MOJOKERTO, Tugujatim.id – Kursi jabatan di lingkungan Pemkab Mojokerto belum sepenuhnya terisi. Meski belum lama ini mutasi jilid III telah bergulir, masih ada kursi kosong di Mojokerto pada eselon tertentu.
Dari informasi yang dihimpun, sedikitnya ada 42 kursi kosong di Mojokerto dari berbagai tingkatan jabatan. Meliputi posisi camat, kepala bagian, kepala bidang hingga sekretaris dinas.
Baca Juga: 3 Kursi OPD Pemkab Mojokerto Akhirnya Terisi, Ini Pesan Bupati Albarraa
Seperti, untuk posisi camat yang kosong meliputi Gedeg, Kemlagi, Kutorejo, Mojoanyar, Mojosari, Puri, Trawas dan Pungging. Sementara, kepala bagian Prokopim dan kepala bagian Umum juga masih kosong sebab pejabat sebelumnya masuk masa purna tugas
“Untuk posisi kepala dinas telah terisi semua. Ke depan kami fokuskan penataan untuk jabatan yang ada di bawahnya,” ujar Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa pada Sabtu (17/01/2026).
Sebelumnya, tiga kursi kepala dinas yang kosong di lingkungan Pemkab Mojokerto akhirnya terisi. Hal ini terlihat dari pelantikan 3 pejabat pimpinan tinggi pratama di Pendapa Graha Maja Tama, Rabu (14/01/2026).
Pada pelantikan ini, Yuni Laili Faizah, sebelumnya berposisi sebagai kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah, kini mengemban jabatan sebagai kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.
Amsar Azhari Siregar, sebelumnya menjabat sebagai camat Pungging, kini menempati posisi sebagai kepala Dinas Pendidikan. Sementara, Nalurita Priswiandini, sebelumnya menjabat camat Puri dilantik sebagai kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. Pelantikan ini juga menjadi tindak lanjut dari seleksi terbuka beberapa waktu lalu.
Pesan Khusus Bupati pada 3 Kepala Dinas
Tiga kepala dinas yang baru dilantik ini juga mendapat pesan khusus dari Bupati Albarraa. Dia meminta peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi tujuan utama.
“Tugas Saudara, memastikan anak-anak kita memperoleh akses pendidikan yang merata, layak, dan berkualitas,” ujar Bupati Albarraa.
Lalu, kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan diminta untuk mendorong penguatan budaya literasi.
Baca Juga: Bupati Tuban Akhirnya Resmi Lantik Dua Pimpinan OPD Baru
“Perpustakaan jangan menjadi tempat penyimpanan buku saja. Jadikan perpustakaan ruang publik yang hidup, ramah anak, ramah generasi muda, dan mendorong minat baca,” tutur Bupati Albarraa.
Sementara, kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, diminta untuk mempercepat pembangunan infrastruktur yang berkualitas.
“Bangun infrastruktur yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Jaga kualitas pekerjaan, tepat waktu, dan pastikan manfaatnya dirasakan masyarakat,” tandas Bupati Albarraa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








