KOTA BLITAR, Tugujatim.id – Insiden kecelakaan yang melibatkan KA Commuter Line Dhoho (KA 408) dengan truk Hino R10 bermuatan pasir terjadi di perlintasan sebidang JPL 190, Jalan Imam Bonjol, Selasa malam (28/04/2026). Satlantas Polres Blitar Kota kini tengah menyelidiki mendalam guna mengungkap penyebab pasti laka KA Dhoho vs truk di Blitar yang kemungkinan ada unsur kelalaian.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Blitar Kota Ipda Suratno memastikan bahwa dalam peristiwa yang terjadi sekitar pukul 21.45 WIB tersebut tidak ada korban jiwa.
Baca Juga: Detik-Detik KA Dhoho Tabrak Truk di Blitar, Saksi Mata Ungkap Kronologinya!
Pengemudi truk, Andung Guritno, 39, warga Desa Karangtalun, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, bersama penumpangnya, Muhammad Nazhri Eka, 24, warga Desa Jabang, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, dilaporkan selamat setelah berhasil keluar dari kendaraan sesaat sebelum benturan terjadi.
Kronologi: Mati Mesin saat Palang Menutup
Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi, kronologi bermula saat truk Hino bernopol DA 1898 TI melaju dari arah utara menuju selatan. Saat memasuki perlintasan JPL 190, sirene peringatan sebenarnya sudah berbunyi dan palang pintu sedang dalam proses turun.
Namun, posisi truk sudah terlanjur berada di area rel. Nahas, saat pengemudi berusaha melintas, truk bermuatan pasir penuh tersebut justru mengalami kendala teknis.

“Truk melaju dengan kecepatan sedang, namun saat berada di tengah perlintasan, mesinnya tiba-tiba mati atau mogok,” ungkap Ipda Suratno.
Di saat yang bersamaan, KA Commuter Line Dhoho melaju dari arah barat menuju timur. Menyadari bahaya mengancam, pengemudi segera turun dan berteriak meminta tolong.
Warga sekitar sempat berupaya membantu mendorong truk, namun karena beban muatan pasir yang terlalu berat, upaya tersebut gagal hingga akhirnya lokomotif menghantam kabin truk.
Polisi Dalami Unsur Kelalaian

Pihak kepolisian kini tengah mendalami apakah ada unsur kelalaian pengemudi yang tetap melaju saat sinyal bahaya sudah aktif atau murni kendala teknis kendaraan.
“Penyebab pastinya masih tahap penyelidikan. Kami perlu mengambil keterangan saksi-saksi dan pihak terkait. Untuk pengemudi sendiri saat ini kondisinya masih drop atau syok berat, sehingga kami menunggu pulih untuk pemeriksaan lebih lanjut,” tambahnya.
Dampak Kerusakan dan Evakuasi

Akibat benturan keras tersebut, bagian kabin truk Hino mengalami rusak parah atau ringsek total. Kerugian materiil ditaksir mencapai Rp10 juta. Tidak hanya itu, insiden laka KA Dhoho vs truk di Blitar ini berdampak serius pada operasional kereta api.
Baca Juga: Jadwal Kereta Surabaya-Malang Terbaru 2026: Simak Pilihan Jam, Harga Tiket, dan Fasilitasnya!
Pihak PT KAI menyatakan lokomotif KA Dhoho mengalami kerusakan teknis sehingga tidak dapat melanjutkan perjalanan relasi Blitar-Malang-Surabaya. Kereta harus tertahan untuk menunggu penggantian unit lokomotif (kepala kereta) yang baru dari stasiun terdekat.
Hingga pukul 23.45 WIB, petugas kepolisian dan warga masih berjibaku mengevakuasi. Petugas terpaksa menurunkan muatan pasir secara manual agar truk lebih ringan untuk ditepikan. Sementara di simpang tiga Jalan Imam Bonjol, lebih dari 5 truk gandeng muatan tebu macet pascainsiden tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Moch. Luki Azhari
Editor: Dwi Lindawati








