JEMBER, Tugujatim.id – Dima Akhyar kini dipercaya menjabat Direktur Umum dan Keuangan PDP Kahyangan Jember. Namun, sebelum masuk jajaran direksi perusahaan daerah tersebut, ia pernah menjalani berbagai pekerjaan, mulai dari sales buku, marketing asuransi, hingga penjual sepeda motor.
Pria kelahiran Jember, 6 Desember 1972 itu berasal dari keluarga pendidik. Ayah dan ibunya berprofesi sebagai guru sekolah dasar. Lingkungan keluarga yang dekat dengan dunia pendidikan membentuk kebiasaan membaca sejak kecil.
“Yang paling banyak di rumah itu lemari buku,” kata Dima, sapaannya .
Pendidikan Dima ditempuh di TK Al-Furqon, SD Kepatihan, SD Al-Furqon, SMP Negeri 3 Jember, dan SMA Negeri 2 Jember sebelum melanjutkan kuliah di Fakultas Hukum Universitas Jember.
Sejak muda, Dima aktif dalam berbagai organisasi, di antaranya Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Aktivisme yang dijalaninya pada era 1990-an ikut membentuk pandangannya terhadap demokrasi dan politik.
Saat masih kuliah, ia menikah dan mulai menghadapi tantangan ekonomi keluarga. Kondisi tersebut membuatnya harus bekerja sambil menyelesaikan pendidikan.
Baca Juga : Direksi Baru Perumda Kahyangan, Gus Fawait Minta Tak Sekadar Cari PAD
Pernah Jual Motor hingga Bangun Jaringan usaha
Berbagai profesi pernah dijalani Dima. Selain menjadi sales buku dan marketing asuransi, ia juga bekerja sebagai penjual sepeda motor dengan penghasilan sekitar Rp125 ribu per bulan.
“Waktu itu saya merasa seperti ditampar kenyataan,” sambungnya.
Kerja kerasnya membuahkan hasil. Pada 1996 hingga 1997, ia menjadi salah satu tenaga penjualan terbaik di perusahaan tempatnya bekerja dan dipercaya membantu pembukaan dealer baru di Bondowoso.
Namun krisis ekonomi 1998 mengubah banyak hal. Dima kembali harus beradaptasi dengan berbagai pekerjaan. Ia pernah menjadi kolektor kendaraan, pendamping petani, membangun jaringan pemasaran hasil pertanian ke Bali, bekerja di perusahaan leasing, hingga terlibat dalam usaha material bangunan.
Pengalaman tersebut membuatnya banyak bersentuhan langsung dengan persoalan ekonomi masyarakat.
Salah satu pengalaman yang paling membekas terjadi ketika anak pertamanya lahir melalui operasi sesar. Saat itu, ia mengaku sempat kebingungan memikirkan biaya rumah sakit.
“Aku pernah duduk sendiri di Masjid Rumah Sakit Kaliwates sambil mikir biaya persalinan,” jelas dia.
Dari Bawaslu, Politik Lokal, hingga PDP Kahyangan Jember
Dalam perjalanan berikutnya, Dima terlibat lebih jauh dalam demokrasi lokal. Ia dipercaya menjadi Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Jember periode 2013–2016.
Dari posisi itu, ia berhadapan langsung dengan berbagai dinamika politik daerah.
“Value sekarang mahal dalam politik,” terang Dima.
Namanya kemudian ikut mewarnai dinamika politik Jember. Ia bergabung dengan Partai Golkar dan aktif dalam konsolidasi politik daerah. Pada Pilkada 2024, Dima disebut menjadi bagian dari tim pemenangan pasangan Muhammad Fawait dan Djoko Susanto.
Setelah pasangan tersebut memenangkan Pilkada, Dima masuk dalam struktur Tim Percepatan Pembangunan dan Pengembangan Daerah Kabupaten Jember sebagai wakil ketua.
Belakangan, ia juga aktif menyuarakan pentingnya penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), kemandirian fiskal, dan transformasi digital dalam tata kelola perpajakan daerah.
“Pajak itu fondasi kemandirian daerah,” ujarnya dalam sebuah forum di Ambulu pada 2025.
Kini, Dima Akhyar menghadapi tantangan baru sebagai Direktur Umum dan Keuangan PDP Kahyangan Jember, perusahaan daerah yang memiliki peran strategis di sektor perkebunan. Di luar aktivitas formalnya, ia dikenal tetap dekat dengan dunia literasi, ruang diskusi anak muda, dan kegiatan membaca buku.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer : Feni Yusnia
Editor: Mochamad Abdurrochim








