Tugujatim.id – Klaim Mahmoud Ahmadinejad meninggal dunia beredar luas di media sosial dalam beberapa hari terakhir. Namun, klaim-klaim tersebut tampaknya tidak berdasar.
Bukti yang menunjukkan bahwa mantan Presiden Iran tersebut masih hidup muncul setelah pesan belasungkawa yang menggunakan namanya diterbitkan di situs web politik resminya, yang secara langsung menanggapi tragedi nasional besar.
Setelah kabar tersebut dibantah oleh Partai Dalote Bahar, mantan presiden Iran itu kembali menjadi sorotan.
Bukan lewat konferensi pers atau kemunculan publik di kamera, melainkan lewat sesuatu yang lebih tenang namun cukup tegas yakni sebuah pesan belasungkawa yang dipublikasikan di situs resmi partainya. Pesan itu diposting pada telegram resmi Dolate Bahar, Ahmadinejad.
“𝘋𝘳. 𝘈𝘩𝘮𝘢𝘥𝘪𝘯𝘦𝘫𝘢𝘥 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘳𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢 𝘱𝘦𝘳𝘪𝘯𝘨𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘮𝘢𝘵𝘪𝘢𝘯 𝘗𝘦𝘮𝘪𝘮𝘱𝘪𝘯 𝘛𝘦𝘳𝘵𝘪𝘯𝘨𝘨𝘪 𝘙𝘦𝘷𝘰𝘭𝘶𝘴𝘪
𝘋𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘯𝘢𝘮𝘢 𝘈𝘭𝘭𝘢𝘩 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘔𝘢𝘩𝘢 𝘗𝘦𝘯𝘨𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘥𝘢𝘯 𝘔𝘢𝘩𝘢 𝘗𝘦𝘯𝘺𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘈𝘬𝘶 𝘮𝘪𝘭𝘪𝘬 𝘈𝘭𝘭𝘢𝘩 𝘥𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘥𝘢-𝘕𝘺𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘮𝘣𝘢𝘭𝘪. 𝘋𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘯𝘶𝘩 𝘱𝘦𝘯𝘺𝘦𝘴𝘢𝘭𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘯 𝘥𝘶𝘬𝘢 𝘤𝘪𝘵𝘢, 𝘬𝘦𝘮𝘢𝘵𝘪𝘢𝘯 𝘗𝘦𝘮𝘪𝘮𝘱𝘪𝘯 𝘛𝘦𝘳𝘵𝘪𝘯𝘨𝘨𝘪 𝘙𝘦𝘱𝘶𝘣𝘭𝘪𝘬 𝘐𝘴𝘭𝘢𝘮 𝘥𝘢𝘯 𝘢𝘯𝘨𝘨𝘰𝘵𝘢 𝘬𝘦𝘭𝘶𝘢𝘳𝘨𝘢𝘯𝘺𝘢, 𝘴𝘦𝘭𝘶𝘳𝘶𝘩 𝘱𝘦𝘫𝘢𝘣𝘢𝘵 𝘥𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘳𝘸𝘪𝘳𝘢 𝘮𝘪𝘭𝘪𝘵𝘦𝘳, 𝘱𝘢𝘳𝘢 𝘱𝘦𝘭𝘢𝘫𝘢𝘳 𝘥𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘬𝘦𝘭𝘰𝘮𝘱𝘰𝘬 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨, 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘴𝘦𝘳𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘦𝘫𝘢𝘮 𝘥𝘢𝘯 𝘵𝘢𝘯𝘱𝘢 𝘱𝘳𝘦𝘴𝘦𝘥𝘦𝘯 𝘰𝘭𝘦𝘩 𝘈𝘮𝘦𝘳𝘪𝘬𝘢 𝘥𝘢𝘯 𝘐𝘴𝘳𝘢𝘦𝘭 𝘵𝘦𝘳𝘩𝘢𝘥𝘢𝘱 𝘴𝘦𝘭𝘶𝘳𝘶𝘩 𝘳𝘢𝘬𝘺𝘢𝘵, 𝘬𝘦𝘳𝘢𝘣𝘢𝘵, 𝘥𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘭𝘶𝘢𝘳𝘨𝘢 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢, 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘢𝘮𝘱𝘢𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘭𝘢𝘴𝘶𝘯𝘨𝘬𝘢𝘸𝘢. 𝘚𝘦𝘭𝘢𝘪𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘶𝘵𝘶𝘬 𝘵𝘪𝘯𝘥𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘭𝘢𝘯𝘨𝘨𝘢𝘳 𝘩𝘶𝘬𝘶𝘮 𝘪𝘯𝘵𝘦𝘳𝘯𝘢𝘴𝘪𝘰𝘯𝘢𝘭 𝘪𝘯𝘪 𝘥𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘮𝘪𝘯𝘵𝘢 𝘱𝘦𝘯𝘨𝘩𝘦𝘯𝘵𝘪𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘨𝘦𝘳𝘢 𝘴𝘦𝘳𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘳𝘴𝘦𝘣𝘶𝘵, 𝘴𝘢𝘺𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘰𝘩𝘰𝘯 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘛𝘶𝘩𝘢𝘯 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘦𝘳𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘳𝘢𝘩𝘮𝘢𝘵 𝘥𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘯𝘨𝘢𝘮𝘱𝘶𝘯𝘢𝘯 𝘣𝘢𝘨𝘪 𝘱𝘢𝘳𝘢 𝘮𝘢𝘳𝘵𝘪𝘳, 𝘴𝘦𝘳𝘵𝘢 𝘱𝘦𝘳𝘴𝘢𝘵𝘶𝘢𝘯, 𝘩𝘢𝘳𝘮𝘰𝘯𝘪, 𝘬𝘦𝘴𝘢𝘵𝘶𝘢𝘯, 𝘥𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘴𝘦𝘭𝘢𝘮𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘣𝘢𝘨𝘪 𝘳𝘢𝘬𝘺𝘢𝘵 𝘐𝘳𝘢𝘯.” demikian dikutip dari telegram @dolatebahar_admin (01/03/2026, 23:08).
Kabar tentang kematian Ahmadinejad telah menyebar dengan cepat di media sosial, didorong oleh postingan yang belum terverifikasi dan komentar spekulatif.
Namun kemunculan pernyataan resmi di situs web partainya menunjukkan bahwa ia masih hidup dan tetap aktif secara politik.
Ahmadinejad sendiri menjabat sebagai presiden Iran dari 2005 hingga 2013, tetap menjadi figur kontroversial dalam politik domestik maupun internasional. Selama masa kepresidenannya, ia dikenal karena retorika konfrontatifnya terhadap negara-negara Barat dan posisinya yang keras terkait program nuklir Iran.
Ahmadinejad pertama kali dikenal secara nasional sebagai walikota Tehran sebelum terpilih sebagai presiden pada tahun 2005. Masa jabatannya ditandai dengan ketegangan yang meningkat antara Iran dan pemerintah Barat, terutama terkait sanksi dan negosiasi nuklir.
Setelah meninggalkan jabatannya pada tahun 2013, ia tetap aktif dalam politik Iran, meskipun pengaruhnya berfluktuasi di tengah pergeseran aliansi dan dinamika politik internal.
Pesan belasungkawa tersebut berfungsi tidak hanya sebagai pernyataan politik tetapi juga sebagai bukti tidak langsung bahwa ia masih hidup. Pesannya yang dilengkapi dengan doa, kecaman politik, dan tanda tangan pribadi, menunjukkan adanya komunikasi berkelanjutan dari Ahmadinejad atau kantornya.
Tidak ada pengumuman resmi dari otoritas Iran yang mengonfirmasi kematiannya. Saat berita ini ditulis, belum ada bukti kredibel yang mendukung laporan bahwa Ahmadinejad telah meninggal dunia.
Sebaliknya, perkembangan terbaru yang terkait dengannya adalah penerbitan pesan belasungkawa ini yang menanggapi tragedi nasional besar dan mengecam agresi asing.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Penulis: Haykal Kamel/ Magang
Editor: Darmadi Sasongko








