Tugujatim.id – Cuaca panas ekstrem belakangan ini bikin banyak orang di Jawa Timur mulai mengubah gaya hidup. Dari pemilihan outfit hingga barang yang wajib dibawa saat cuaca panas, semua dilakukan dengan pertimbangan, biar tetap segar dan nggak gampang gerah.
Berikut ini beberapa barang penting yang wajib kamu bawa saat cuaca panas ekstrem, terutama kalau sering beraktivitas di luar ruangan.
Baca Juga: Anomali Angin Kencang dan Panas Terik Bayangi Wilayah Kabupaten Mojokerto
1. Botol Minum atau Tumbler
Saat musim panas seperti sekarang, tubuh mudah kehilangan cairan. Makanya, membawa tumbler isi air putih jadi hal wajib. Selain menjaga hidrasi, bawa botol sendiri juga mendukung gaya hidup ramah lingkungan.
2. Kacamata Hitam
Paparan sinar matahari bisa bikin mata lelah dan perih. Solusinya, pakai kacamata hitam dengan UV protection. Selain melindungi mata, model kacamata stylish juga bisa melengkapi penampilanmu saat cuaca panas.
3. Topi dan Bucket Hat
Topi bukan cuma aksesori, tapi juga pelindung kepala dari sinar UV langsung. Pilih model bucket hat atau topi baseball yang lagi tren supaya tetap fashionable meski terik menyengat.
4. Face Mist dan Sunscreen SPF 30+
Dua produk ini wajib banget buat yang ingin tampil fresh. Face mist membantu menyegarkan wajah, sedangkan sunscreen melindungi kulit dari paparan sinar UV dan mencegah kusam. Gunakan minimal SPF 30 agar hasilnya maksimal.
5. Tisu Basah dan Deodoran Travel Size
Saat cuaca panas, tubuh cepat berkeringat. Bawa tisu basah dan deodoran kecil agar tetap bersih dan wangi kapan pun. Praktis dibawa ke kantor, kuliah, atau perjalanan jauh.
Bonus Tips: Pilih Outfit yang Adem dan Warna Cerah
Selain 5 barang di atas, jangan lupa gunakan bahan ringan seperti katun atau linen agar sirkulasi udara di kulit tetap baik. Warna cerah seperti putih, beige, atau pastel membantu memantulkan panas, jadi tubuh nggak gampang gerah. Dengan membawa barang-barang ini, kamu bisa menikmati cuaca panas ekstrem ini tanpa khawatir lepek atau dehidrasi.
Imbauan Cuaca Panas Menurut BMKG
Sebelumnya, BMKG mengungkapkan bahwa cuaca panas ekstrem dengan suhu mencapai 37,6°C di berbagai wilayah Indonesia disebabkan oleh kombinasi gerak semu matahari dan pengaruh Monsun Australia.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto menjelaskan, posisi matahari yang berada di selatan ekuator pada Oktober membuat wilayah tengah dan selatan Indonesia seperti Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan, dan Papua menerima penyinaran matahari lebih intens.
“Posisi ini membuat wilayah Indonesia bagian tengah dan selatan, seperti Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan, dan Papua, menerima penyinaran matahari yang lebih intens sehingga cuaca terasa lebih panas di banyak wilayah Indonesia,” kata Guswanto dalam rilis BMKG, Rabu (15/10/2025).
BMKG juga mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di luar ruangan pada pukul 10.00–16.00 WIB guna menghindari paparan sinar matahari secara langsung. Imbauan ini menindaklanjuti cuaca panas ekstrem yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Cuaca panas ekstrem ini diperkirakan masih bakal terjadi sampai dengan akhir Oktober atau awal November 2025.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Feni Yusnia
Editor: Dwi Lindawati








