• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
berantas stunting

Direktur RSD dr Soebandi I Nyoman Semita: miliaran rupiah digelontorkan untuk pengadaan susu formula, RSD dr Soebandi jemput bola berantas stunting. (Foto: Diki Febrianto)

RSD dr Soebandi Jemput Bola Berantas Stunting, Gelontor Miliaran Rupiah untuk Susu Formula

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
4 months ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

JEMBER, Tugujatim.id – Rumah Sakit Daerah (RSD) dr Soebandi mencanangkan strategi inovatif melalui pelayanan kesehatan yang mendatangi langsung setiap keluarga untuk memberantas stunting.

Anggaran yang disiapkan mencapai hampir dua miliar rupiah, seluruhnya dialokasikan untuk menyediakan formula nutrisi bagi anak-anak balita.

You might also like

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

13/06/2026 8:58 AM
Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

12/06/2026 8:54 PM

Menurut Direktur RSD dr Soebandi I Nyoman Semita, konsep layanan jemput bola ini diproyeksikan mampu mengembalikan kondisi fisik delapan dari sepuluh anak yang mengalami hambatan pertumbuhan menjadi normal dalam periode 90 hari.

“Proyeksi kami menunjukkan mayoritas peserta program dapat mencapai standar pertumbuhan yang sehat. Sebagian kecil yang tersisa umumnya terkendala masalah kesehatan sejak lahir, seperti kondisi kelahiran prematur atau gangguan kongenital,” jelasnya pada Jumat (13/2/2026).

Implementasi program dilakukan di wilayah Kecamatan Jombang dan Tanggul, menargetkan kurang lebih 500 anak balita. Masing-masing peserta memperoleh pasokan 24 kemasan susu bernutrisi sepanjang durasi program berlangsung.

Perhitungan awal menunjukkan kebutuhan pengadaan susu formula saja menyentuh angka Rp1,8 miliar. Belum termasuk komponen pembiayaan lain seperti mobilisasi petugas medis, logistik operasional, serta program pendampingan orang tua.

dr Nyoman menjelaskan, metode ini dipilih karena hambatan akses yang dialami masyarakat terhadap fasilitas rumah sakit.

“Berkunjung ke rumah sakit berarti orang tua harus menunggu antrian panjang, mengeluarkan ongkos perjalanan, belum lagi mengatasi tingkah anak yang rewel. Semua kendala itu kami eliminasi dengan mendatangi mereka di tempat tinggal,” paparnya.

Setelah berjalan sekitar 45 hari, evaluasi awal menunjukkan perkembangan yang menggembirakan pada kondisi fisik para balita peserta program. Secara rata-rata, terjadi penambahan massa tubuh sekitar satu kilogram, sementara pertumbuhan tinggi badan mencapai 1,5 hingga 2 sentimeter.

Capaian ini memberikan keyakinan kepada manajemen bahwa sasaran 90 hari dapat terealisasi, dengan catatan konsistensi pemberian asupan nutrisi tetap terpelihara dengan baik.

Namun demikian, hambatan terbesar justru muncul dari aspek sosial budaya. Anggapan negatif seputar stunting membuat sejumlah keluarga menolak keterlibatan anak mereka dalam program ini.

Di lapangan, tim juga menemukan kasus di mana bantuan susu yang diberikan tidak dikonsumsi secara konsisten.
Untuk mengatasinya, pihak rumah sakit menggandeng berbagai elemen masyarakat mulai dari bidan desa, aktivis kesehatan, pengurus lingkungan RT/RW, hingga Pembina keamanan (Babinsa) untuk memastikan pengawasan konsumsi nutrisi.

“Tanpa konsumsi yang teratur, hasil tidak akan maksimal. Karena itu pengawasan hingga tingkat grass root sangat krusial,” tegasnya.

Tim lapangan juga memanfaatkan kesempatan ini untuk mengumpulkan informasi terkait penyebaran tuberkulosis, mengingat prevalensi penyakit ini cukup tinggi di wilayah Jember. Informasi yang terkumpul nantinya akan dianalisis secara akademis sebagai landasan perumusan kebijakan kesehatan regional.

Eksekusi program dilakukan bertahap dengan siklus tiga bulanan per wilayah kecamatan. Setelah penyelesaian di dua lokasi perdana, rencana perluasan ke kecamatan-kecamatan lain akan dilakukan.

Tim yang dikerahkan terdiri dari berbagai profesi medis termasuk dokter spesialis, dokter pendidikan, perawat, bidan, ditunjang oleh organisasi internal rumah sakit.

“Inisiatif ini kami harapkan menjadi paradigma baru dalam penanganan stunting, mengubah sistem menunggu pasien datang menjadi layanan kesehatan yang aktif mendatangi masyarakat di wilayah mereka,” tutup dr Nyoman.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

 

Reporter: Diki Febrianto

Editor: Darmadi Sasongko

Tags: JemberKabupaten JemberPemkab JemberStunting di Jember
Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

by Dwi Linda
13/06/2026 8:58 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Sabtu (13/06/2026) didominasi hujan ringan, udara kabur, dan kondisi berawan di berbagai wilayah....

Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:54 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Operasi pencarian terhadap santri asal Kabupaten Kediri yang terseret ombak di Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung,...

Bediding

Fenomena Bediding 2026: Kenapa Suhu Malam hingga Dini Hari Terasa Lebih Dingin Saat Musim Kemarau?

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:22 PM
0

Tugujatim.id - Masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia bagian selatan mulai merasakan perubahan suhu udara yang lebih dingin dalam beberapa hari...

DPRD Surabaya.

Warga Ketar-ketir, DPRD Surabaya Tegaskan Kenaikan Pertamax Bukan Alasan Utama Harga Barang Naik

by Dwi Linda
12/06/2026 6:33 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Menyikapi kenaikan harga Pertamax, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya melihat adanya penyesuaian tersebut tidak serta...

Next Post
Harga Cabai

Harga Cabai Rawit dan Telur Ayam Masih Bertengger Jelang Ramadan

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID