Tugujatim.id – Operasi Ketupat Semeru 2026 yang digelar Polda Jatim berhasil menekan angka kecelakaan di tol Jatim dengan penurunan sebesar 37% menjadi 1.939 kasus.
Begitu pun tingkat fatalitas juga ikut menurun dengan angka kematian sebesar 56,5% dan luka berat menjadi 4,55%.
Hal ini merupakan tanda pengelolaan Operasi Kerupat Semeru 2026 memiliki indikator positif.
Jumlah Pemudik Naik Signifikan
Data periode 13-25 Maret 2026 menunjukkan total kendaraan keluar-masuk mencapai 2.179.014 unit. Angka ini meningkat sebesar 18% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025.
Rincian peningkatan cukup signifikan terjadi di beberapa titik, seperti arteri perbatasan Magetan-Jawa Tengah dengan kenaikan kendaraan masuk hingga 514%. Sementara ruas tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi) menjadi salah satu jalur tol yang dilintasi sebanyak 525.463 kendaraan, mengalami lonjakan cukup tinggi dengan persentase 34%.
Indikator Positif Operasi Ketupat Semeru dan Tindak Lanjut KRYD
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast menyatakan bahwa kesuksesan Operasi Ketupat Semeru 2026 dapat dilihat dari penurunan angka kecelakaan lalu lintas hingga 37% dibanding sebelum operasi diselenggarakan.
“Sebelum Operasi Ketupat Semeru dilaksanakan, tercatat kejadian laka lantas di wilayah Jawa Timur ada 1.188 kejadian, dan selama 13 hari Operasi Ketupat Semeru ada 751 kejadian,” ujarnya.
Menindaklanjuti arus balik yang diperkirakan terjadi hingga (29/3/2026), Polda Jatim menyelenggarakan KRYD (Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan) pasca Operasi Ketupat Semeru 2026.
Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto MSi, juga ikut terjun untuk melaksanakan patroli udara menggunakan helikopter dalam kegiatan ini. Adapun rute yang dipantau melalui udara, antara lain sepanjang jalan nasional, baik jalan arteri maupun jalan tol dari Ngawi hingga Banyuwangi, serta lokasi-lokasi wisata.
Kecelakaan Lebih Banyak Terjadi di Jalan Arteri
Kecelakaan pada masa arus mudik/ balik lebaran 2026 didominasi oleh kendaraan roda dua. Hal ini sering kali terjadi akibat kelelahan pengemudi atau pelanggaran lalu lintas di jalur lintas provinsi.
Wilayah yang termasuk titik rawan kecelakaan meliputi jalur mudik utama di pantura (pantai utara) maupun pansela (pantai selatan) Jawa Timur. Beberapa insiden juga tercatat di ruas tol Trans Jawa wilayah Jatim, terutama akibat kecepatan tinggi atau microsleeping.
Daftar Kecelakaan di Ruas Tol Trans Jawa Selama Ramadan-Lebaran 2026
Kecelakaan lalu lintas dapat terjadi karena beberapa faktor, salah satunya pengendara yang kelelahan. Pengendara bisa saja mengalami microsleep atau refleks melambat saat berada di jalan lurus yang panjang.
Berikut ini adalah beberapa ruas tol yang memerlukan kewaspadaan ekstra ketika melewatinya.
1. Tol Solo-Ngawi KM 500-550
Terdapat 4 kasus laka lantas di sepanjang ruas tol Solo-Ngawi selama arus mudik/balik lebaran 2026. Berikut ini informasi lengkapnya.
– Selasa (17/3/2026)
Kecelakaan tunggal terjadi di KM 561 A, Desa Sidolaju, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi. Kecelakaan ini memakan korban 1 orang meninggal dunia dan 7 orang luka-luka.
– Rabu (18/3/2026)
Kecelakaan tunggal terjadi di KM 559A, tepatnya di Desa Karangbanyu, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi. Untungnya, kecelakaan mobil yang membawa 3 orang ini tidak memakan korban.
– Sabtu (21/3/2026)
Kecelakaan lalu lintas terjadi di ruas Tol Solo–Ngawi KM 566+700A, tepatnya di Desa Bangunrejo Kidul, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi. Insiden yang melibatkan bus Agra Mas dan truk bawang merah yang berhenti di bahu jalan ini mengakibatkan 1 korban meninggal dunia, sementara 31 lainnya mengalami luka-luka.
– Minggu (22/3/2026)
Tabrakan 2 mobil pribadi di Km 517+600, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar mengakibatkan 1 orang tewas dan 2 orang luka-luka.
2. Tol Ngawi-Kertosono KM 639
Laka lantas terjadi di ruas tol Ngawi-Kertosono KM 640 melibatkan 4 unit kendaraan dalam kecelakaan beruntun pada Selasa (24/3/2026) pukul 17.10 WIB. Beruntungnya, insiden ini tidak memakan korban jiwa.
3. Tol Gempol-Pasuruan KM 820-825
Sebuah mobil pribadi terguling karena menabrak truk pada Jumat (13/3/2026). Penyebab kecelakaan ini karena sopir mengantuk, dan beruntungnya sopir serta penumpang mobil hanya mengalami luka ringan.
4. Tol Jombang-Mojokerto KM 707
Kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi pada Minggu (1/3/2026) di ruas tol Jombang-Mojokerto, tepatnya di KM 707+400A arah Surabaya. Sebuah truk tangki bermuatan BBM jenis solar terperosok ke sungai di sisi jalan tol, dan menyebabkan pengemudinya mengalami luka berat.
5. Tol Surabaya-Mojokerto
Berikut ini beberapa kecelakaan yang terjadi di ruas tol Surabaya-Mojokerto pada masa ramadhan-lebaran 2026.
– Selasa (10/3/2026)
Kecelakaan tunggal sebuah pikap bermuatan makanan ringan terjadi di tol Surabaya-Mojokerto KM 729A. Insiden ini disebabkan oleh lepasnya ban belakang kendaraan, sehingga mobil oleng dan terguling di lajur lambat. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
– Selasa (17/3/2026)
Kecelakaan tunggal sebuah truk box yang mengangkut muatan mur dan baut terjadi di ruas tol Surabaya–Mojokerto KM 717A. Insiden ini terjadi karena truk mengalami patah as roda kiri belakang, kemudian oleng dan berakhir terguling di bahu jalan. Akibat kecelakaan tersebut, sopir mengalami luka ringan, sementara 2 penumpang lainnya selamat.
Selain beberapa ruas tol di atas, tol Waru-Manyar KM 7200 dan tol Waru-Pandaan KM 12A-15B juga menjadi titik rawan kecelakaan yang harus diwaspadai secara ekstra. Beruntungnya, tidak ada laporan kecelakaan di ruas tol tersebut selama arus mudik/balik lebaran 2026.
Ketaatan Lalu Lintas Pengendara Membantu Penurunan Kasus Laka Lantas
Tingkat kecelakaan yang terjadi juga dipengaruhi oleh faktor ketaatan berkendara oleh para pemudik. Mereka lebih bisa mengatur waktu perjalanan, mengetahui kapasitas perjalanan, beristirahat ketika lelah di rest area yang telah disediakan, hingga memanfaatkan kebijakan work from anywhere (WFA) agar tidak terjadi penumpukan kendaraan pada arus balik lebaran.
Di samping itu, bagi para pemudik yang tetap melanjutkan perjalanan saat terjadi kepadatan kendaraan juga berkontribusi membantu menurunkan angka kecelakaan sebab para pengendara akan lebih berhati-hati ketika ruas jalan padat.
Intinya, selalu taati peraturan lalu lintas dan ketahui kapasitas berkendara Anda agar perjalanan lebaran nyaman dan aman hingga sampai tujuan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Nur Laila Khoriroh
Editor: Darmadi Sasongko








