TUBAN, Tugujatim.id – Persatu Tuban membuka langkah di Liga 4 Kapal Api Grup C dengan hasil meyakinkan.
Bermain di kandang di Stadion Tuban Sport Center (TSC), Minggu sore, (7/12/2025), Laskar Ronggolawe menuntaskan laga perdana dengan kemenangan 2-0 atas Bojonegoro FC.
Persatu langsung tancap gas sejak kickoff. Baru lima menit berjalan, Iryanto Wandik (7) membuka keunggulan lewat sontekan jarak dekat setelah memanfaatkan kemelut di kotak enam belas lawan.
Pemain kelahiran Manokwari itu kembali menggetarkan gawang Bojonegoro FC pada menit ke-13 melalui tendangan voli keras setelah menerima umpan silang rekannya. Dua gol cepat itu membuat Persatu menguasai jalannya pertandingan di babak pertama.

Situasi Bojonegoro FC semakin sulit setelah M. Afandi Yusuf (16) diganjar kartu merah pada menit ke-42. Ia dinilai melakukan sikutan yang mengenai dada pemain Persatu hingga wasit langsung mengeluarkan kartu merah.
Meski unggul jumlah pemain, Persatu gagal menambah gol di babak kedua. Hal ini menjadi catatan khusus bagi Pelatih Kepala Persatu Tuban, Khoirul Anam.
“Kita masih dikasih kemenangan dengan tiga poin. Tapi secara pribadi saya belum puas,” ungkapnya usai laga.
Anam menyoroti beberapa aspek permainan yang perlu dibenahi, terutama kurang maksimalnya pemanfaatan peluang setelah Bojonegoro FC bermain dengan sepuluh pemain.
“Dengan lawan dapat kartu merah satu, anak-anak masih belum bisa menambah gol. Itu yang jadi evaluasi buat kami. Mulai dari lini pertahanan, lini tengah, sampai attacking pasti ada yang harus diperbaiki,” jelasnya.
Ia menyebut beberapa peluang emas yang gagal dikonversi, termasuk upaya striker Anto Mei yang beberapa kali mengancam namun masih membentur mistar.
“Kalau bicara striker, memang hari ini belum beruntung. Beberapa eksekusi kena mister dan tidak jadi gol,” tambahnya.
Menurut Anam, Persatu seharusnya bisa tampil lebih berkembang setelah unggul jumlah pemain. Namun justru ritme permainan menurun dan penyelesaian akhir kurang tajam.
“Anak-anak kurang tenang, kurang sabar. Ini banyak evaluasi buat tim dan juga individu pemain. Penyelesaian akhir masih kurang tajam,” tegasnya.
Meski begitu, Anam tetap bersyukur atas awal manis Persatu di kompetisi musim ini. Ia berharap dukungan masyarakat Tuban terus mengalir agar Persatu kembali menorehkan sejarah seperti masa kejayaan sebelumnya.
“Bismillah, kami minta doa dan dukungan masyarakat Tuban. Semoga Persatu bisa kembali mengukir sejarah seperti tahun-tahun terdahulu,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Mochamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko








