• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Misyani, salah satu pedagang cabai di Pasar Besar Kota Batu. (Foto: M. Ulul Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Misyani, salah satu pedagang cabai di Pasar Besar Kota Batu. (Foto: M. Ulul Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Mobilitas Terbatas, Harga Cabai di Kota Batu Anjlok hingga Rp 10 Ribu Per Kilo

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

BATU, Tugujatim.id – Dalam sepekan terakhir, harga komoditas pertanian cabai di Kota Batu anjlok. Dari yang semula di angka Rp 25 ribu per kilogram, kini turun menjadi Rp 10 ribu per kilo. Penurunan harga ini bukan karena cuaca buruk, tapi akibat pembatasan mobilitas selama PPKM.

Hal ini diungkapkan Junaedi, 40, pihak penyuplai cabai di Pasar Besar Kota Batu. Dia mengatakan, anjloknya harga cabai ini dikarenakan banyak petani yang melakukan panen sebelum waktunya. Rata-rata mereka khawatir tidak bisa berpenghasilan selama PPKM.

You might also like

Bareng Rakyat.

Bareng Rakyat Rampungkan Kepengurusan di 31 Kecamatan Jember

21/07/2026 3:21 PM
Mahasiswa

Mahasiswa Asal Situbondo Tewas Terlindas Truk di Gending, Diduga Gagal Mendahului

21/07/2026 3:00 PM

”Ada pembatasan mobilitas itu ternyata menjadi kekhawatiran petani, akhirnya mereka memutuskan untuk memetik cabai sebelum masa panen,” kisah dia pada awak media, Selasa (07/09/2021).

Padahal, masa-masa ini adalah cuaca yang baik untuk tumbuh kembang tanaman cabai, bahkan melimpah. Namun, akibat pembatasan mobilitas dan menurunnya tingkat konsumsi masyarakat, membuat para petani ikut banting harga.

Sebagai pemasok cabai, pembatasan mobilitas selama masa PPKM memang berpengaruh. Belum lagi, penambahan syarat perjalanan seperti bukti hasil rapid test hingga sertifikat vaksin membuat biaya pengeluaran mereka ikut membengkak.

”Ya akhirnya, pasokan saya biasanya ke luar Jatim juga ikut berhenti. Sekarang saya terbatas melayani pengiriman di wilayah aglomerasi saja,” ungkap dia.

Junaedi memaparkan kondisinya saat ini adalah di mana hasil panen melimpah, tapi tingkat konsumsinya menurun. Imbasnya berpengaruh pada harga cabai.

”Sepanjang pengalaman saya, ini yang paling parah,” ujarnya.

Hal senada diakui pedagang cabai di Pasar Besar Kota Batu, Misyani, 42. Saat ini, kondisi stok cabai cukup melimpah jika dibanding dengan biasanya. Sebelumnya, dia hanya menurunkan 2-3 ton cabai.

”Tapi sekarang bisa sampai 4-5 ton sekali pasok, dengan harga bisa sampai Rp 8 ribu per kilogram minggu lalu,” kata dia pada reporter.

Namun, dengan harga yang murah, ternyata tidak berpengaruh terhadap tingkat konsumsi masyarakat. Dia mengatakan, daya belinya saat ini masih standar seperti biasa.

Tags: Berita harga cabaiKota BatuPasar Besar Kota BatuPedagang cabaiPetani cabai
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Bareng Rakyat.

Bareng Rakyat Rampungkan Kepengurusan di 31 Kecamatan Jember

by Dwi Linda
21/07/2026 3:21 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id - Organisasi kemasyarakatan Bareng Rakyat merampungkan pembentukan kepengurusan di seluruh 31 kecamatan di Kabupaten Jember, Minggu (20/07/2026). Pencapaian...

Mahasiswa

Mahasiswa Asal Situbondo Tewas Terlindas Truk di Gending, Diduga Gagal Mendahului

by Mochamad Abdurrochim
21/07/2026 3:00 PM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id - Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di Jalan Raya Desa Sebaung, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, Senin (20/07/2026) sekitar...

Muktamar

Pesantren Tambakberas Jombang Disterilkan, Golf Cart dan Becak Listrik Disiagakan untuk Muktamar NU

by Mochamad Abdurrochim
21/07/2026 11:17 AM
0

JOMBANG, Tugujatim.id – Alih-alih kendaraan bermotor, panitia gelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang...

Jawa Timur

Cuaca Jawa Timur Hari Ini Bikin Waspada, Dari Kabut Pekat hingga Hujan dan Angin Kencang Mengintai

by Mochamad Abdurrochim
21/07/2026 10:00 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Selasa (21/07/2026) bergerak dinamis dengan pola yang tidak merata di banyak daerah. Sejumlah...

Next Post
Aksi massa turun ke jalan menyuarakan tuntutan dalam 17 tahun kematian Munir di Jalan Veteran, Kota Malang, Selasa (07/09/2021). (Foto: M. Sholeh/Tugu Malang/Tugu Jatim)

17 Tahun Kematian Munir, Aktivis Kota Malang Tuntut Rezim Jokowi Serius Tuntaskan Kasus

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID