MOJOKERTO, Tugujatim.id – Hujan deras disertai angin kencang beberapa hari lalu membuat sejumlah warga Mojokerto waspada. Terlebih belakangan ini musim kemarau sudah tiba. Bahkan, sejumlah daerah dikabarkan menderita kekurangan stok air bersih, seperti Kunjorowesi dan Manduro Manggung Gajah di Ngoro, dan Duyung di Trawas.
Tak hanya itu, potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) membayangi wilayah Kabupaten Mojokerto selama musim kemarau. Empat titik menjadi langganan dan rawan Karhutla di Mojokerto saat musim kemarau.
Catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, empat wilayah yang dimaksud meliputi area hutan di Gunung Penanggungan, area hutan di Gunung Arjuno atau Welirang, kawasan hutan di Pegunungan Anjasmoro, serta area hutan kayu di Dawarblandong.
“Banyak yang bilang kemarau basah. Kemarau tapi kadang turun hujan. Makanya kami ya harus waspada karena bisa saja terjadi sewaktu-waktu,” ujar salah satu warga Mojokerto, Heri Siswanto, Sabtu (23/08/2025).
Heri yang juga warga Gedeg, Mojokerto ini mengaku mulai memotongi dahan dan ranting pohon di sekitar rumahnya. Sampah-sampah yang berpeluang menjadi kubangan air juga diberesi agar tidak menjadi sarang nyamuk.
“Ada yang kami bakar, ada yang dipendam. Biar pas tiba-tiba hujan tidak ada air yang menggenang gitu, potensi jadi sarang nyamuk kalau dibiarkan begitu saja,” imbuhnya.
Warga lainnya yakni Siti Mariyati mengatakan bahwa kondisi cuaca belakangan tak bisa diprediksi. Untuk itu dia berupaya mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan mulai dari keluarganya sendiri.
“Misal mencabut selang elpiji kalau mau keluar jauh, mematikan aliran listrik, merapikan pohon-pohon. Karena pas hujan itu seringnya sama angin kencang,” bebernya.
Diketahui sebelumnya, hujan deras disertai angin kencang melanda sejumlah area di Kabupaten Mojokerto, Rabu (20/08/2025) membuat sebuah mobil Low Cost Green Car (LCGC) warna putih di area kantor Balai Latihan Kerja (BLK) di Jabon, Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto tertimpa pohon.
Mobil dengan nomor polisi S 1443 SI ini tertimpa pohon mangga berdiameter sekira 40 centimeter. Terlihat atap mobil penyok akibat tertimpa pohon tersebut.
Peristiwa pohon tumbang juga terjadi di Jln. Menanggal, Menanggal, Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Sebuah pohon Sono Kembang dengan diameter sekira 50 centimeter tumbang akibat terpaan angin kencang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Darmadi Sasongko








