BLITAR, Tugujatim.id – Kisah inspiratif pasangan guru dan pedagang di Blitar yang berhasil mengamankan keamanan kursi haji lewat program Arrum Haji Pegadaian menjadi perhatian dalam seminar yang digelar Pegadaian Cabang Blitar di Hotel Puri Perdana, Jumat (8/5/2026). Pasangan suami istri asal Sutojayan, Kabupaten Blitar, Rudi (46) dan Eny (41), akhirnya mantap mendaftarkan diri setelah lama menyimpan impian berangkat ke Tanah Suci.
Raut haru dan bahagia tampak jelas dari wajah keduanya. Dengan memanfaatkan emas Antam seberat 7 gram sebagai jaminan, pasangan yang bekerja sebagai guru dan pedagang itu kini resmi terdaftar sebagai calon jemaah haji meski harus menghadapi masa tunggu sekitar 26 tahun.
“Ini termasuk mimpi dan doa yang sudah sejak lama, terutama suami. Terima kasih karena dapat ilmu banyak seputar perjalanan haji. Kegiatan seperti ini menyenangkan banget dan inspiratif, kami pun mantap langsung daftar berdua,” ungkap Eny penuh terima kasih.
Kerinduan ke Tanah Suci Jadi Semangat Baru
Kisah inspiratif lainnya datang dari Aswa (53), warga Jalan Veteran, Kota Blitar. Meski sudah pernah menunaikan ibadah haji pada tahun 2010 lalu, kerinduannya terhadap Tanah Suci membuatnya ingin kembali berangkat bersama sang anak.
Kali ini, Aswa memilih program Arrum Safar untuk perjalanan umrah dalam waktu dekat. Karena sudah memiliki aset emas di Pegadaian, ia hanya perlu menambah jaminan sesuai ketentuan.
“Alhamdulillah ini bisa membantu kawan-kawan kita yang pengen bisa berhaji dan umrah. Dengan keterbatasan dana, program dari Pegadaian sangat membantu. Saya Insyaallah mau umroh bersama anak saya lewat program Arrum Safar,” tuturnya.
Arrum Haji Pegadaian Bantu Masyarakat Amankan Kursi Haji
Pimpinan Cabang Pegadaian Blitar, Nanang Siswanto, menjelaskan bahwa program Arrum Haji dirancang untuk membantu masyarakat memperoleh jumlah porsi haji lebih cepat tanpa harus menunggu tabungan terkumpul puluhan juta rupiah.
“Nasabah cukup menyiapkan jaminan emas seberat 3,5 gram dengan akad Rahn. Dari jaminan itu, kami terbitkan pembiayaan Rp25 juta untuk setoran awal ke Kemenag agar porsi haji langsung terbit,” jelas Nanang.
Menurutnya, proses pengajuan Arrum Haji cukup mudah dan aman karena sesuai fatwa MUI serta berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Dengan cicilan mulai Rp669.500 per bulan hingga tenor 60 bulan, program tersebut dinilai dapat menjangkau berbagai kalangan profesi, mulai guru, pedagang, hingga pekerja informal lainnya.

Arrum Safar Permudah Masyarakat Berangkat Umrah
Nanang menjelaskan, Arrum Safar merupakan pembiayaan perjalanan religi seperti umrah dengan sistem jaminan emas senilai 25 persen dari total biaya perjalanan.
“Ke Tanah Suci tidak harus menunggu nanti, bersama Pegadaian bisa mulai hari ini. Nasabah bahkan bisa berangkat setelah angsuran ketiga,” ujarnya.
Ia mencontohkan, jika nasabah mengambil paket umroh seharga Rp30 juta, maka jaminan emas yang disimpan di Pegadaian senilai Rp7,5 juta. Jaminan tersebut nantinya akan dikembalikan utuh setelah seluruh angsuran lunas.
Sebagai bentuk apresiasi bagi masyarakat Blitar, Pegadaian juga memberikan promo cashback sebesar 2 persen atau sekitar Rp500 ribu bagi setiap pendaftar selama masa promo berlangsung.
Untuk program Arrum Safar, jadwal keberangkatan tersedia mulai 7 Juli hingga 1 Oktober 2026 dengan syarat cukup mudah, yakni memiliki paspor aktif dan jaminan emas.
“Program ini sangat fleksibel untuk perjalanan wisata religi lainnya ke berbagai belahan dunia melalui jaringan Go Halal Go,” pungkas Nanang.
Perlu diketahui, Pegadaian Jawa Timur berada di bawah koordinasi PT Pegadaian Kantor Wilayah (Kanwil) XII Surabaya yang membawahi tujuh deputi yakni Deputi Bisnis Area Surabaya 1, Deputi Bisnis Area Surabaya 2, Deputi Bisnis Area Pemekasan, Deputi Bisnis Area Madiun, Deputi Bisnis Area Malang, Deputi Bisnis Area Probolinggo, Deputi Bisnis Area Jember. Sedangkan ada total 70 kantor cabang dan ribuan Unit Pembantu Cabang (UPC) di Jawa Timur. (Adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Penulis: M. Luki Azhari
Editor: Mochamad Abdurrochim








