TUBAN, Tugujatim.id – Kelangkaan gas LPG 3 kilogram di Kabupateb kian terasa. Tak sedikit pelaku usaha kecil kini harus kembali ke cara lama, yakni memasak dengan kayu bakar.
Kondisi ini dialami Rumini, pedagang gorengan di kawasan Wisata Pemandian Bektiharjo, Kecamatan Semanding. Dalam beberapa hari terakhir, ia kesulitan mendapatkan gas melon, padahal kebutuhannya cukup tinggi setiap hari.
“Tadi susah mas, saya ke mana-mana nyari LPG nggak dapat,” ujarnya.
Sebagai penjual gorengan, Rumini sangat bergantung pada gas LPG untuk menggoreng dagangannya. Namun karena stok yang sulit didapat, ia terpaksa mencari alternatif agar tetap bisa berjualan.
“Setiap hari kan goreng, harus pakai LPG. Kalau nggak ada ya terpaksa pakai kayu,” imbuhnya.
Menurutnya, kelangkaan ini sudah berlangsung hampir sepekan. Ia bahkan harus berkeliling dari satu pangkalan ke pangkalan lain, namun tetap tak mendapatkan hasil.
“Sudah beberapa hari ini susah. Saya sampai muter ke mana-mana, tapi nggak dapat,” keluhnya.
Selain langka, harga LPG 3 kilogram di tingkat pengecer juga ikut merangkak naik. Jika sebelumnya bisa didapat dengan harga Rp19 ribu, kini melonjak hingga Rp24 ribu sampai Rp30 ribu per tabung.
“Sekarang harganya nggak menentu, bisa sampai Rp30 ribu,” katanya.
Kenaikan harga dan kelangkaan ini membuat beban pedagang kecil semakin berat. Di satu sisi, mereka harus tetap berjualan demi mencukupi kebutuhan hidup, namun di sisi lain biaya operasional terus meningkat.
Beralih ke kayu bakar pun bukan tanpa kendala. Selain membutuhkan waktu lebih lama untuk memasak, asap yang dihasilkan juga cukup mengganggu, baik bagi pedagang maupun pembeli. Meski demikian, langkah itu terpaksa diambil agar usaha tetap berjalan.
Rumini berharap pemerintah segera mengambil langkah agar distribusi LPG 3 kilogram kembali normal, khususnya bagi masyarakat kecil yang sangat bergantung pada gas subsidi.
“Semoga saja segera normal lagi, biar kami bisa jualan seperti biasa,” harapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Mochamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko








