TULUNGAGUNG, Tugujatim.id – Kabupaten Tulungagung, Jatim, selama ini dikenal sebagai bumi marmer. Tetapi di balik reputasinya yang kokoh itu, daerah ini menyimpan beragam destinasi wisata yang membuat siapa pun ingin berlama-lama singgah. Apa saja wisata di Tulungagung yang cocok untuk liburan akhir tahun ini?
Ada wisata di Tulungagung yang cocok untuk kamu. Mulai dari pantai berombak tenang, telaga yang memantulkan langit biru, hingga situs sejarah yang tidak lekang oleh zaman. Semuanya tersaji lengkap, menjadikan Tulungagung layak masuk daftar destinasi favorit di Jawa Timur.
Baca Juga: Daftar Gunung di Tulungagung, Ada Gunung Budeg dan Wilis yang Wajib Dijelajahi
Rekomendasi Wisata di Tulungagung Terbaik Jadi Referensi Liburan:
Kamu tidak perlu bingung mencari wisata di Tulungagung jelang liburan akhir tahun. Ada beragam destinasi yang bisa kamu kunjungi.
1. Pantai Popoh
Panorama teluk yang memesona dengan bukit hijau di kiri kanan membuat Popoh selalu jadi primadona. Cocok untuk menikmati sunrise maupun sekadar bersantai.
2. Pantai Sine

Terkenal sebagai lokasi “sunrise terbaik” di Tulungagung. Garis pantainya panjang, bersih, dan punya suasana tenang.
3. Pantai Coro

Setelah trekking ringan, pengunjung akan disuguhi lautan biru jernih dan pasir kecokelatan yang cantik. Spot favorit pencinta foto.
4. Pantai Pathok Gebang
Pantai bertebing dengan ombak cukup besar. Eksotis, sepi, dan masih jarang dijamah wisatawan.
5. Bukit Jodho
Lokasi favorit anak muda karena panorama hamparan perbukitan yang dramatis. Waktu terbaik: sore menjelang sunset.
6. Air Terjun Jurang Senggani
Air terjun alami di tengah hutan pinus. Suasananya sejuk, cocok untuk healing tanpa gangguan kebisingan kota.
7. Telaga Buret
Telaga teduh dikelilingi pepohonan rimbun. Tempat ideal untuk piknik keluarga atau sekadar menghirup udara segar.
8. Goa Selomangleng
Situs sejarah berbatu andesit yang konon digunakan untuk pertapaan. Punya nilai budaya yang kuat.
9. Candi Dadi
Candi tunggal yang berdiri di puncak bukit. Dari atas, pengunjung bisa melihat panorama Tulungagung yang luas.
10. Kedung Tumpang
Kolam alami berlapis-lapis yang terbentuk oleh abrasi. Warna airnya biru kehijauan, cocok untuk foto-foto artistik.
11. Pantai Ngalur
Pantai berpasir halus yang sangat bersih. Aksesnya menantang, tapi sebanding dengan kecantikan alamnya.
12. Pantai Kedung Kenthus
Lokasi yang masih alami dengan batuan karang unik. Cocok untuk wisatawan yang suka tempat tersembunyi.
13. Nyawangan Park
Wisata edukasi sekaligus tempat bersantai dengan nuansa pedesaan. Banyak spot foto dan area kuliner lokal.
14. Kelinci Park
Destinasi ramah keluarga dengan konsep taman bermain outdoor. Anak-anak pasti betah berinteraksi dengan kelinci lucu.
15. Dam Bagong
Bendungan legendaris dan menjadi ikon Tulungagung. Pengunjung bisa menikmati suasana sore dengan latar sungai yang luas.
Dengan ragam wisata yang begitu banyak, Tulungagung bukan lagi sekadar tempat singgah, tetapi destinasi yang patut masuk agenda liburan. Lengkap, murah, dan mudah dijangkau—kombinasi yang bikin siapa pun betah kembali.
Tulungagung, kabupaten di bagian selatan Jawa Timur ini, menyimpan sederet wisata alam dan budaya yang sangat menarik untuk dijelajahi. Mulai dari pesisir pantainya yang menakjubkan seperti Popoh, Sine, hingga Pathok Gebang, semuanya menawarkan panorama berbeda yang siap memanjakan mata.
Tak hanya soal pantai, Tulungagung juga memiliki destinasi alam lain seperti Telaga Buret dan Jurang Senggani yang menghadirkan suasana hening dan menenangkan, cocok untuk melepas penat.
Bagi penyuka sejarah, Goa Selomangleng dan Candi Dadi menghadirkan pengalaman unik yang sarat cerita masa lampau. Sementara Kedung Tumpang, Nyawangan Park, serta berbagai taman rekreasi keluarga menambah lengkap daftar hiburan di daerah ini.
Dengan akses yang mudah serta biaya wisata yang relatif terjangkau, wisata di Tulungagung ini layak menjadi tujuan utama bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam Jawa Timur secara lebih dekat dan autentik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Fahmi Irmanto/Magang
Editor: Dwi Lindawati








