JOMBANG, Tugujatim.id – Terkuak! Misteri di balik penemuan seorang bayi perempuan yang diduga dibuang di teras rumah seorang warga di Dusun Beji, Desa Sawiji, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang. Ternyata, terduga pelaku siswi SMP di Jombang.
Polisi berhasil mengidentifikasi dua terduga pelaku pembuangan bayi yang sempat menggemparkan warga setempat pada Senin dini hari (18/05/2026). Yang mengejutkan, keduanya masih berstatus pelajar aktif.
Baca Juga: Bayi di Bululawang Malang Ditemukan Terbungkus Kresek Hitam, Kondisi Memburuk Meninggal di RSSA
Dua terduga pelaku tersebut adalah EK, 15, siswi kelas 3 SMP asal Kecamatan Sumobito; dan S, 17, pelajar kelas 2 SMA yang berdomisili di Kecamatan Mojoagung. Keduanya diduga merupakan pasangan yang terlibat langsung dalam kelahiran sekaligus pembuangan bayi tersebut.
Lahir tanpa Bantuan Medis
Kapolsek Jogoroto AKP M. Djulan mengungkapkan, bayi perempuan itu diduga dilahirkan oleh EK di wilayah Kecamatan Sumobito tanpa pendampingan tenaga medis maupun bidan. Proses persalinan hanya dibantu oleh S, sang pasangan.
“Bayi diduga dilahirkan oleh perempuan tersebut dengan bantuan pasangannya tanpa melibatkan tenaga medis,” terang AKP Djulan kepada awak media.
Setelah bayi lahir, keduanya kemudian membawa bayi itu meninggalkan Sumobito dan menuju Kecamatan Jogoroto, lalu sengaja meninggalkannya di halaman depan rumah milik Kasdolah, warga Dusun Beji, RT 010 RW 002, Desa Sawiji.
Ditemukan Menangis pada Dini Hari
Keberadaan bayi malang itu disadari sekitar pukul 00.30 WIB ketika Kasdolah mendengar suara tangisan bayi dari luar rumahnya. Saat diperiksa, dia mendapati seorang bayi yang masih hidup, terbungkus kain putih, terbaring di lantai halaman rumahnya.
Temuan itu segera dilaporkan kepada kepala Dusun Beji dan diteruskan ke Polsek Jogoroto. Petugas SPKT Polsek Jogoroto langsung mendatangi lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP). Tenaga medis dari Puskesmas Mayangan turut dipanggil guna memeriksa kondisi bayi.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bayi dalam kondisi hidup dengan tali pusar dan ari-ari masih menempel. Bayi selanjutnya dievakuasi menggunakan ambulans ke Puskesmas Mayangan untuk mendapatkan perawatan intensif.
Ibu Bayi Sempat Datangi Lokasi
Perkembangan kasus ini kian menyita perhatian ketika diketahui bahwa EK sempat mendatangi sendiri lokasi penemuan anaknya. Setelah mengetahui bayinya telah dirawat, dia kemudian menyusul ke Puskesmas Mayangan.
“Sekarang ibunya sudah berada di Puskesmas Mayangan,” ujar AKP Djulan.
Baca Juga: Warga Geger Temukan Mayat Bayi di Klojen Malang, Polisi Buru Terduga Pembuang
Proses Hukum Masih Dikaji
Meski pelaku telah teridentifikasi, polisi menyatakan masih mendalami terkait motif di balik tindakan pembuangan bayi tersebut. Langkah hukum lanjutan pun belum ditetapkan sambil menunggu arahan dari pimpinan.
“Kalau pembuangan bayi tentu ada unsur pidana, tetapi untuk langkah selanjutnya, kami masih menunggu perkembangan dan arahan pimpinan,” pungkas AKP Djulan.
Kasus ini menjadi pengingat keras akan pentingnya pendidikan seksual dan kesehatan reproduksi bagi remaja, serta perlunya sistem perlindungan sosial yang lebih kuat agar kejadian serupa tidak terulang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer : Anang Panca Kurniawan
Editor: Dwi Lindawati








