JEMBER, Tugujatim.id – Geliat seni kaligrafi Islam mencuri perhatian dalam ajang MTQ ke-31 Jatim yang diselenggarakan di Kabupaten Jember. Kompetisi penulisan indah Al-Qur’an ini menghadirkan deretan seniman berbakat dari seluruh penjuru Jawa Timur.
Aktivitas yang berlangsung di GOR PKPSO Kaliwates itu menghadirkan beragam kategori yang menarik minat puluhan kontestan.
Ahmad Edy Sutrisno selaku penanggung jawab lokasi kompetisi mengungkapkan, sejak Minggu (14/09/2025) sudah dimulai dengan kategori penulisan naskah yang diikuti 43 kontestan, disusul hiasan mushaf dengan 48 partisipan.
Baca Juga: Pembukaan MTQ XXXI Jatim 2025 di Jember Pecahkan Rekor Lampaui Standar Nasional
“Hari berikutnya, kami lanjutkan dengan kategori dekorasi dan kaligrafi digital. Khusus untuk kaligrafi digital masih bersifat pameran, baru akan menjadi kategori resmi di MTQ mendatang,” jelasnya pada Rabu siang (17/09/2025).
Di hari ketiga, kategori kontemporer menarik antusiasme 54 seniman muda putra dan putri. Semua hasil karya akan dipamerkan hari berikutnya untuk bisa dinikmati masyarakat luas.
“Sistem penjuriannya mengikuti standar kompetisi pada umumnya dengan babak final,” tambah Edy.

Kualitas karya yang dihasilkan dinilai sangat tinggi mengingat seluruh peserta merupakan juara terbaik dari daerah asalnya masing-masing.
“Standar karyanya sangat baik secara keseluruhan. Namun jika melihat track record, Kabupaten Jember kerap meraih prestasi gemilang, bahkan ada yang sampai mewakili Jawa Timur ke tingkat nasional,” ungkapnya.
MTQ Jadi Wadah Mengapresiasi Seni Keislaman
Demi menjaga fokus peserta sesuai petunjuk dewan juri, panitia menerapkan pembatasan penonton di area kompetisi.
“Tribun penonton kami tutup total, hanya panitia dan kontestan yang boleh berada di area lomba,” tegas Edy.
Setiap kategori akan menghasilkan enam juara terbaik mulai dari posisi pertama hingga ketiga, plus tiga juara harapan.
Daya tarik tambahan datang dari pameran karya kaligrafi para juri MTQ yang dipasang di bagian belakang gedung olahraga. Beberapa karya bahkan sudah mendapat peminat pembeli.
“Setiap karya mencantumkan identitas pembuatnya. Siapa pun yang tertarik bisa langsung menghubungi sang seniman,” katanya.
Tingginya partisipasi dan mutu karya menjadikan cabang kaligrafi MTQ ke-31 Jatim ini lebih dari sekadar ajang kompetisi, melainkan juga wadah apresiasi seni keislaman yang semakin menegaskan reputasi Jember sebagai wilayah dengan akar tradisi Islam yang mendalam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








