PASURUAN, Tugujatim.id – Suasana haru menyelimuti proses pemakaman M. Ghifari Chasbi (15), di kampung halamannya, Desa Tamansari, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan. Almarhum merupakan korban Musala Runtuh Ponpes Al Khoziny Sidoarjo.
Warga memenuhi musala Ponpes Nurul Qadim Al Mansyuriyah, Desa Tamansari, pada Jumat (10/10) siang. Mereka datang mensalati jenazah almarhum sekitar pukul 10.00 WIB. Tangis haru keluarga, kerabat, dan warga pecah ketika jenazah almarhum dibawa menuju tempat peristirahatan terakhirnya di tempat pemakaman umum (TPU) desa setempat.
Sebelum dimakamkan, jenazah Ghifari sampai di rumah duka pada Kamis (9/10) malam sekitar pukul 21.20 WIB. Kedatangan jenazah disambut ratusan warga yang ikut membacakan Yasin dan Tahlil bersama.
“Telah dimakamkan jam 10 tadi di TPU setempat,” ujar AKP Sugiyanto, Kapolsek Wonorejo pada Jumat (10/10).
M. Ghifari Chasbi (15) menjadi salah satu santri yang menjadi korban dalam insiden ambruknya bangunan di Pondok Pesantren Al Khoziny, Kecamatan Buduran, Sidoarjo. Peristiwa tragis tersebut merenggut nyawa puluhan sanntri yang tengah beraktifitas di dalam gedung.
“Korban ini dikenal sopan, baik, dan rajin mengaji. Banyak warga dan teman-temannya yang merasa kehilangan,” ungkap Mustain Romli, Kepala Desa Tamansari, yang ikut hadir saat prosesi pemakaman.
Prosesi pemakaman berlangsung khidmat. Doa dan air mata mengiringi kepergian santri muda yang dikenal berperilaku baik tersebut. Warga berharap kejadian serupa tidak terulang kembali, dan menjadi pembelajaran bagi pengelola pondok untuk lebih memperhatikan keselamatan bangunan dan para santrinya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Lohk Mahfud
Editor: Darmadi Sasongko








