MOJOKERTO, Tugujatim.id – Tantangan permukiman kumuh masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemprov Jawa Timur. Kawasan kumuh ini mencapai total 8.117,23 hektare. Dari catatan tersebut, sedikitnya 246,51 hektare berada di wilayah Kabupaten Mojokerto.
Sementara itu, beragam upaya digulirkan sebagai bentuk penanggulangan. Seperti proyek percontohan terpadu di Kepuhanyar, Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto. Daerah ini tercatat memiliki kawasan kumuh seluas 10,07 hektare.
Baca Juga: DPRD Surabaya Matangkan Raperda Hunian Layak dan Fokus Penanganan Permukiman Kumuh
Program kolaboratif dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan Pemerintah Kabupaten Mojokerto diharapkan mampu membebaskan wilayah Kepuhanyar dari status kumuh. Ke depan, daerah ini diharapkan pula berubah menjadi hunian sehat serta berkelanjutan.
Program ini menyasar beragam infrastruktur dasar, seperti penyediaan air bersih, pembangunan drainase lingkungan, pengelolaan sampah dengan sistem 3R, unit Instalasi Pengolahan Air Limbah, hingga pemasangan lampu penerangan jalan umum.
Pentingnya Sinergi Ubah Wilayah Kumuh Jadi Kawasan Sehat
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjelaskan, sinergi begitu penting untuk mengubah kawasan kumuh menjadi kawasan yang sehat.
“Bila lampu penerangan jalan sudah menyala, pengolahan sampah tertata, ke depan kawasan ini bisa menjadi permukiman yang sehat dan nyaman,” jelasnya saat berada di lokasi, Minggu (02/11/2025).
Gubernur Khofifah juga mengatakan, perbaikan kawasan kumuh tidak sebatas proyek fisik, namun menjadi langkah dasar membangun martabat manusia.
“Ada 1.900 hunian yang diubah dari rumah tidak layak huni menjadi rumah layak huni. Program ini juga berjalan beberapa kabupaten lain,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








