MALANG, Tugujatim.id – Pernikahan palsu di Malang antara Intan Anggraeni (29) dan pengantin ‘pria’, Yupi Rere alias Erfastino Reynaldi Malawat (36) membuat heboh banyak kalangan.
Kini, Yupi Rere yang dilaporkan pasangannya ke Polresta Malang Kota memalsukan dokumen identitas gendernya untuk proses pernikahan siri itu memberikan klarifikasi.
Intan secara dokumen sebagai warga Kecamatan Blimbing dan Yupi Rere warga Kota Batu.
“Saya tidak pernah mengaku ngaku laki laki, dari pertama kenal pun saya sudah bilang saya perempuan. Bahkan sebelum saya bilang itu, dia sudah tau,” kata Yupi Rere, melalui podcast Tugumalang.id pada Kamis (9/4/2026).
Ia bahkan menyebutkan bahwa keluarga Intan juga telah mengetahui identitas gendernya sebelum pernikahan siri itu terjadi. Untuk itu, ia membantah tuduhan bahwa identitas itu diketahui saat malam pertama.
Rere menceritakan pertama kali mengenal Intan di salah satu kafe Kota Batu pada awal Februari 2026 lalu hingga akhirnya menjalin hubungan asmara. Dikatakan, Intan juga sempat mengaku sudah pernah menjain hubungan sesama jenis sebelumnya.
Rencananya, pernikahan akan dilakukan setelah ia operasi ganti gender laki laki. Dikatakan, pengajuan ganti gender telah dilakukan di PN Jakarta Utara setelah hasil tes hormon di sebut menunjukkan lebih ke laki laki pada Maret 2026.
Namun pernikahan terjadi lebih awal dari rencana karena disebut ada ancaman bunuh diri. Setelah menikah, ia menyebut sempat tinggal selama 4 hari hingga akhirnya pulang.
Ia mengaku kaget tiba tiba ada pelaporan atas dugaan pemalsuan identitas gender ke Polresta Malang Kota pada 8 April 2026. Setelah disebut gendernya diketahui saat malam pertama.
“Dia bilang tau saat unboxing malam pertama, padahal saya saat itu gak ngapa ngapain,” kata dia.
Yupi menyebutkan bahwa ia kemudian juga melaporkan balik pihak Intan atas dugaan pencemaran nama baik ke Polres Batu di hari yang sama. Terlebih, banyak informasi miring mulai dari soal identitas palsu, intimidasi, ancaman penculikan, janji rumah dan mobil mewah hingga plesir ke Kamboja.
“Itu semua bohong,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: M Sholeh
Editor: Darmadi Sasongko








