Tugujatim.id – Sudah pakai skincare mahal tapi jerawat tetap bandel? Jangan-jangan masalahnya bukan pada produk yang digunakan, melainkan kebiasaan sehari-hari yang tanpa disadari pemicu munculnya jerawat.
Masalah jerawat memang kompleks dan tidak hanya bergantung pada jenis kulit atau produk perawatan. Lifestyle dan kebiasaan harian memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap kondisi kulit wajah.
Kebiasaan Bersentuhan dengan Wajah
1. Menyentuh wajah dengan tangan kotor menjadi kebiasaan nomor satu yang sering diabaikan. Kontak tangan dengan berbagai benda seperti ponsel dan keyboard menyebabkan bakteri menempel, yang selanjutnya dapat berpindah ke wajah dan memicu tersumbatnya pori-pori kulit.
2. Berbicara sambil menempel ponsel ke pipi juga sangat berbahaya. Layar ponsel yang jarang dibersihkan menjadi sarang bakteri dan minyak yang kemudian menempel pada kulit wajah.
3. Menggunakan handuk yang sama berhari-hari tanpa mencuci. Kelembapan pada handuk memungkinkan bakteri berkembang biak dengan pesat, dan bakteri ini kemudian dapat berpindah ke area wajah selama pemakaian handuk.
Kesalahan dalam Perawatan Kulit
4. Mencuci muka terlalu sering justru membuat kulit memproduksi minyak berlebihan sebagai bentuk perlindungan. Idealnya, cuci muka cukup dilakukan dua kali sehari.
5. Menggunakan produk berbeda-beda dalam waktu singkat membuat kulit stres dan mudah mengalami breakout.
6. Menggosok wajah terlalu keras saat mencuci muka atau menggunakan scrub. Gesekan berlebihan pada kulit dapat menimbulkan iritasi dan peradangan, sehingga membuat jerawat semakin parah.
7. Tidur tanpa mencuci muka membiarkan makeup, polusi, dan minyak menumpuk sepanjang malam. Penumpukan residu kotoran ini dapat menyebabkan penyumbatan pada pori-pori dan memicu timbulnya komedo atau jerawat.
Kebiasaan Hidup yang Memicu Jerawat
8. Begadang secara rutin mengganggu keseimbangan hormon dan memperlambat proses regenerasi kulit. Kurang tidur membuat tubuh memproduksi hormon stres kortisol berlebihan yang memicu munculnya jerawat.
9. Mengonsumsi makanan tinggi gula dan produk susu secara berlebihan. Berbagai penelitian menunjukkan adanya korelasi antara konsumsi gula tinggi dan produk dairy dengan peningkatan masalah jerawat.
10. Jarang mengganti sarung bantal yang menjadi tempat berkumpulnya minyak, sel kulit mati, dan bakteri. Idealnya, sarung bantal diganti setiap 2-3 hari sekali.
Kebiasaan Grooming yang Salah
11. Memencet jerawat dengan tangan atau alat yang tidak steril malah menyebarkan bakteri ke area sekitar dan dapat menyebabkan bekas luka permanen.
12. Menggunakan produk rambut yang mengandung minyak berat dan membiarkannya mengenai wajah, terutama area dahi dan pelipis. Kandungan oil atau minyak dari produk rambut dapat menghalangi pori-pori kulit wajah.
13. Tidak membersihkan makeup brush secara rutin. Kuas yang kotor menjadi sarang bakteri dan dapat menyebarkan infeksi ke seluruh wajah saat digunakan.
Faktor Lingkungan dan Aktivitas
14. Olahraga tanpa langsung mandi membiarkan keringat bercampur dengan bakteri dalam waktu lama. Tumpukan keringat kering yang tertinggal pada kulit dapat menyumbat pori-pori dan menyebabkan timbulnya masalah jerawat.
15. Memakai masker kain kotor atau menggunakan masker sekali pakai berulang kali. Fenomena “maskne” atau jerawat akibat masker menjadi masalah umum, terutama saat pandemi.
Tips Menghindari Kebiasaan Pemicu Jerawat
Ubahlah kebiasaan secara bertahap. Tidak perlu langsung mengubah semua kebiasaan sekaligus, tapi mulai dari 3-4 kebiasaan yang paling mudah diubah terlebih dahulu.
Konsistensi menjadi kunci utama dalam perubahan ini. Kulit membutuhkan waktu sekitar 4-6 minggu untuk beradaptasi dengan perubahan kebiasaan. Oleh karena itu, kesabaran dan konsistensi sangat diperlukan untuk melihat hasil yang optimal.
Dengan menghindari kebiasaan-kebiasaan pemicu ini, perawatan kulit yang sudah dijalankan akan menjadi lebih efektif dan hasil yang diinginkan pun lebih mudah tercapai. Ingat, kulit sehat bukan hanya soal produk yang digunakan, tapi juga tentang kebiasaan hidup yang sehat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Penulis: Dela Adelatul Hasanah/ Magang
Editor: Darmadi Sasongko








