Tugujatim.id – Buat Sekawan yang suka dengan film Kang Mak From Pee Mak, satu hal yang wajib dicatat: semesta horor-komedi ini belum selesai. Film Kang Solah From Kang Mak X Nenek Gayung hadir sebagai spin-off yang mengangkat karakter Kang Solah, sahabat Kang Makmur, ke dalam cerita yang lebih personal namun tetap absurd dan menghibur.
Jika di film sebelumnya penonton diajak mengikuti kisah Kang Makmur, kali ini sorotan berpindah ke Kang Solah yang diperankan oleh Rigen Rakelna. Karakter Solah yang polos, lugu, sekaligus apes ini menjadi pusat cerita yang dikemas dengan formula komedi khas, namun perlahan digiring ke teror mistis yang tidak bisa dianggap remeh.
Baca Juga: Film Kang Mak from Pee Mak Tembus 1,5 Juta dalam 8 Hari, Horor yang Bikin Penonton Justru Ketawa
Film ini sejak awal seolah ingin menegaskan satu hal: meskipun dibungkus tawa, horor tetap jadi tulang punggung cerita. Dan di sinilah kehadiran sosok legendaris Nenek Gayung mulai memainkan peran penting.
Mimpi Pulang sebagai Pahlawan, Berakhir Dicurigai Jadi Hantu
Cerita dibuka dengan mimpi Kang Solah yang membayangkan kepulangannya dari medan perang akan disambut bak pahlawan oleh warga kampung. Imajinasi itu terasa manis, penuh harapan, dan khas karakter Solah yang sederhana. Namun realitas berkata sebaliknya.
Alih-alih disambut hangat, kepulangan Solah justru memicu kecurigaan. Rumor beredar bahwa dia telah gugur di medan perang. Kondisi fisik Solah yang terlihat berbeda membuat warga kampung yakin bahwa yang pulang bukan manusia, melainkan arwah gentayangan.
Konflik makin runyam ketika calon istri Solah, Dara, justru hendak dinikahkan dengan adik Solah bernama Iqbal. Situasi ini menjadi titik awal rangkaian kejadian janggal yang terus berulang, terutama saat rencana pernikahan mereka selalu diganggu oleh kehadiran sosok misterius: Nenek Gayung.
Komedi Rusuh yang Perlahan Berubah Jadi Teror
Di paruh awal, penonton benar-benar digiring ke suasana komedi. Kehadiran karakter Fajrul (Indra Jegel), Supra (Indro Warkop), dan Jaka (Tora Sudiro) sukses membuat suasana kampung terasa kacau, penuh celetukan absurd, dan momen slapstick yang mengundang tawa.
Namun seiring berjalannya cerita, nuansa mulai bergeser. Sosok Nenek Gayung tidak hanya hadir sebagai pemanis horor, tapi benar-benar menjadi ancaman. Kemunculannya dibangun dengan tempo pelan, minim jumpscare murahan, tapi cukup efektif membuat bulu kuduk berdiri.
Peralihan dari komedi ke horor terasa cukup mulus. Meski ada beberapa adegan lawakan yang terasa agak dipaksakan, secara keseluruhan pacing film ini terjaga. Penonton tidak merasa “diputus” dari cerita, melainkan ikut terseret dari tawa menuju rasa tidak nyaman.
Akting Solid dan Sosok Nenek Gayung yang Mencuri Perhatian
Dari sisi akting, Rigen Rakelna menunjukkan perkembangan yang signifikan. Dia mampu memainkan karakter Kang Solah dengan emosi yang lebih berlapis. Tidak sekadar lucu, tapi juga menyentuh di beberapa adegan dramatis.
Baca Juga: 7 Film Action Indonesia yang Akan Membuatmu Terpaku di Kursi!
Davina Karamoy tampil cukup menonjol sebagai Dara. Karakternya tidak hanya menjadi pemanis cerita, tetapi juga penggerak konflik emosional yang penting. Sementara itu, Asri Welas sebagai Nenek Gayung menjadi kejutan tersendiri. Perubahannya dari sosok yang mengundang tawa menjadi figur yang benar-benar menyeramkan terasa efektif dan memorable.
Secara visual dan tata suara, film ini cukup rapi. Suara langkah, air, dan keheningan malam dimanfaatkan dengan baik untuk membangun suasana mistis tanpa berlebihan.
Ending Menggantung dan Isyarat Semesta yang Berlanjut
Menjelang akhir, film yang sudah tayang pada 25 September 2025 memberi petunjuk bahwa kisah ini belum selesai. Penonton diberi sinyal kuat bahwa semesta Kang Mak akan terus berkembang dengan kemungkinan spin-off berikutnya yang menyoroti karakter lain seperti Fajrul, Supra, atau Jaka.
Pendekatan ini membuat Kang Solah x Nenek Gayung terasa bukan sekadar film tunggal, melainkan bagian dari narasi horor-komedi yang lebih besar.
Review Penonton
Respons penonton pun cukup positif. Banyak yang mengapresiasi keseimbangan antara komedi dan horor.
“Awalnya ketawa, tapi pas Nenek Gayung muncul kok jadi serem beneran,” tulis salah satu penonton dalam komentar Netflix.
Namun ada juga yang menilai beberapa joke terlalu dipanjang-panjangkan. Meski begitu, mayoritas sepakat film ini tetap menghibur dan layak ditonton.
Buat Sekawan yang ingin mengikuti semesta ini dari awal, film Kang Mak From Pee Mak sudah tersedia di Netflix. Dan tentu saja, nonton legal bisa jadi lebih hemat dengan patungan resmi melalui platform seperti Seakun.id.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Fahmi Irmanto (Magang)
Editor: Dwi Lindawati








