BOJONEGORO, Tugujatim.id – Pegadaian Bojonegoro optimistis kinerja produk Kredit Cepat Aman (KCA) dan layanan investasi emas akan terus tumbuh sepanjang 2026. Optimisme tersebut didorong oleh strategi digitalisasi layanan, penguatan edukasi keuangan, hingga kolaborasi bersama agen Pegadaian di berbagai wilayah.
Pemimpin Cabang (Pinca) Pegadaian Bojonegoro Eko Danarto mengatakan, pihaknya terus melakukan berbagai inovasi untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan minat masyarakat terhadap layanan gadai dan investasi emas.
Optimalkan Aplikasi Digital Tring! Saranan Transaksi Nasabah
Salah satu langkah utama yang dilakukan adalah mengoptimalkan penggunaan aplikasi digital Tring! sebagai sarana transaksi nasabah. Menurut dia, aplikasi tersebut kini menjadi salah satu fokus utama Pegadaian dalam memudahkan layanan kepada masyarakat.

“Melalui aplikasi Tring!, masyarakat bisa bertransaksi gadai KCA maupun transaksi emas dengan lebih praktis dan aman. Mulai dari menabung emas, mencicil emas, hingga pembayaran berbagai transaksi dapat dilakukan secara digital,” ungkap Eko Danarto.
Aktif Sosialisasi Aplikasi Tring! hingga Promo Menarik
Dia menjelaskan, Pegadaian Bojonegoro juga aktif sosialisasi penggunaan aplikasi tersebut kepada nasabah lama maupun calon nasabah baru. Upaya ini dilakukan agar masyarakat semakin terbiasa memanfaatkan layanan keuangan digital yang mudah diakses kapan saja.
Selain penguatan digitalisasi, Pegadaian juga menghadirkan berbagai promo menarik guna meningkatkan minat masyarakat terhadap produk emas. Sepanjang April hingga Mei 2026, Pegadaian memberikan diskon uang muka hingga Rp30 ribu per gram untuk pembelian emas tertentu melalui aplikasi Tring!.

Tidak hanya itu, tersedia pula potongan biaya administrasi bagi nasabah yang bertransaksi melalui aplikasi digital tersebut. Menurut Eko, promo menjadi salah satu strategi untuk menarik minat generasi muda agar mulai berinvestasi emas sejak dini.
“Kami ingin investasi emas semakin mudah dijangkau masyarakat, termasuk anak muda dan pekerja pemula. Dengan promo yang diberikan, masyarakat bisa mulai investasi dengan lebih ringan,” katanya.
Perkuat Edukasi Branding dan Literasi Keuangan
Di sisi lain, Pegadaian Bojonegoro juga memperkuat edukasi dan branding kepada masyarakat melalui kegiatan literasi keuangan. Tim penjualan Pegadaian aktif mendatangi kantor pemerintahan, sekolah, kampus, hingga komunitas masyarakat untuk memberikan pemahaman mengenai layanan keuangan dan investasi emas.
Menurut dia, edukasi tersebut penting karena masih banyak masyarakat yang belum memahami manfaat investasi emas maupun layanan gadai sebagai solusi keuangan jangka pendek yang aman dan legal.

“Kami terus membangun literasi keuangan agar masyarakat semakin memahami pentingnya pengelolaan keuangan dan investasi. Emas masih menjadi instrumen investasi yang cukup diminati karena nilainya cenderung stabil,” jelasnya.
Tak hanya fokus pada produk emas, Pegadaian Bojonegoro juga terus mengoptimalkan layanan KCA reguler yang selama ini menjadi produk inti perusahaan. Peningkatan kualitas layanan di outlet maupun layanan digital terus dilakukan agar proses gadai semakin cepat dan nyaman bagi nasabah.
Perluas Kolaborasi Berbagai Mitra
Selain itu, Pegadaian juga memperluas kolaborasi dengan berbagai mitra, termasuk Agen Pegadaian, guna memperkuat portofolio agunan emas serta layanan korporasi di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya.
Lebih lanjut, kondisi pasar saat ini turut memberikan peluang positif terhadap pertumbuhan bisnis Pegadaian. Prediksi kenaikan harga emas dinilai menjadi momentum bagi masyarakat untuk mulai berinvestasi maupun memanfaatkan layanan emas Pegadaian.
Baca Juga: Omset Produk Cicil Emas Pegadaian Bojonegoro Januari–April 2026 Tembus Rp9,6 Miliar
“Dengan strategi yang kami jalankan, ditambah tren harga emas yang diprediksi meningkat dan semakin dikenalnya Pegadaian di masyarakat. Kami optimistis kinerja produk KCA dan emas pada 2026 akan terus tumbuh positif,” pungkasnya.
Untuk diketahui, Pegadaian Jawa Timur berada di bawah koordinasi PT Pegadaian Kantor Wilayah (Kanwil) XII Surabaya yang membawahi tujuh deputy yakni Deputy bisnis area Surabaya 1, Deputy bisnis area Surabaya 2, Deputy bisnis area Pemekasan, Deputy Bisnis area Madiun, Deputy Bisnis Area Malang, Deputy Bisnis Area Probolinggo, Deputy Bisnis Area Jember. Sedangkan ada total 70 kantor cabang dan ribuan Unit Pembantu Cabang (UPC) di Jawa Timur, termasuk Pegadaian Cabang Bojonegoro. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Lizza Arnofia Choirunisa
Editor: Dwi Lindawati








