MALANG, Tugujatim.id – Aksi keliling dunia naik motor dari Malang bakal dilakukan Heri Cahyono alias Sam HC mulai 2 Mei 2026, dengan rute panjang melintasi 14 negara dan perjalanan yang memakan waktu hingga enam bulan.
Ekspedisi bertajuk Jelajah Bumi ini bukan sekadar perjalanan biasa. Sam HC ingin menguji batas fisik dan mentalnya dengan menempuh jalur darat ribuan kilometer bersama rekannya asal Semarang.
Rute yang disiapkan dimulai dari Indonesia menuju Malaysia, Thailand, Laos, hingga China. Perjalanan kemudian berlanjut ke kawasan Asia Tengah seperti Kazakhstan, Kirgizstan, Tajikistan, dan Uzbekistan. Dari sana, perjalanan dilanjutkan ke Iran dan Pakistan, dengan kemungkinan rute tambahan ke Irak dan Afghanistan. Beberapa negara lain seperti Armenia, Azerbaijan, hingga Arab Saudi juga masuk dalam opsi.
“Rencananya ada 14 negara, tapi di lapangan bisa saja berubah mengikuti situasi,” ujar Sam HC.
Dari seluruh rute tersebut, China menjadi salah satu tantangan terbesar. Selain jarak tempuh yang panjang hingga memakan waktu sekitar satu bulan, aturan kendaraan asing di negara tersebut juga cukup ketat.
“Masuk China itu administrasinya detail. Harus ada izin khusus, jadwal perjalanan jelas, sampai izin otoritas setempat,” jelasnya.
Baca Juga : Rimba Camp Jember: Harmoni Alam dan Petualangan di Lereng Argopuro
Berbagai persiapan administratif disebut sudah dilakukan. Namun, tantangannya tidak hanya datang dari aspek teknis. Kondisi fisik Sam yang akan keliling dunia naik motor dari Malang ini juga belum sepenuhnya pulih setelah mengalami cedera kaki akibat kecelakaan dua bulan lalu.
“Saat ini masih tahap pemulihan. Belum bisa lari, baru jalan. Tapi sekalian saja proses penyembuhannya di perjalanan,” katanya.
Meski begitu, pengalaman panjang di dunia petualangan menjadi modal penting. Sejak muda, Sam dikenal akrab dengan medan ekstrem, mulai dari gunung hingga hutan. Ia bahkan pernah menjalani perjalanan di hutan selama 16 hari tanpa jeda.
Pengalaman internasional juga pernah ia rasakan. Pada tahun 2017, Sam menempuh perjalanan sekitar 5.000 kilometer di kawasan Amerika, Kanada, dan Meksiko. Perjalanan lain dilanjutkan ke Eropa dengan rute Bosnia, Montenegro, Slovakia, hingga Italia.
Salah satu pengalaman paling membekas terjadi saat ia tersesat di kawasan Himalaya. Saat itu, ia terpisah dari rombongan dan masuk ke jalur yang salah hingga kehabisan bekal.
Tanpa sinyal dan navigasi, kondisi fisiknya sempat menurun drastis hingga pingsan. Namun ia berhasil bangkit dan melanjutkan perjalanan hingga menemukan organisasi warga.
“Saya hanya berbekal keyakinan. Akhirnya menemukan warga yang membantu meski terkendala bahasa,” kenangnya.
Dari pengalaman tersebut, ia belajar pentingnya persiapan dan keteguhan dalam menentukan arah di tengah situasi sulit.
Selain dikenal sebagai petualang, Sam juga berlatar belakang pengusaha. Ia membawa filosofi yang sama dalam perjalanan ini.
“Dalam kondisi sulit harus tetap bisa melihat peluang. Itu yang saya pegang, baik dalam usaha maupun perjalanan,” ujarnya.
Dengan membawa semangat dan tagar “Jangan Bilang Mamaku”, Sam HC bersiap memulai perjalanan keliling dunia naik motor dari Malang yang tidak hanya menembus batas geografis, tetapi juga menguji kekuatan diri.
“Ini bukan sekedar perjalanan jauh, tapi tentang keberanian dan keyakinan. Saya ingin ini jadi sejarah pribadi,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: M.
Editor: Mochamad Abdurrochim








