Tugujatim.id – Pasangan muda usai melangsungkan pernikahan (Pengantin Baru) mulai memikirkan langkah besar berikutnya, yakni membeli rumah pertama. Karena memiliki hunian sendiri bukan hanya simbol kemandirian, tapi juga bentuk investasi masa depan.
Namun, sebelum tergiur harga murah atau promo KPR menarik, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan agar tidak salah langkah.
Berikut beberapa tips beli rumah untuk pengantin baru yang bisa jadi panduan sebelum memutuskan membeli rumah impian.
1. Tentukan Prioritas dan Budget Bersama
Langkah pertama adalah menyamakan visi dengan pasangan. Diskusikan secara terbuka mengenai kondisi keuangan masing-masing, berapa penghasilan, cicilan yang sedang berjalan, hingga berapa besar kemampuan untuk membayar uang muka (DP).
Dilansir dari situs media keuangan kemenkeu, besaran uang muka, umumnya DP yang harus dibayarkan adalah sekitar 20 persen dari harga rumah. Idealnya total hutang yaitu sebesar 43 persen dari pendapatan kotor Anda, dan cicilan rumah tidak lebih dari 28 persen. Jangan sampai besar pasak daripada tiang ya.
Sebab, banyak pasangan muda terjebak pada rumah di luar kemampuan karena tergoda tampilan atau lokasi. Padahal, yang paling penting adalah rumah sesuai kebutuhan dan tidak membebani keuangan keluarga baru.
2. Pilih Lokasi yang Strategis dan Aman
Lokasi menjadi faktor penentu kenyamanan jangka panjang. Carilah rumah yang dekat dengan akses jalan utama, transportasi umum, serta lingkungan yang aman. Jika kamu dan pasangan bekerja di kota berbeda, pilih lokasi tengah yang sama-sama mudah dijangkau.
Contohnya, bagi pasangan muda di Jawa Timur, kawasan seperti Sidoarjo, Malang, dan Jember kini banyak menawarkan perumahan baru dengan harga kompetitif serta akses mudah ke fasilitas umum.
3. Pertimbangkan Fasilitas Sekitar Rumah
Rumah yang ideal bukan hanya nyaman, tapi juga dekat dengan fasilitas publik. Pastikan lokasi rumah memiliki akses mudah ke sekolah, rumah sakit, minimarket, dan tempat ibadah. Fasilitas ini akan sangat membantu ketika keluarga mulai bertambah anggota.
Selain itu, perhatikan juga potensi nilai jual di masa depan. Rumah di area berkembang biasanya memiliki kenaikan harga yang stabil.
4. Cek Legalitas dan Kelengkapan Dokumen
Sebelum memutuskan membeli, pastikan rumah memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM), izin mendirikan bangunan (IMB atau PBG), dan status tanah yang jelas. Jangan ragu untuk menggunakan jasa notaris atau PPAT agar proses transaksi aman dan terhindar dari sengketa.
Jika rumah masih inden atau baru dibangun, minta pengembang menunjukkan bukti legalitas tanah serta izin proyek dari pemerintah setempat.
5. Hitung Biaya Tambahan di Luar Harga Rumah
Harga rumah bukan satu-satunya biaya yang harus disiapkan. Ada juga biaya tambahan seperti notaris, balik nama, pajak, hingga renovasi kecil setelah ditempati. Banyak pengantin baru yang lupa menghitung biaya ini sehingga keuangan menjadi keteteran di awal pernikahan.
Buat daftar pengeluaran secara rinci agar anggaran tetap aman meski sudah mencakup biaya tak terduga.
6. Gunakan KPR dengan Bijak
Kredit Pemilikan Rumah (KPR) memang membantu pasangan muda memiliki rumah lebih cepat, tapi tetap harus bijak. Bandingkan bunga antarbank, pahami sistem bunga tetap dan mengambang, serta pastikan cicilan bulanan tidak melebihi 30 persen dari total penghasilan gabungan.
Bila perlu, konsultasikan dengan konsultan keuangan untuk menentukan tenor dan skema pembayaran yang paling sesuai.
7. Jangan Tergesa, Lakukan Survei Lebih dari Satu Tempat
Jangan terburu-buru membeli hanya karena takut kehabisan promo. Lakukan survei ke beberapa lokasi dan bandingkan harga, fasilitas, serta kredibilitas pengembang. Pengantin baru yang bijak akan mengambil keputusan berdasarkan kebutuhan jangka panjang, bukan emosi sesaat.
Langkah Awal Menuju Rumah Impian
Membeli rumah pertama memang bukan keputusan kecil, tetapi dengan perencanaan matang, pengantin baru bisa mewujudkan hunian nyaman sekaligus investasi jangka panjang. Mulailah dari hal sederhana, seperti riset lokasi, sesuaikan budget, dan jangan ragu minta saran dari ahli properti. Sebab, rumah bukan hanya tempat tinggal, tapi juga tempat tumbuh bersama dan membangun masa depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Feni Yusnia
Editor: Darmadi Sasongko








