• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Nelayan Sumenep.

Tim SAR gabungan proses penyelamatan nelayan Sumenep asal Pulau Sakala (berbaju kuning) yang terombang-ambing selama 5 hari di lautan lepas. (Foto: Basarnas Surabaya)

5 Hari Terombang-Ambing di Laut, Nelayan Sumenep Selamat usai Perahunya Diserang Hiu

Dwi Linda by Dwi Linda
8 months ago
in Peristiwa
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Kisah menegangkan datang dari perairan Sumenep, Madura. Seorang nelayan Sumenep asal Desa Sakala, Kecamatan Sapeken, bernama Abdul Rifa’i, 35, akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat setelah lima hari terombang-ambing di laut tanpa arah usai perahunya rusak akibat diserang ikan hiu.

Koordinator Pos SAR Sumenep Bambang Sumantri mengungkapkan, Abdul Rifa’i ditemukan oleh warga Pulau Sepanjang, tepatnya di pesisir Dusun Pelat, Desa Tanjung, Jumat (24/10/2025), sekitar pukul 00.30 WIB.

You might also like

Tol Jombang-Mojokerto.

Lagi! Tragedi di Tol Jombang-Mojokerto: Satu Orang Tewas usai Honda City Tabrak Truk Gandeng

12/06/2026 9:55 AM
Mayat bayi.

Geger! Penemuan Mayat Bayi dalam Kardus di Kebun Tebu Gondanglegi Malang

11/06/2026 6:47 PM

Baca Juga: 7 Universitas Terbaik di Sumenep, Jadi Pilar Pendidikan Tinggi di Ujung Timur Madura

“Kami mendapat informasi dari warga Pulau Sepanjang bahwa korban terdampar di pantai dalam keadaan selamat. Tim kemudian bergerak cepat menggunakan KN SAR Permadi untuk mengecek identitas dan kondisi korban,” jelas Bambang.

Dari hasil pemeriksaan, Rifa’i menceritakan detik-detik menegangkan saat perahunya diserang ikan jenis hiu di tengah laut. Akibat serangan itu, perahu kayu milik nelayan Sumenep ini hancur dan tenggelam. Tanpa peralatan bertahan hidup, dia berenang mengikuti arus laut selama lima hari hingga akhirnya terdampar di Pulau Sepanjang.

“Selama lima hari itu, Rifa’i hanya bertahan dengan air laut yang dia kumur dan beberapa sisa bekal yang masih menempel di perahunya,” tambah Bambang.

Tim SAR Serahkan Nelayan ke Keluarga

Setelah dipastikan dalam kondisi sehat, tim SAR gabungan kemudian menyerahkan Rifa’i kepada keluarganya yang menjemput dengan perahu nelayan dari Pulau Sakala.

Sebelumnya, pada Senin (20/10/2025), tim Siaga Pos SAR Sumenep menerima laporan bahwa Rifa’i tidak kembali usai melaut pada Minggu dini hari (19/10/2025). Pencarian pun langsung dilakukan oleh Basarnas bersama unsur SAR gabungan yang melibatkan Polairud Kalianget, KSOP Kalianget, Polsek dan Koramil Sapeken, KUPP Sapeken, Diskominfo Sapeken, serta nelayan setempat.

Nelayan di Sumenep.
Proses evakuasi tim SAR kepada nelayan Sumenep yang terombang-ambing selama 5 hari di lautan lepas. (Foto: Basarnas Surabaya)

Selama lima hari, KN SAR Permadi dikerahkan menyisir perairan luas di kawasan timur Jawa Timur, bahkan menyebarkan informasi kepada kapal yang melintas agar ikut membantu pencarian.

Kepala Kantor SAR Surabaya Nanang Sigit menyampaikan apresiasinya atas kerja keras seluruh tim di lapangan.

“Meski jarak Pulau Sakala sangat jauh di ujung timur Jawa Timur, kami tetap berkomitmen memberikan layanan pencarian dan pertolongan secepat mungkin,” ujarnya.

Nanang menambahkan, Kantor SAR Surabaya saat ini masih menjadi satu-satunya unit pelaksana teknis Basarnas di Jawa Timur. Untuk memperluas jangkauan, Basarnas telah menempatkan beberapa pos di wilayah Sumenep, Banyuwangi, Jember, Trenggalek, Malang, dan Bojonegoro.

“Kami berharap ke depan ada penambahan personel dan armada agar penanganan keadaan darurat di wilayah kepulauan bisa lebih cepat,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Layla Aini

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kota Surabaya hari iniHiu serang nelayan SumenepKota Surabaya hari iniNelayan Sumenep diserang hiuPenemuan nelayan SumenepSurabaya
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Tol Jombang-Mojokerto.

Lagi! Tragedi di Tol Jombang-Mojokerto: Satu Orang Tewas usai Honda City Tabrak Truk Gandeng

by Dwi Linda
12/06/2026 9:55 AM
0

JOMBANG, Tugujatim.id – Ruas Tol Jombang-Mojokerto (Tol Jomo) kembali menjadi saksi bisu sebuah tragedi yang merenggut nyawa. Satu orang dilaporkan...

Mayat bayi.

Geger! Penemuan Mayat Bayi dalam Kardus di Kebun Tebu Gondanglegi Malang

by Dwi Linda
11/06/2026 6:47 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Warga Desa Gondanglegi Kulon, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, geger dengan penemuan mayat bayi perempuan yang ditemukan di...

Pantai Pangi.

3 Santri Terseret Ombak di Pantai Pangi Blitar saat Outing Class, Satu Korban Hilang

by Dwi Linda
11/06/2026 4:40 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Sebanyak tiga santri asal Pondok Pesantren (Ponpes) Muhammadiyah Markas Quran Kabupaten Kediri terseret ombak besar di Pantai...

Mobil di Surabaya.

2 Mobil di Surabaya Tercebur dan Terjun dalam Sehari, Pemicu Pengemudi Sama-Sama Diduga Hilang Kendali

by Dwi Linda
09/06/2026 7:38 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Dua kecelakaan tunggal yang melibatkan mobil pribadi terjadi di dua lokasi berbeda di Kota Surabaya, Jawa Timur,...

Next Post
DPRD Jember.

Pembahasan APBD 2026 Tertunda, DPRD Jember Tunggu Hasil Audiensi dengan Gubernur Jatim

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID