• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Lembah Dieng Pasuruan

Lembah Dieng Pasuruan dari sisi Timur di Pasuruan, Pada Jumat (1/4/2026) (Foto.Gloria Puspa Wardhana/Tugujatim)

Di Atas Luka Bumi Kita Berwisata! Lahan Bekas Tambang di Pasuruan Jadi Destinasi Wisata Viral

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
2 months ago
in Featured, Wisata
0
Share on FacebookShare on Twitter

PASURUAN,Tugujatim.id – Lembah Dieng, sebuah lokasi lahan bekas tambang di Pasuruan menjadi salah satu rekomendasi wisata lokal bagi masyarakat sekitar Jawa Timur.

Sebuah kenyataan, keindahan Lembah Dieng yang hijau tersebut merupakan bekas lahan pertambangan terbengkalai.

You might also like

Kampung Unik dan Kreatif Surabaya

Daftar Kampung Unik dan Kreatif Surabaya yang Penuh Cerita

04/06/2026 4:30 PM
Jatim Park 1.

Jatim Park 1 Masih Jadi Favorit Wisatawan, Wahana Ekstrem Dipadati Pengunjung saat Liburan

04/06/2026 9:37 AM

Pada Jumat, 3 April 2026, saya mengunjungi Lembah Dieng yang letak administratif berada di Dusun Dieng, Desa Jeruk Purut, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.

Lokasi ini merupakan salah satu rekomendasi destinasi wisata oleh para netizen di media sosial sebagai tempat healing yang wajib untuk dikunjungi.

Lembah Dieng
Kondisi Bebatuan yang tidak dapat dijangkau manusia di Lembah Dieng Pasuruan, Pada Jumat (1/4/2026)
(Foto.Gloria Puspa Wardhana/Tugujatim)

Lokasi ini menarik wisatawan karena hamparan hijau yang sangat luas serta indah dipandang. Sehingga cocok bagi masyarakat yang ingin mendapatkan pengalaman liburan bernuansa alam.

Sebagai ruang terbuka hijau yang luas, Lembah Dieng dinilai belum sepenuhnya aman untuk wisatawan. Karena lokasi lembah memiliki struktur tanah yang berbatu dan tidak rata, perlu untuk berhati-hati ketika mengunjungi tempat wisata ini.

Pada setiap pinggiran tebing tidak diberikan pagar pembatas untuk menjamin keselamatan pengunjung.

“Status tanah tersebut masih milik perusahaan. Sempat desa ingin mengajukan kerja sama sebagai pihak ketiga untuk dikelola menjadi tempat wisata, tetapi perusahaan sebagai pemegang hak atas tanah tidak berkenan,” jelas Sugeng, Carik (Sekretaris Desa) Desa Jeruk Purut.

Lembah Dieng Pasuruan
Lembah Dieng Pasuruan dari sisi Timur di Pasuruan, Pada Jumat (1/4/2026) (Foto.Gloria Puspa Wardhana/Tugujatim)

Melalui pernyataan ini dapat saya pahami bila wilayah tersebut tidak pernah ditetapkan secara resmi sebagai destinasi wisata.

Sejarah Tanah di Lembah Dieng

Menurut warga, tanah tersebut merupakan lahan bekas tambang galian C yang telah lama ditinggalkan oleh perusahaan.

Lembah Dieng dan lahan tambang sebelah barat adalah bekas tambang galian C. Perusahaannya ‘kukut’ (merugi).

“Lahan pertambangan di desa ini banyak, tidak hanya ada di Lembah Dieng. Namun kebetulan yang viral ya di sini,” jelas seorang warga di lokasi.

Viralnya Lembah Dieng disebabkan oleh konten-konten yang awalnya diupload oleh komunitas sepeda maupun komunitas motor trail. Karena keindahan panorama alam di media sosial, nama Lembah Dieng semakin dikenal sebagai destinasi pariwisata lokal.

Pengamatan saya selaras dengan pendapat warga tersebut terkait masih aktifnya kegiatan pertambangan di desa ini, karena sepanjang perjalanan menuju lokasi ditemukan banyak truk yang sedang beraktivitas membawa bahan-bahan hasil galian.

Sedikit cerita terkait sejarah tanah, pada awalnya wilayah tersebut adalah tanah milik warga yang dimanfaatkan sebagai lahan pertanian sawah tadah hujan untuk menanam jagung. Oleh karena dijual oleh penduduk kepada perusahaan, tanah tersebut berubah menjadi proyek galian C.

“Tambang tersebut sudah ada sejak lama, sejak zamannya Pak Soeharto sudah ada tambang itu. Bahkan sejak saya belum lahir proyek pertambangan di desa ini sudah ada,” tegas Carik Sugeng.

Satu hal yang menarik dari keterangan Carik Sugeng adalah terkait perubahan cara hidup warga sekitar oleh karena keberadaan tambang maupun pabrik yang beroperasi.

Carik Sugeng bercerita bahwa dulunya rata-rata pekerjaan warga desa di sini adalah petani, karena hadirnya proyek dan perusahaan maka daur hidup warga menjadi beralih ke sektor industri dan menjadi pekerja tambang. Tentu kenyataan ini menarik untuk ditelisik kembali, karena sesuai dengan realitas sosial yang terjadi di Indonesia bahwa kesuburan tanah dan keberlimpahan air tidak termanfaatkan dalam mendukung ketahanan pangan nasional serta meruntuhkan kearifan lokal.

Bekas Tambang Terbengkalai Dimanfaatkan Sebagai Destinasi Wisata

Lembah Dieng adalah kenyataan yang sangat disayangkan, yakni dari proses tambang yang ditinggalkan oleh pengelolanya.

Pasal 19-21 Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2010 tentang reklamasi pascatambang yang mewajibkan perusahaan melakukan reklamasi paling lambat 30 hari setelah aktivitas pertambangan berhenti.

Lembah Dieng
Lembah Dieng Pasuruan dari sisi Timur di Pasuruan, Pada Jumat (1/4/2026) (Foto.Gloria Puspa Wardhana/Tugujatim)

“Ada banyak lahan pertambangan di sini, mbak. Pokok sekitar lima proyek. Hampir sama bagus-bagus pemandangannya, tapi yang viral dan jangkauannya paling gampang adalah Lembah Dieng. Lalu oleh anak-anak karang taruna sekitar dimanfaatkan. Jalan diperbaiki, tadinya akses sepeda motor awalnya tidak bisa jadi bisa masuk, dibuat karcis untuk parkir juga. Kemudian Kepala Desa juga mengingatkan kalau ada apa-apa desa tidak dapat tanggung jawab jika misalnya ada yang jatuh,” jelas Carik Sugeng.

Sementara manusia sendiri selalu memiliki cara untuk bertahan, salah satunya dengan memanfaatkan lokasi bekas tambang menjadi bernilai ekonomi untuk warga.

Manusia juga punya cara mencari kebahagiaan, menikmati keindahan alam yang sejatinya hasil ketidakbertanggungjawaban manusia lain.

Semoga ini bukan pembenaran bagi manusia untuk berbuat kerusakan di bumi! Salam

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

 

Penulis: Gloria Puspa Wardhana/ Kontributor

Editor: Darmadi Sasongko

Tags: Kabupaten PasuruanPasuruanwisata alamWisata Alam Pasuruan
Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

Kampung Unik dan Kreatif Surabaya

Daftar Kampung Unik dan Kreatif Surabaya yang Penuh Cerita

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 4:30 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Selain terkenal sebagai kota Besar, Surabaya juga punya banyak perkampungan yang mana beberapa diantaranya memiliki julukan dan...

Jatim Park 1.

Jatim Park 1 Masih Jadi Favorit Wisatawan, Wahana Ekstrem Dipadati Pengunjung saat Liburan

by Dwi Linda
04/06/2026 9:37 AM
0

BATU, Tugujatim.id – Antrean panjang terlihat memenuhi pintu masuk Jatim Park 1, Kota Batu, sejak long weekend tiba. Destinasi wisata...

Kereta Malang Surabaya Juni 2026

Jadwal Kereta Malang Surabaya Juni 2026, Banyak Tiket Mulai Diburu Penumpang

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 5:13 PM
0

Tugujatim.id – Kereta Malang Surabaya Juni 2026 mulai menjadi perhatian banyak calon penumpang setelah pemesanan tiket bulan Juni resmi dibuka....

Cafe di Kabupaten Malang.

Bukan Cuma di Batu, Deretan Cafe di Kabupaten Malang Ini Punya Pemandangan Bikin Betah Berlama-lama Quality Time

by Dwi Linda
03/06/2026 12:02 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Ketika membahas tempat nongkrong di Malang, banyak orang biasanya langsung teringat deretan cafe yang berada di pusat...

Next Post
Deltras FC

Deltras FC Gagal Promosi ke Liga 1 BRI Super League Musim 2026–2027

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID