Tugujatim.id – Mantan Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad dilaporkan gugur dalam serangan udara yang menghantam kawasan permukiman di distrik Narmak, timur laut Teheran pada Minggu (01/03/2026).
Namun, klaim tersebut segera dibantah oleh pihak yang disebut sebagai perwakilan atau lingkaran politiknya. Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Iran maupun dari militer Israel terkait kabar tersebut.
Laporan awal mengenai kematian Ahmadinejad pertama kali beredar melalui media Iran yang menyebut kediamannya menjadi salah satu titik yang terdampak serangan.
Kantor berita ILNA (Iranian Labour News Agency) menyebutkan bahwa serangan menghantam rumah Ahmadinejad di Narmak dan mengklaim ia tewas bersama sejumlah pengawalnya.
Informasi tersebut dengan cepat menyebar ke berbagai media regional dan internasional, yang mengutip sumber-sumber Iran tanpa menyertakan konfirmasi independen tambahan.
Beberapa laporan menyebut serangan itu sebagai bagian dari rangkaian operasi militer yang lebih luas yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Tidak lama setelah laporan itu beredar, pihak yang dikaitkan dengan partai atau jaringan politik Ahmadinejad membantah kabar kematiannya.
Mantan Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad masih hidup dan tidak terluka, sebagaimana pernyataan yang diberikan oleh seorang penasihat dekatnya kepada Anadolu Agency.
Dalam wawancara singkat dengan Anadolu, penasihat itu — yang berbicara dengan syarat anonim — menyatakan secara eksplisit:
“Saya masih berhubungan dengannya. Semuanya baik-baik saja,” kata sumber tersebut.
Menurut sumber tersebut, serangan udara yang terjadi sebelumnya memang menghantam sebuah bangunan yang terkait dengan unit keamanan Mantan Presiden tersebut.
“Sebuah bangunan yang terkait dengan tim pengamanannya diserang kemarin. Tiga pengawalnya — yang merupakan anggota IRGC — tewas. Sementara itu, kediaman pribadinya tidak terdampak dan tidak menjadi sasaran, meskipun hanya berjarak sekitar 100 meter dari bangunan tersebut,” ungkapnya.
Dengan kata lain, kata penasihat tersebut, Ahmadinejad tidak berada di kediamannya saat serangan berlangsung, dan rumahnya tidak menjadi sasaran langsung meskipun bangunan di sekitarnya terkena hantaman.
Keterangan ini muncul di tengah laporan yang beredar dari sejumlah media internasional dan regional yang menyebut bahwa Ahmadinejad tewas bersama para pengawalnya ketika sebuah serangan udara menimpa kediamannya di distrik Narmak, Teheran.
Laporan itu diambil dari kantor berita Iran yang dekat dengan pemerintah, seperti ILNA, yang menyatakan Ahmadinejad beserta pengawalnya tewas akibat serangan tersebut.
Sementara itu, hingga berita ini ditulis, tidak terdapat pernyataan resmi dari pemerintah Iran yang mengonfirmasi atau membantah secara langsung laporan kematian mantan presiden tersebut.
Di sisi lain, militer Israel, termasuk Israel Defense Forces (IDF), juga belum mengeluarkan pernyataan publik yang secara eksplisit menyebut nama Ahmadinejad atau mengonfirmasi bahwa ia menjadi target dalam operasi tersebut.
Latar Belakang Singkat Figur Ahmadinejad
Mahmoud Ahmadinejad menjabat sebagai Presiden Iran selama dua periode, dari 2005 hingga 2013. Masa kepemimpinannya ditandai oleh meningkatnya ketegangan antara Iran dan negara-negara Barat, khususnya terkait program nuklir Iran dan kebijakan luar negeri Teheran.
Ahmadinejad dikenal luas karena retorika kerasnya terhadap Israel serta kritik tajam terhadap kebijakan Amerika Serikat di Timur Tengah. Di bawah kepemimpinannya, Iran menghadapi peningkatan sanksi internasional yang berdampak signifikan pada perekonomian negara tersebut.
Meski tidak lagi menjabat sebagai presiden, Ahmadinejad tetap menjadi figur politik yang dikenal luas di dalam dan luar negeri. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, perannya dalam struktur pemerintahan Iran tidak berada pada posisi eksekutif atau militer aktif.
Karena itu, jika laporan mengenai dirinya menjadi korban serangan terbukti benar, pertanyaan mengenai motif dan signifikansi strategisnya kemungkinan akan menjadi sorotan lebih lanjut. Sejauh ini, tidak ada indikasi publik bahwa ia memegang peran operasional dalam struktur keamanan atau militer Iran saat ini.
Situasi Masih Berkembang
Media dan pengamat internasional menunggu klarifikasi lebih lanjut dari pemerintah Iran atau pernyataan resmi dari pihak Israel. Perkembangan situasi ini diperkirakan akan menjadi perhatian luas, mengingat posisi Ahmadinejad sebagai mantan kepala negara dan simbol periode konfrontasi Iran dengan Barat.
Untuk saat ini, laporan mengenai kematiannya tetap dikategorikan sebagai klaim yang belum terverifikasi, dengan bantahan yang juga telah disampaikan oleh pihak yang disebut mewakili lingkaran politiknya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Penulis: Maulida N/ Magang
Editor: Darmadi Sasongko








