• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Pendakian Gunung Argopuro

Berikut ini daftar jalur Pendakian Gunung Argopuro (Foto: Wikipedia Commons)

2 Jalur Pendakian Gunung Argopuro: Daftar Pos, Rute dan Karakteristik Medannya

Dwi Linda by Dwi Linda
12 months ago
in Wisata
0
Share on FacebookShare on Twitter

Tugujatim.id – Pendakian Gunung Argopuro merupakan salah satu petualangan paling menantang sekaligus mengesankan di Pulau Jawa. Gunung yang terletak di Jawa Timur ini terkenal memiliki jalur terpanjang di pulau ini, dengan total jarak tempuh mencapai sekitar 40 hingga 45 kilometer.

Pemandangan yang disuguhkan sepanjang perjalanan sangat beragam—dari hutan hujan tropis yang rimbun, padang savana terbuka, hingga danau alami di ketinggian. Semua ini menjadikan Argopuro sebagai destinasi impian bagi para pendaki berpengalaman.

You might also like

Mata Air Jawa Timur

20 Mata Air Jawa Timur Terbesar yang Menjadi Sumber Kehidupan Warga

17/07/2026 6:24 PM
Candi Penataran Blitar.

Candi Penataran Blitar, Mahakarya Majapahit yang Masih Menyimpan Misteri

17/07/2026 9:45 AM

Terdapat dua jalur utama yang sering digunakan untuk pendakian Gunung Argopuro, yaitu via Baderan di Situbondo dan Bremi (atau Bermi) di Probolinggo. Kedua rute memiliki tantangan tersendiri, mulai dari panjang jalur, ketersediaan air, hingga karakteristik medan.

Agar pendakian bisa berlangsung aman dan menyenangkan, penting untuk memahami detail setiap jalur, mulai dari titik awal, pos-pos pemberhentian, hingga karakter geografis yang akan dilalui. Berikut penjabaran lengkap mengenai kedua rute pendakian tersebut.

Daftar Rute Pendakian Gunung Argopuro dan Detail Posnya

  1. Jalur Pendakian via Baderan (Situbondo)

Rute Baderan menjadi pilihan utama bagi pendaki yang menginginkan jalur lebih ramah dan relatif landai. Jalur ini sering direkomendasikan bagi pendaki tingkat pemula hingga menengah karena memiliki banyak titik sumber air dan variasi lanskap yang memikat.

Perjalanan dimulai dari Basecamp Baderan yang berada di ketinggian sekitar 600 mdpl. Fasilitas di basecamp cukup lengkap untuk pengurusan perizinan dan logistik. Awal jalur masih berupa jalan aspal yang kemudian berubah menjadi jalan makadam, melewati kebun milik warga lokal.

Setelah berjalan sejauh ±8 kilometer, pendaki akan tiba di Pos Mata Air 1 (±1.815 mdpl) dalam waktu sekitar 5–6 jam. Sebagian jalur bahkan dapat ditempuh dengan ojek. Medan di sini cenderung landai, dengan jalur yang dikelilingi hutan lebat dan jalur makadam yang menanjak.

Dari sini, jalur berlanjut menuju Pos Mata Air 2 (±2.165 mdpl), yang berjarak sekitar 2,5 kilometer dan membutuhkan waktu 2–3 jam. Hutan semakin rapat dan gelap, namun tersedia banyak titik sumber air, sangat membantu untuk mengisi logistik.

Perjalanan selanjutnya menuju Cikasur (±2.160 mdpl) menjadi titik favorit karena berubah dari hutan lebat menjadi padang savana luas. Dulu, Cikasur pernah menjadi landasan pesawat dan habitat rusa liar. Jalur sejauh ±7,4 kilometer ini memakan waktu sekitar 5 jam. Area datar dan terbuka membuat Cikasur cocok sebagai lokasi berkemah.

Dari Cikasur, jalur menuju Cisentor (±2.250 mdpl) sepanjang 4,8 kilometer akan ditempuh dalam waktu sekitar 3 jam. Pemandangan savana kembali mendominasi, dan ada sungai kecil di sekitar pos. Shelter serta sumber air tersedia di titik ini.

Perjalanan ke Rawa Embik (±2.350 mdpl) cukup singkat, sekitar 1 jam berjalan sejauh 2,3 kilometer. Jalur berubah menjadi semak dan savana terbuka. Rawa Embik sering dijadikan titik istirahat atau tempat berkemah sebelum pendakian menuju puncak.

Menuju Pertigaan Puncak (±2.800 mdpl), medan berubah menjadi tanjakan berbatu dengan vegetasi rendah. Jalur ini berjarak hampir 4 kilometer dan dapat ditempuh dalam waktu 1 jam. Dari pertigaan ini, pendaki bisa memilih tiga puncak: Rengganis, Argopuro, atau Arca, dengan waktu tempuh sekitar 30–40 menit ke masing-masing titik.

Jika pendaki melakukan lintas jalur ke Bremi, maka akan melewati Danau Taman Hidup (±1.965 mdpl), sejauh ±2,7 kilometer dari puncak dengan waktu tempuh 4–5 jam. Jalur ini turun melewati hutan lumut yang lembap dan agak licin, menyuguhkan pemandangan danau alami serta kadang rusa liar yang melintas.

Setelahnya, pendakian dilanjutkan menuju Hutan Damar lalu ke Basecamp Bremi, sejauh ±5 kilometer. Jalur ini terus menurun, cukup tajam namun sejuk berkat pepohonan damar yang rindang.

Secara keseluruhan, medan via Baderan mencakup hutan tropis, savana terbuka (Cikasur dan Sabana Lonceng), serta jalur menanjak konstan tanpa banyak rintangan ekstrem. Titik air tersedia di hampir setiap pos, menjadikannya jalur yang ideal untuk naik dan berkemah.

  1. Jalur Pendakian via Bremi/Bermi (Probolinggo)

Rute ini kerap digunakan sebagai jalur turun dalam sistem lintas jalur. Dibandingkan Baderan, jalur Bremi memiliki medan yang lebih curam dengan tanjakan-turunan yang cukup ekstrem, sehingga lebih cocok untuk pendaki berpengalaman atau untuk descent.

Pendakian dimulai dari Basecamp Bremi, yang berada di ketinggian sekitar 900 mdpl. Perjalanan pertama menembus Hutan Damar menuju Danau Taman Hidup (±1.965 mdpl) sepanjang ±5 kilometer yang memakan waktu 4–5 jam. Jalurnya cukup licin, apalagi saat hujan, dan tanjakan tajam menjadi tantangan utama.

Selanjutnya, dari danau menuju Sabana Lonceng (±2.973 mdpl) ditempuh dalam waktu sekitar 5 jam sejauh 8 kilometer. Jalur berubah dari hutan rapat menjadi padang savana terbuka, dengan tanjakan yang terus menerus namun stabil.

Dari Sabana Lonceng, pendaki akan mencapai Puncak Argopuro, Rengganis, atau Arca dalam waktu sekitar 1 jam. Medan menuju puncak berupa punggungan dan jalur bebatuan yang terkadang diselimuti kabut. Puncak ini menyimpan sisa-sisa reruntuhan pura yang dipercaya penuh dengan aura magis dan cerita sejarah.

Jalur pendakian Gunung Argopuro via Bremi memang lebih cepat dari Baderan, namun memerlukan kesiapan fisik ekstra karena medannya lebih menanjak dan minim sumber air. Lanskap yang dilalui juga bervariasi, dimulai dari hutan damar, lalu savana luas, hingga ke kawasan puncak berbatu.

Perbandingan Jalur Pendakian Gunung Argopuro

Jalur Jarak Total Waktu Tempuh Karakter Medan Sumber Air Rekomendasi
Baderan ±40 km 4–5 hari Landai, hutan & savana Banyak Jalur naik & lintas
Bremi/Bermi ±19 km 2–3 hari Curam, savana & batu Terbatas Jalur turun/lintas

Melakukan pendakian lintas jalur, naik dari Baderan dan turun melalui Bremi, menjadi pilihan favorit karena memungkinkan menikmati berbagai lanskap secara maksimal sekaligus membagi energi lebih efisien.

Tips Penting Sebelum Pendakian Gunung Argopuro

  • Kondisi fisik harus prima, mengingat jalur yang panjang dan menuntut daya tahan tinggi.
  • Bawa logistik dan air secukupnya, terutama jika memilih rute Bremi yang minim sumber air.
  • Patuhi etika pendakian untuk menjaga keamanan pribadi dan kelestarian alam sekitar.
  • Pastikan melakukan perizinan resmi dan cek informasi terkini dari basecamp sebelum berangkat.

Dengan memahami karakter dan tantangan dari tiap jalur, pendakian Gunung Argopuro dapat menjadi pengalaman berharga dan tak terlupakan.

Jalur yang panjang dan lanskap yang terus berubah membuat gunung ini bukan hanya menantang secara fisik, tetapi juga memanjakan mata dan hati sepanjang perjalanan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Hasna Muna Mufidah (Maximize)

Editor: Dwi Lindawati

Tags: gunung argopurogunung di jawa timurpos pendakian argopurorute gunung argopuro
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Mata Air Jawa Timur

20 Mata Air Jawa Timur Terbesar yang Menjadi Sumber Kehidupan Warga

by Mochamad Abdurrochim
17/07/2026 6:24 PM
0

Tugujatim.id – Jawa Timur dikenal memiliki banyak sumber mata air yang tersebar di berbagai daerah, mulai dari kawasan pegunungan hingga...

Candi Penataran Blitar.

Candi Penataran Blitar, Mahakarya Majapahit yang Masih Menyimpan Misteri

by Dwi Linda
17/07/2026 9:45 AM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Candi Penataran Blitar merupakan situs bersejarah penting di Jawa Timur. Kompleks ini menjadi peninggalan besar dari masa...

Mikutopia Batu.

Mikutopia Batu Hadirkan Paket Pre-Wedding Unik, Berlatar Kastel Jamur dan Sunset Gunung Arjuno

by Dwi Linda
16/07/2026 2:00 PM
0

BATU, Tugujatim.id – Destinasi wisata Mikutopia di Kota Batu, Jawa Timur, menghadirkan inovasi baru yang unik bagi pasangan yang akan...

Pantai Malang Selatan

Pantai Malang Selatan yang Masih Sepi dan Pemandangannya Indah, Cocok untuk Healing saat Liburan

by Mochamad Abdurrochim
15/07/2026 4:15 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kawasan Pantai Malang Selatan selalu memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam pesisir....

Next Post
Pendakian Gunung Raung

3 Jalur Pendakian Gunung Raung: Daftar Pos dan Karakter Medan Tiap Rute

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID