Tugujatim.id – Industri film Indonesia semakin terbuka terhadap kolaborasi lintas negara, dan Korea Selatan menjadi salah satu mitra kreatif yang paling berpengaruh. Dalam beberapa tahun terakhir, sederet film Korea populer telah diadaptasi ke versi Indonesia, menghadirkan cerita yang familiar dan dibalut dengan nuansa lokal yang hangat. Berikut 10 film Remake Film Korea Selatan dan Indonesia yang tak hanya menghibur tapi juga menyatukan tawa dan budaya.
1. Bebas (2019) remake dari film Sunny (2011)
Film ini menceritakan tentang pertemuan emosional sekelompok anak sekolah menengah yang terpisah oleh waktu dan jarak. Dengan nuansa tahun 90-an, Bebas mengajak kita bernostalgia tentang keseruan masa di sekolah tawa, canda semua masalah menjadi proses yang harus di lewati oleh geng Bebas. Film yang disutradarai oleh Riri Riza merupakan film adaptasi resmi dari CJ Entertaiment. Dibintangi oleh Marsha Timothy, Maudy Ayunda, Baim Wong.
2. Sweet 20 (2017) remake dari Miss Granny (2014)
Tidak hanya Indonesia banyak negara lain yang mengadaptasi film ini karena keunikan alur cerita seorang nenek yang mendengar rencana anaknya bahwa ia akan dikirim ke panti jompo, sang nenek pun sedih mendengarnya dan masuk ke sebuah studio foto yang misterius ajaibnya setelah itu nenek berubah menjadi wanita muda mempesona dari situlah tokoh utama mulai mengejar mimpinya dan memanfaatkan waktu. Film ini dibintangi oleh Niniek L. Karim, Morgan Oey, Slamet Rahardjo, dan Lukman Sardi.
3. Miracle in Cell No.7 (2022) remake dari judul sama
Film yang dibintangi oleh Vino G. Bastian sebagai ayah dengan keterbelakangan mental yang dipenjara karena tuduhan keliru. Bersama Indro Warkop dan Graciella Abigail, berhasil mempertahankan kekuatan emosional versi aslinya. Film yang diproduksi oleh Falcon Picture sukses besar di box office dan disambut hangat oleh antusias para penonton.
4. My Sassy Girl (2022) remake dari film My Sassy Girl (2001)
Tiara Andini penyanyi dengan segudang prestasi pun akhirnya debut di layar lebar sebagai gadis galak yang mengubah hidup seorang Jefri Nichol. Versi Indonesia dikemas dengan sentuhan komedi romantis yang segar. Pesan yang disampaikan adalah cinta sejati tak selalu datang dengan cara yang manis.
5. Hello Ghost (2023) remake dari film Hello Ghost (2010)
Film yang menggabungkan komedi dan drama spiritual ini menceritakan seorang pria depresi mulai melihat empat hantu yang membantunya menemukan makna hidup. Dibintangi oleh Onadio Leonardo, Enzy Storia, Indro Warkop dan Tora Sudiro.
6. Sunyi (2019) remake dari film horor Korea Whispering Corridors
Angga Yunanda dan Amanda Rawles membintangi film horor psikologis berlatar sekolah elit. Teror supernatural menjadi metafora tekanan sosial dan bullying. Film yang diproduseri oleh Manoj Punjabi dan disutradarai oleh Awi Suryadi berhasil mengangkat isu kekerasan di lingkungan Pendidikan yang penuh teka-teki.
7. My Love From The Star (2014) remake dari My Love From The Star (2013)
Nikita Willy dan Morgan Oey membawakan kisah cinta antara alien tampan dan aktris terkenal. Adaptasi ini sempat kontroversial karena kemiripan dengan versi Korea sebelum diumumkan resmi. Serial yang tayang perdana pada 24 April 2014 menjad salah satu adaptasi Korea pertama di televisi Indonesia.
8. My Annoying Brother (2024) remake dari My Annoying Brother (2016)
Vino G. Bastian dan Angga Yunanda berperan sebagai dua saudara yang dipaksa tinggal bersama setelah salah satu kehilangan penglihatan. Chemistry dua actor ini menjadi kekuatan utama film yang menarik antusias penonton. Ada makna terdalam dari film ini bahwa keluarga adalah tampat pulang, meski hidup penuh dengan konflik kembalilah ke rumah ternyaman.
9. A Business Proposal (2025) remake dari drama Korea A Business Proposal
Diadaptasi dari webtoon dan drama Korea populer. Ariel Tatum dan Abidzar Al Ghifari terpilih membintangi kisah pegawai yang menyamar dalam kencan buta, tanpa menyadari bahwa pria yang ditemuinya adalah bosnya sendiri.
10. Panggil Aku Ayah (2025) remake dari Father
Adaptasi resmi dari CJ Entertaiment dituangkan dengan latar lokal yang kuat membawa bahasa hingga budaya Indonesia. Jangan lupa siapkan tisu yang banyak karena Visinema Studio mengusung genre drama komedi keluarga berlatar 90-an kental akan motivasi yang menyayat hati. Film yang disutradarai oleh Benni Setiawan ini dibintangi artis ternama Ringgo Agus, Zara Adisty, Boris Bokir dan Sita Nursanti.
Kolaborasi sinematik antara Korea Selatan dan Indonesia bukan hanya soal adaptasi cerita, tapi juga soal pertukaran emosi, budaya, dan harapan. Dari nostalgia hingga transformasi, 10 Remake film Korea Selatan dan Indonesia ini pasti seru dan bikin terharu cocok untuk nonton bareng keluarga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Penulis: Diandra Talifta/ Magang
Editor: Darmadi Sasongko








