BLITAR, Tugujatim.id – Transparansi pengelolaan dana haji menjadi sorotan utama dalam kegiatan diseminasi yang digelar di Blitar, Sabtu (18/04/2026). Hal ini berdampak pada biaya haji jemaah Blitar.
Anggota Komisi VIII DPR RI An’im Falachuddin Mahrus atau Gus An’im membedah hasil pengembangan dana umat oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) yang mampu meringankan beban finansial jemaah secara signifikan.
Gus An’im menilai masyarakat perlu memahami alur manfaat dana yang dikelola BPKH. Salah satu bukti nyatanya adalah adanya subsidi biaya haji sehingga angka yang dibayarkan jemaah menjadi lebih terjangkau.
Baca Juga: 160 Calon Jemaah Haji Kota Blitar Gabung di Kloter 106, Jemaah Tertua Usia 80 Tahun
“Dulu total biaya haji (bipih) bisa mencapai Rp90 juta. Namun, berkat hasil pengembangan dana oleh BPKH, jemaah kini cukup membayar (Bipih) di kisaran Rp60 juta. Selisihnya ditopang dari nilai manfaat,” ujar Gus An’im kepada Tugujatim.id.
Di sisi lain, Gus An’im juga memastikan bahwa kenaikan harga avtur akibat situasi geopolitik di Timur Tengah tidak akan membebani kantong jemaah.
Tambahan biaya operasional pesawat tersebut telah diantisipasi dan akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah sehingga dipastikan tidak membebani jemaah maupun dana kelolaan di BPKH.
Optimalisasi Dana Umat dan Subsidi Biaya
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Kota Blitar Purnomo menjelaskan bahwa untuk embarkasi Jawa Timur, biaya penyelenggaraan ibadah haji (bipih) atau biaya riil sebenarnya mencapai Rp90 juta.
Namun, jemaah Blitar tidak perlu menanggung seluruh biaya tersebut karena adanya nilai manfaat dari BPKH sekitar Rp33 juta yang menutup selisihnya.
Baca Juga: 1.636 Calon Jemaah Haji Tuban Mulai Diberangkatkan Bertahap Akhir April
Dengan adanya subsidi tersebut, dia mengatakan, biaya yang menjadi tanggung jawab jemaah atau bipih menjadi lebih ringan. Purnomo merinci bahwa calon jemaah haji reguler pada akhirnya hanya perlu melunasi sebesar kurang lebih Rp32 juta saja.
“Melalui nilai manfaat tersebut, beban jemaah sangat terbantu. Jadi jemaah haji reguler di lapangan tinggal melunasi sekitar Rp32 juta saja,” ungkap Purnomo.
Dia berharap tokoh organisasi di Blitar dapat membantu menyosialisasikan alur dana pendaftaran ini agar dipahami jelas oleh masyarakat.
Keamanan Rute dan Antisipasi Dampak Global
Anggota Dewan Pengawas BPKH Yogashwara Vidyan mengatakan, pihaknya terus melakukan penyesuaian demi menjaga keamanan jemaah di tengah dinamika global. Salah satunya dengan mengupayakan rute penerbangan yang lebih aman dan minim transit di wilayah berisiko.
“Kami terus memperkuat koordinasi lintas sektor agar keamanan dan kenyamanan jemaah tetap terjaga. Harapannya, jemaah bisa menjalankan ibadah dengan aman dan tenang,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Moch. Luki Azhari
Editor: Dwi Lindawati








