pendaki berpengalaman yang mencari tantangan lebih dalam pendakian Gunung Welirang.
- Basecamp Sumber Brantas
Awal pendakian dimulai dari ladang penduduk sebelum masuk ke hutan lebat. Area ini memiliki suasana sejuk khas dataran tinggi Batu. Pendaki wajib melakukan perizinan di pos setempat sebelum memulai perjalanan. - Pos 1 – Pos 2
Segmen awal bisa ditempuh dalam waktu 1,5 hingga 2 jam. Jalur awal cukup landai dengan rute melewati sungai kecil dan hutan tropis yang rindang. Suasana alam terasa sangat tenang dan alami. - Pos 3 – Daplang
Titik ini dikenali dari pohon tumbang besar yang melintang di jalur. Medan mulai menanjak dan terbuka. Tumbuhan semak mulai mendominasi, memberikan sensasi berada di tengah alam liar yang sunyi. - Pos 4 – Lembah Lengkean/Sadelan
Perjalanan dari Daplang ke Lengkean memakan waktu sekitar 1 jam. Medan di sini mulai menunjukkan tantangan sebenarnya. Vegetasi berubah menjadi padang rumput berbatu dengan gugusan cantigi. Area ini terkenal angker dan terbuka, menjadi pengingat betapa ganasnya alam di ketinggian. - Puncak via Kembar I
Setelah Lembah Lengkean, pendaki akan turun sebentar sebelum kembali naik tajam ke punggungan berbatu menuju puncak Welirang. Jalur terbuka, tanpa peneduh, dan mendekati kawah aktif. Bau belerang menusuk hidung dan jalur yang menanjak membuat segmen ini cukup berat, tapi menawarkan pemandangan dramatis.
Jalur Alternatif Pendakian Gunung Welirang
Selain dua jalur utama di atas, terdapat beberapa jalur alternatif seperti Pacet, Lawang, Cangar, Karangploso, Sumberawan, Tambaksari, dan Purwosari. Jalur-jalur ini cenderung lebih jarang digunakan karena minim fasilitas pos dan informasi rute yang kurang lengkap.
Beberapa di antaranya lebih dikenal sebagai akses menuju Gunung Arjuno, namun tetap memungkinkan untuk mencapai Welirang melalui jalur traverse.
Tips dan Catatan Tambahan Pendakian Gunung Welirang
- Persiapkan fisik secara optimal. Pendakian gunung Welirang, terutama via Sumber Brantas, memerlukan stamina prima.
- Logistik dan air sangat penting, terutama menjelang puncak karena tidak banyak titik sumber air.
- Patuhi etika pendakian dan jaga kelestarian lingkungan. Jangan mengambil Edelweiss atau meninggalkan sampah di sepanjang jalur.
Pendakian gunung Welirang bukan hanya soal menaklukkan ketinggian, tetapi juga tentang menikmati proses, menghormati alam, dan menguji batas diri. Setiap jalur membawa cerita dan tantangan unik. Dengan perencanaan matang dan semangat yang kuat, puncak Welirang pun bisa diraih dengan aman dan membekas dalam kenangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hasna Muna Mufidah (Maximize)
Editor: Dwi Lindawati








