JAKARTA, Tugujatim.id – Visinema Studios kembali menghadirkan karya film terbaru berjudul Na Willa yang dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada momen Lebaran 2026. Film ini merupakan adaptasi live-action dari buku anak karya penulis Reda Gaudiamo dan dibuat oleh tim kreatif yang sebelumnya sukses lewat film animasi Jumbo.
Akan Tayang di Bioskop, Mengenal Na Willa Lebih Dalam
Film Na Willa menjadi salah satu judul yang mencuri perhatian dalam deretan film Indonesia yang dijadwalkan tayang pada 2026. Mengusung imaji polos khas sudut pandang anak-anak, film garapan Visinema ini digadang-gadang menjadi film keluarga yang dinantikan penonton pada momen libur Lebaran 2026.
Cerita di Balik Layar Perjalanan Na Willa
Kisah Na Willa berfokus pada kehidupan seorang anak perempuan berusia lima tahun yang tumbuh di Surabaya pada era 1970-an. Digambarkan sebagai sosok yang berani dan penuh rasa ingin tahu, Na Willa menjalani kesehariannya di sebuah gang sempit di kawasan Krembangan, tidak jauh dari perlintasan rel kereta api. Dia lahir dari keluarga dengan latar belakang budaya yang beragam, dengan ibu berdarah pribumi dan ayah keturunan Tionghoa.
Na Willa diproyeksikan sebagai film keluarga yang menawarkan pengalaman berbeda. Alih-alih konflik besar atau cerita spektakuler, film ini mengangkat keseharian, ingatan masa kecil, dan keajaiban sederhana yang lahir dari sudut pandang anak.
Baca Juga: Daebak! Film Animasi Jumbo versi Korea Selatan Tayang Lebih Awal 18 Februari 2026
Dengan gaya penceritaan yang hangat dan visual yang berfokus pada detail sehari-hari, film ini menampilkan bagaimana seorang anak mengalami dan memahami perubahan di sekelilingnya, dari rasa ingin tahu yang besar hingga tantangan saat dunia yang dikenalnya mulai berubah.
Cerita Na Willa awalnya bukan ditulis untuk kebutuhan komersial, melainkan dari pengelaman personal. Reda Gaudiamo menulis kisah tersebut sebagai medium ekspresi pribadi, yang kemudian dibagikan melalui blog.
Naskah tersebut bahkan tidak pernah direncanakan untuk menjadi buku, apalagi diadaptasi menjadi film layar lebar. Proses kreatif yang tulus dan unik inilah yang kemudian menjadi salah satu kekuatan utama Na Willa.
Reda Gaudiamo sendiri mengaku tidak pernah membayangkan sejauh itu perjalanan Na Willa. Dalam konferensi pers film Na Willa yang digelar di kawasan Gelora, Jakarta Pusat, Kamis (12/02/2026), Reda menyampaikan bahwa sejak awal dia hanya menulis untuk menyampaikan apa yang ingin diceritakan.
“Ketika menulis Na Willa, saya tidak pernah berpikir dia akan jadi film. Bahkan jadi buku pun tidak. Karena saya hanya menulis apa yang saya ingin sampaikan, lalu saya siarkan lewat blog saya,” ujar Reda.
Antusiasme terhadap Na Willa turut diperkuat oleh rekam jejak tim kreatifnya. Film ini disutradarai oleh Ryan Adriandhy yang juga menangani penulisan skenario dalam debutnya sebagai sutradara live-action.
Dia kembali bekerja sama dengan Anggia Kharisma dan Novia Puspa Sari sebagai produser, tim yang sama di balik kesuksesan Jumbo. Keberhasilan Jumbo sebagai film animasi Indonesia dengan capaian penonton dan distribusi internasional membuat proyek ini sejak awal mendapat perhatian lebih.
Untuk pemeran utama, Na Willa diperankan oleh Luisa Adreena sebagai karakter utama, sementara Irma Rihi dan Junior Liem turut bermain sebagai orang tua tokoh utama dalam film ini. Selain itu, film ini juga menampilkan sejumlah aktor dan aktris pendukung lainnya yang memperkaya narasi cerita keluarga yang ditampilkan.
Adaptasi Visual dan Pendekatan Kreatif
Produser Na Willa, Anggia Kharisma, menekankan bahwa film ini dirancang untuk menjadi tontonan yang hangat bagi seluruh keluarga, terutama sebagai pilihan hiburan saat libur Lebaran. Dia mengatakan bahwa Na Willa ingin mengajak penonton “mengingat kembali bagaimana rasanya melihat dunia dari sudut pandang anak-anak yang jujur, penuh rasa ingin tahu, dan imajinatif”.
Sutradara Ryan Adriandhy juga menambahkan bahwa film ini mencoba menyuguhkan cerita yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengangkat realitas kecil kehidupan anak-anak yang sering luput diperhatikan oleh orang dewasa. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan pengalaman sinematik yang intim dan resonan untuk penonton lintas generasi.
Dalam versi filmnya, Na Willa akan memadukan live action dan animasi. Pendekatan ini dipilih untuk menerjemahkan sudut pandang anak yang menjadi pusat cerita. Elemen animasi digunakan untuk menggambarkan imajinasi, emosi, dan cara tokoh utama memaknai dunia di sekitarnya.
Perpaduan dua medium ini menjadi tantangan sekaligus pembeda bagi Na Willa. Alih-alih mengandalkan visual yang sepenuhnya realistis, film ini berupaya menghadirkan pengalaman yang dekat dengan cara anak-anak melihat dan merasakan kehidupan sehari-hari.
Target Tayang dan Ekspektasi Penonton
Na Willa akan mulai tayang di seluruh jaringan bioskop Indonesia pada periode Lebaran 2026, momen yang biasanya menjadi saat berkumpulnya keluarga untuk menikmati hiburan bersama. Banyak pihak dalam industri film memandang waktu ini sebagai salah satu kesempatan terbaik untuk film keluarga seperti Na Willa mencapai audiens yang luas di tengah liburan panjang.
Baca Juga: 13 Deretan Film Bioskop Terbaru Tayang Februari 2026, Ini Jadwalnya!
Para kreator berharap agar Na Willa tidak hanya menjadi tontonan yang menyenangkan, tetapi juga membuka ruang dialog mengenai dunia anak dan cara kita memahami kehidupan sehari-hari yang penuh keajaiban kecil.
Dengan tema yang hangat, kisah yang dekat dengan pengalaman masa kecil, serta dukungan tim kreatif yang berpengalaman, Na Willa diproyeksikan menjadi salah satu film keluarga yang dinantikan pada Lebaran 2026. Film ini akan mengajak penonton memaknai kembali sisi sederhana kehidupan melalui mata seorang anak, sebuah perspektif yang tak hanya menyentuh tetapi juga penuh keajaiban kecil.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Maulida N./Magang
Editor: Dwi Lindawati








