TUBAN, Tugujatim.id – Persatu Tuban akhirnya keluar sebagai pemenang dalam laga alot kontra Nganjuk Ladang pada lanjutan grup BB Liga 4 Piala Gubernur Jawa Timur.
Bermain di Stadion Tuban Sport Center (TSC), Rabu (07/01/2026), Laskar Ronggolawe menutup pertandingan dengan kemenangan tipis 2-1 setelah duel keras yang berlangsung selama 90 menit.
Sejak awal laga, tempo pertandingan langsung tinggi. Kedua tim tak ragu bermain terbuka dan saling melancarkan serangan. Persatu Tuban mencoba mengambil kendali permainan dengan mengirim bola-bola langsung ke area pertahanan lawan.
Namun, skema tersebut beberapa kali gagal membuahkan hasil karena barisan belakang Nganjuk Ladang tampil disiplin dan kerap mematahkan serangan lewat jebakan offside.
Di bawah kepemimpinan wasit Sugeng Rianto asal Kabupaten Jombang, pertandingan mulai diwarnai pelanggaran. Menit ke-31, gelandang Persatu Tuban Eka Yuda Pratama harus menerima kartu kuning.
Tak lama kemudian, Nganjuk Ladang melakukan pergantian pemain lebih awal dengan memasukkan Nur Ari Syarifudin untuk menggantikan Sidik Tri Nugroho, sebagai upaya menyegarkan lini tengah.
Kebuntuan baru terpecahkan pada menit ke-38. Persatu Tuban memanfaatkan celah di lini belakang lawan. Iryanto Wandik sukses menuntaskan peluang dan membawa tuan rumah unggul 1-0. Gol tersebut membuat suasana stadion bergemuruh, namun keunggulan itu tak bertahan lama.
Nganjuk Ladang merespons cepat. Melalui skema serangan balik, Shodik Achmad Fatoni melepaskan tembakan yang berbuah gol penyama kedudukan. Skor 1-1 pun bertahan hingga kedua tim turun minum.
Memasuki babak kedua, Nganjuk Ladang tampil lebih berani. Intensitas serangan meningkat dan membuat lini pertahanan Persatu Tuban bekerja ekstra. Sejumlah pelanggaran terjadi, termasuk insiden di menit ke-50 ketika Eko Tri Prakoso melakukan pelanggaran di kotak penalti. Wasit menunjuk titik putih untuk Persatu Tuban.
Namun peluang emas tersebut tak mampu dimaksimalkan. Eksekusi penalti yang dilakukan Wandik gagal mengubah skor. Kegagalan itu sempat memengaruhi ritme permainan Persatu, sementara Nganjuk Ladang mencoba memanfaatkan momentum.
Perlahan, Persatu Tuban kembali bangkit setelah melakukan beberapa pergantian pemain. Tekanan terus dibangun hingga akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-70.
Egik Apriansyah muncul sebagai pembeda. Memanfaatkan ruang di pertahanan lawan, ia sukses mencetak gol kedua Persatu Tuban yang sekaligus menjadi gol kemenangan.
Sisa pertandingan berlangsung keras. Adu fisik dan pelanggaran tak terhindarkan, disertai beberapa kartu kuning. Nganjuk Ladang berupaya keras mengejar ketertinggalan, namun rapatnya pertahanan Persatu Tuban membuat skor 2-1 bertahan hingga laga usai, termasuk tambahan waktu dua menit.
Pertandingan ini disaksikan langsung oleh ratusan pasang mata, dengan total 1.223 tiket tercatat terjual.
Pelatih Nganjuk Ladang, Moch. Hasan, mengakui timnya mampu menguasai permainan, namun kesalahan di lini belakang menjadi penentu hasil akhir.
“Dengan keterbatasan waktu persiapan serta absennya beberapa pemain yang memengaruhi performa tim,”ujarnya.
Sementara itu, Pelatih Persatu Tuban Slamet Sampurno menyebut kemenangan ini diraih dengan perjuangan keras. Ia menilai permainan timnya belum sepenuhnya rapi, terutama di sektor tengah dan pertahanan.
“Meski demikian, hasil ini menjadi modal penting jelang laga berikutnya menghadapi Pasuruan United,”tandasnya.
Dengan tambahan tiga poin ini, Persatu Tuban tetap menjaga peluang lolos ke babak berikutnya dengan poin 4. Sementara pemuncak klasemen masih dihuni Pasuruan United dengan poin 6. Sedangkan Triple’s Kediri masih tertahan poin 1, dibawah papan klasemen dihuni Nganjuk Ladang FC poin 0.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Mochammad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko







