• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Tim peneliti UM.

Suasana kegiatan lesson study tim peneliti UM di SMK. (Foto: dok UM)

Tim Peneliti UM Kembangkan Model Pembelajaran Bahasa Inggris Berwawasan Kompetensi Komunikatif Lintas Budaya

Dwi Linda by Dwi Linda
7 months ago
in Advertorial, Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id — Tim peneliti dari Universitas Negeri Malang (UM) berupaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin keempat, Quality Education. Tim Peneliti UM  melaksanakan penelitian bertajuk “Pengembangan Model Pembelajaran Bahasa Inggris Berwawasan Kompetensi Komunikatif Lintas Budaya (Intercultural Communicative Competence) melalui Integrasi Genre-Based Approach dan Lesson Study.”

Penelitian ini didanai oleh Dana Internal Universitas Negeri Malang melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM UM) sebagai bagian dari komitmen universitas untuk mendorong penelitian inovatif dan berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan nasional.

You might also like

Universitas Negeri Malang.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Universitas Negeri Malang Pilah Sampah Kampus dan Dukung SDGs 11 dan 13

05/06/2026 5:13 PM
Jatim

Dindik Jatim Tegaskan Kepala Sekolah Dilarang Terima Titipan Siswa pada SPMB 2026

03/06/2026 3:53 PM

Baca Juga: LPPM UM Sinkronkan Program 2026 dengan Desa dan Lembaga Mitra, Dorong Pengabdian Berdampak bagi Masyarakat

Tim peneliti UM diketuai Prof Utami Widiati dengan anggota dosen Prof Anik Nunuk Wulyani dan Siti Muniroh PhD. Tim juga melibatkan mahasiswa alumni Program Pascasarjana UM, yaitu Metaria dan Muhimatul Murtafi’ah, serta peneliti dari luar negeri, Dr Tengku Intan Suzila Tengku Sharif dari Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia. Kegiatan penelitian turut didukung oleh Maria Hidayati EdD Dr Niamika El Khoiri dan Dr Lina Hanifiyah.

Penelitian ini fokus pada pengembangan model pembelajaran bahasa Inggris yang tidak hanya menekankan aspek linguistik, tetapi juga memperkuat kompetensi komunikatif lintas budaya (Intercultural Communicative Competence/ICC). Dengan mengintegrasikan pendekatan berbasis genre (Genre-Based Approach) dan model lesson study, tim berupaya membantu guru menciptakan pembelajaran yang lebih kontekstual, reflektif, dan berorientasi pada pemahaman antarbudaya.

Lesson study Tim peneliti UM.
Kegiatan refleksi bersama guru dan tim peneliti UM. (Foto: dok UM)

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, tim peneliti UM menyelenggarakan dua kali pelatihan (training) pada Agustus 2025. Kegiatan ini memperkenalkan konsep dasar ICC, perancangan pembelajaran berbasis genre, serta strategi implementasinya di kelas.

Kemudian pada September 2025, kegiatan dilanjutkan dengan dua kali lesson study yang melibatkan guru-guru bahasa Inggris dari SMA negeri dan swasta, SMK, serta madrasah aliyah (MA) di wilayah Malang Raya. Dalam kegiatan ini, para guru menerapkan rancangan pembelajaran yang telah dikembangkan, sementara tim peneliti observasi dan refleksi bersama untuk meninjau efektivitas penerapan model tersebut. Penelitian ini ditutup dengan refleksi bersama pada awal Oktober 2025.

Lesson Study Kolaboratif Munculkan Nilai Antarbudaya

Salah satu temuan menarik muncul dari para guru SMK yang awalnya merasa kesulitan untuk mengintegrasikan konsep ICC dalam konteks vokasional. Mereka beranggapan bahwa siswa—khususnya di kelas seperti Teknologi Kendaraan Ringan (TKR)—masih pada tingkat beginner sehingga sulit diajak berdiskusi mengenai topik lintas budaya. Namun, melalui proses lesson study yang kolaboratif, para guru menemukan bahwa nilai-nilai antarbudaya justru dapat muncul secara alami dari konteks pembelajaran teknis.

Misalnya, ketika membahas budaya kerja dan keselamatan kerja di Jepang, Jerman, Amerika, dan Indonesia, guru dan siswa berdiskusi tentang bagaimana peralatan otomotif mencerminkan nilai-nilai budaya masing-masing negara—dari ketepatan waktu, ketelitian, hingga tanggung jawab terhadap kualitas kerja.

“Kami menyadari bahwa meskipun siswa masih belajar bahasa Inggris dasar, mereka mampu memahami perbedaan budaya kerja dan membandingkannya dengan konteks Indonesia. Dari sana, mereka belajar untuk menghargai keragaman dan berpikir lebih terbuka,” ujar salah satu guru peserta dari SMK di Malang.

Menurut Prof Utami Widiati, kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kapasitas guru bahasa Inggris dalam menghadapi tantangan global.

111 1 1
Suasana kegiatan refleksi bersama guru dan tim peneliti UM. (Foto: dok UM)

“Integrasi kompetensi komunikatif lintas budaya ke dalam pendekatan berbasis genre bukan hanya memperkaya kemampuan berbahasa, tetapi juga menumbuhkan sikap saling menghargai perbedaan budaya di ruang kelas. Ini sejalan dengan semangat SDG 4, yakni pendidikan yang inklusif dan bermutu bagi semua,” jelas Prof Utami.

Sementara itu, Prof Anik Nunuk Wulyani menekankan bahwa lesson study menjadi wadah bagi guru untuk saling belajar dan membangun komunitas reflektif.

“Guru belajar dari guru lain—mereka saling mengamati, memberi masukan, dan menemukan solusi nyata dari praktik di kelas. Pengalaman guru SMK menunjukkan bahwa dengan sedikit kreativitas, pembelajaran lintas budaya bisa tumbuh bahkan di kelas vokasional yang sangat teknis,” paparnya.

Kegiatan penelitian ini menunjukkan komitmen Universitas Negeri Malang untuk terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional melalui kolaborasi antara dosen, guru, mahasiswa, dan mitra internasional. Hasil penelitian diharapkan menghasilkan model pembelajaran adaptif dan berwawasan global yang dapat diterapkan di berbagai konteks pendidikan di Indonesia, sekaligus memperkuat peran UM dalam mendukung pencapaian SDG 4: Quality Education — pendidikan yang inklusif, adil, dan bermutu bagi semua. (adv)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kota Malang hari iniKota Malang hari iniMalangPeneliti Universitas Negeri MalangTim peneliti di UM
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Universitas Negeri Malang.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Universitas Negeri Malang Pilah Sampah Kampus dan Dukung SDGs 11 dan 13

by Dwi Linda
05/06/2026 5:13 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Universitas Negeri Malang (UM) menggelar kegiatan pemilahan sampah memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia dengan melibatkan seluruh unit...

Jatim

Dindik Jatim Tegaskan Kepala Sekolah Dilarang Terima Titipan Siswa pada SPMB 2026

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 3:53 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim menegaskan seluruh kepala sekolah SMA, SMK, dan SLB negeri di wilayah setempat dilarang...

LPPM UM.

Kolaborasi LPPM UM X Direktorat Inovasi UM Dorong Hilirisasi Riset Global melalui Pameran AFRASIA 2026

by Dwi Linda
03/06/2026 3:16 PM
0

MALANG, Tugujatim.id — Pusat Sains dan Rekayasa (PSR) di bawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri...

DPRD Surabaya.

Predikat Kota Layak Anak Tercoreng, DPRD Surabaya Desak Penutupan Spa Terlibat TPPO

by Dwi Linda
02/06/2026 7:00 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya bereaksi keras terhadap kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan...

Next Post
Peternak Jember.

Peternak Jember Antusias Ikuti Sosialisasi Pengolahan Susu Aman dari Tim Resona Polije

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID