TUBAN, Tugujatim.id – Langkah Persatu Tuban di Liga 4 Piala Gubernur Jawa Timur harus terhenti. Bermain pada laga hidup-mati di Stadion Tuban Sport Centre (TSC), Jumat (09/01/2025), Laskar Ronggolawe tidak mampu membendung agresivitas Pasuruan United dan menyerah dengan skor telak 0-3 tanpa balas.
Sejak peluit awal dibunyikan, Pasuruan United langsung menunjukkan intensitas tinggi. Baru satu menit laga berjalan, gawang Persatu Tuban sudah kebobolan. Husyen dengan tenang memanfaatkan ruang kosong di sektor kanan pertahanan tuan rumah. Tanpa pengawalan berarti, dia melepaskan sentuhan pelan namun akurat yang tidak mampu dijangkau penjaga gawang Persatu.
Baca Juga: Gol Telat Penentu Kemenangan Persatu Tuban Jinakkan Nganjuk Ladang
Gol cepat tersebut membuat permainan Persatu Tuban goyah. Pasuruan United yang dikomandoi pelatih Bio Paolin semakin percaya diri menguasai jalannya pertandingan. Tekanan beruntun akhirnya kembali membuahkan hasil setelah wasit menunjuk titik putih akibat pelanggaran di kotak terlarang.
Ricko, sang kapten Pasuruan United, maju sebagai eksekutor dan sukses menggandakan keunggulan menjadi 2-0. Petaka bagi Persatu Tuban belum berhenti. Menjelang turun minum, lini pertahanan kembali kecolongan.
Kali ini giliran Affiludin yang mencatatkan namanya di papan skor. Gol tersebut menutup babak pertama dengan keunggulan meyakinkan 3-0 untuk tim tamu.
Memasuki babak kedua, Persatu mencoba bangkit. Sejumlah perubahan dilakukan untuk meningkatkan daya gedor. Laskar Ronggolawe tampil lebih menyerang dan beberapa peluang sempat tercipta. Situasi semakin menguntungkan setelah Pasuruan United harus bermain dengan sepuluh pemain.
Namun, keunggulan jumlah pemain tidak mampu dimaksimalkan. Pertahanan rapat Pasuruan United sulit ditembus, sementara penyelesaian akhir Persatu kembali menjadi masalah.
Bahkan di menit-menit akhir, Persatu mendapat hadiah penalti. Sayang, peluang emas tersebut kembali terbuang setelah eksekusi gagal berbuah gol. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 0-3 tidak berubah.
Pelatih Kepala Persatu Tuban Slamet Sampurno mengakui kekalahan ini sangat menyakitkan. Dia menyebut peluang untuk lolos ke babak 16 besar sebenarnya terbuka lebar, bahkan hasil imbang sudah cukup. Namun, gol cepat di awal laga menjadi titik balik yang meruntuhkan mental pemain.
Baca Juga: Tertahan di Kandang, Persatu Tuban Rela Berbagi Poin dengan Tripel’s Kediri
Slamet juga menyoroti absennya sejumlah pemain kunci, termasuk kapten Edi Winarno dan Iryanto Wandik akibat akumulasi kartu, serta Kiswanto yang tidak bisa tampil. Kondisi tersebut memaksa perubahan komposisi lini belakang yang berdampak pada stabilitas permainan.
“Atas nama pelatih, saya bertanggung jawab penuh dan memohon maaf kepada seluruh pendukung Persatu Tuban karena gagal mengantarkan tim ke babak 16 besar,” ujarnya.
Di sisi lain, Pelatih Kepala Pasuruan United, Bio Paolin mengapresiasi kinerja para pemainnya. Dia menyebut kemenangan ini lahir dari disiplin menjalankan instruksi serta kerja keras selama latihan. Menurut dia, hasil ini juga menjadi bukti potensi pemain-pemain yang selama ini jarang mendapat kesempatan tampil.
Dengan kekalahan ini, Persatu harus mengakhiri perjuangan di babak 32 besar. Sementara Pasuruan United melangkah mantap ke fase berikutnya, meninggalkan kenangan pahit bagi Laskar Ronggolawe di hadapan publik sendiri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati







