KOREA SELATAN, Tugujatim.id – Industri drama Korea kembali menimbulkan antusiasme dengan serial romantis yang akan datang yang sudah dibicarakan jauh sebelum teaser resminya dirilis. Berjudul Boyfriend on Demand, drama ini mempertemukan dua bintang besar: Jisoo dari BLACKPINK dan Seo In Guk.
Dengan konsep yang berpusat pada layanan pacar yang dapat disesuaikan menggunakan teknologi, serial Boyfriend on Demand ini menjanjikan sudut pandang baru tentang cinta di era digital.
Baca Juga: Paling Ditunggu 2026! Jadwal Tayang Drama Korea Perfect Crown: Ini Sinopsisnya
Drama yang akan mulai tayang pada 6 Maret 2026 ini dikabarkan memiliki 10 episode dan akan tersedia secara eksklusif melalui platform Netflix. Dengan premis unik serta jajaran pemain yang mencuri perhatian, Boyfriend on Demand siap menjadi salah satu tontonan yang paling dinantikan.
Comeback Jisoo Yang Dinantikan!
Setelah mendapatkan pengakuan atas performa aktingnya dalam Snowdrop, Jisoo kembali dengan peran yang mengeksplorasi spektrum emosional yang berbeda. Dalam Boyfriend on Demand, dia memerankan seorang wanita karir yang sukses dan ambisius, dan terlihat memiliki kehidupan yang sempurna. Meskipun memiliki prestasi profesional dan citra publik yang sempurna, dia dibebani oleh rasa kesepian dan kelelahan emosional.
Karakternya digambarkan sebagai sosok yang praktis dan skeptis terhadap romansa. Setelah mengalami kekecewaan dalam hubungan nyata, dia tidak lagi percaya pada kisah cinta stereotipikal ala dongeng.
Sebaliknya, dia memandang kencan sebagai hal yang melelahkan dan tidak terduga. Mindset ini membuatnya mendaftar ke layanan premium bernama “Boyfriend on Demand”, sebuah aplikasi inovatif yang memungkinkan pengguna menyesuaikan pasangan ideal mereka berdasarkan sifat kepribadian, kebiasaan, dan respons emosional.
Melalui peran ini, Jisoo diharapkan menampilkan penampilan yang lebih matang dan nuansa yang lebih dalam. Perjalanan emosional karakternya bergeser dari kemandirian yang tertutup menjadi kerentanan, memberikan penonton gambaran yang berlapis tentang seseorang yang kembali menemukan makna koneksi.
Seo In Guk sebagai “The Perfect Boyfriend”
Sebagai partner Jisoo dalam drama ini, Seo In Guk memerankan model pacar paling canggih dalam program tersebut. Karakternya dirancang untuk menjadi perhatian, empatik, dan pendukung. Dia mengingat tanggal-tanggal penting, mengirim pesan yang penuh perhatian, dan memberikan kenyamanan tanpa konflik. Pada dasarnya, dia mewakili fantasi tentang pasangan ideal.
Awalnya, hubungan antara kedua karakter ini beroperasi secara tegas dalam batasan layanan. Interaksi mereka terjadwal, terstruktur, dan tampaknya aman. Risiko emosional yang biasanya terkait dengan kencan diminimalkan karena semuanya mengikuti sistem yang terkontrol.
Namun, seiring berjalannya cerita, pergeseran halus mulai muncul. Karakter Seo In Guk mulai menunjukkan perilaku yang terasa spontan daripada diprogram. Reaksinya menjadi lebih kompleks, dan beberapa respons emosional tidak dapat dijelaskan dengan mudah oleh desain algoritma. Perkembangan ini memperkenalkan misteri utama, yakni: apakah dia hanya konstruksi buatan canggih, atau ada sesuatu yang lebih manusiawi di balik permukaannya?
Peran Seo In Guk menuntut keseimbangan halus antara kesempurnaan mekanis dan keaslian emosional yang muncul. Kaburnya batas-batas ini secara bertahap menjadi salah satu elemen paling menarik dalam drama ini.
Sinopsis Singkat!
Boyfriend on Demand berlatar di masyarakat masa depan yang dekat dengan sekarang, di mana teknologi telah mengubah budaya kencan. Aplikasi kencan tradisional telah berkembang menjadi layanan imersif yang menyediakan pasangan yang sepenuhnya interaktif dan telah disesuaikan. Pengguna dapat memilih profil kepribadian, gaya komunikasi, bahkan kecenderungan dalam mengelola konflik.
Karakter Jisoo awalnya mendekati layanan ini sebagai eksperimen. Frustrasi akibat patah hati di masa lalu dan tekanan sosial untuk menemukan pasangan, dia memutuskan untuk menguji apakah hubungan yang terkontrol dan dapat diprediksi mungkin lebih sedikit menyakitkan daripada romansa di dunia nyata. Dia memilih paket premium yang sesuai dengan preferensi idealnya, yang mengarah pada kemitraannya dengan karakter Seo In Guk.
Hubungan mereka dimulai dengan pengalaman yang dirancang dengan cermat: makan malam romantis, percakapan yang mendukung, dan gestur yang penuh perhatian sesuai dengan kebutuhannya. Tanpa kesalahpahaman atau benturan ego, koneksi terasa mulus dan menenangkan.
Namun, kenyamanan perlahan berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam. Seiring waktu yang dihabiskannya bersamanya, dia mulai mempertanyakan keaslian perasaannya sendiri. Apakah perasaannya tulus jika ditujukan kepada seseorang yang dirancang untuk memenuhi ekspektasinya? Dan jika dia mulai menyimpang dari programnya, apakah hal itu membuat hubungan menjadi lebih nyata atau lebih berbahaya?
Meski dikemas sebagai komedi romantis, Boyfriend on Demand juga menyajikan kritik tentang hubungan modern di era serba instan. Drama ini mengangkat tema kesepian, standar cinta yang tidak realistis, dan pencarian kesempurnaan, sambil mempertanyakan apakah keintiman sejati justru membutuhkan kerentanan dan ketidaksempurnaan. Secara visual, nuansa futuristik minimalis dengan pencahayaan lembut dan musik emosional akan memperkuat kontras antara cinta buatan dan perasaan yang autentik.
Baca Juga: 15 Deretan Drakor Dewasa 21 Tahun ke Atas Terbaru Temani Awal 2026, Paling Hits dan Populer!
Sejak pengumuman casting, antusiasme melonjak di media sosial, dengan penggemar kedua aktor dengan antusias menantikan kolaborasi ini. Bagi pendukung Jisoo, proyek ini mewakili tonggak penting dalam evolusinya sebagai aktris di luar karier musiknya, sementara penonton setia Seo In Guk melihat peran ini sebagai tantangan segar yang membedakannya dari penampilan sebelumnya.
Kolaborasi antara seorang idola global yang beralih menjadi aktris dan aktor berpengalaman semakin meningkatkan daya tarik drama ini, dengan chemistry mereka di layar menjadi salah satu elemen paling dinantikan dalam seri ini.
Pada akhirnya, Boyfriend on Demand lebih dari sekadar cerita tentang memesan pasangan melalui aplikasi. Drama ini menjadi refleksi tentang keinginan, kontrol, dan kerentanan yang muncul saat membuka hati. Dengan menggabungkan romansa, teknologi, dan refleksi diri, drama ini mengajukan pertanyaan yang menarik: apakah cinta benar-benar bisa diprogram, ataukah cinta hanya ada ketika dia lepas dari kendali kita?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Haykal Kamel/Magang
Editor: Dwi Lindawati








