TUBAN, Tugujatim.id – Pegadaian Tuban kini tidak hanya identik dengan layanan gadai cepat. Di tengah pertumbuhan usaha mikro yang terus berkembang, perusahaan pembiayaan tersebut mulai menjadi salah satu sandaran pelaku UMKM kecil untuk mendapatkan tambahan modal usaha.
Melalui layanan Kredit Usaha Rakyat (KUR), Pegadaian mencoba menjangkau pelaku usaha kecil dengan bunga ringan dan proses yang lebih mudah.
Bunga Ringan 3 Persen Pertahun
Pimpinan Cabang Pegadaian Tuban Thomas Wikono mengatakan, program KUR Pegadaian saat ini mulai banyak diminati masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro yang membutuhkan tambahan modal produktif.
“KUR kita bunga sekitar 3 persen per tahun dan tanpa jaminan,” ujarnya.
Menurut Thomas, pinjaman KUR Pegadaian bisa mencapai Rp50 juta dengan syarat utama penerima memiliki usaha produktif. Karena itu, program tersebut dinilai cukup membantu masyarakat kecil yang ingin mengembangkan usahanya.
“Yang penting ada usaha. Bisa usaha mikro kecil, perdagangan, dan lainnya,” katanya.
Thomas menjelaskan, selama ini masih banyak masyarakat yang belum mengetahui bahwa Pegadaian juga memiliki layanan pembiayaan usaha mikro. Sebab citra Pegadaian masih sering dikaitkan dengan tempat gadai barang saat kondisi mendesak.
Padahal, kata dia, Pegadaian kini memiliki berbagai layanan keuangan yang dapat dimanfaatkan seluruh lapisan masyarakat.
“Nah itulah yang terus kita edukasikan. Pegadaian sekarang bukan seperti dulu lagi,” jelasnya.
Pegadaian Kini Mampu Menjangkau Lebih Banyak Segmen Masyarakat
Thomas yang telah bekerja di Pegadaian sejak 1992 itu menuturkan, perubahan pola layanan dilakukan agar Pegadaian mampu menjangkau lebih banyak segmen masyarakat.
Selain pembiayaan usaha, Pegadaian juga aktif memperkenalkan tabungan emas dan cicilan emas kepada masyarakat. Edukasi dilakukan melalui sekolah, komunitas hingga kelompok masyarakat tingkat desa.
Menurutnya, literasi keuangan menjadi bagian penting dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045. Masyarakat tidak hanya diajak memahami pinjaman produktif, tetapi juga mulai dikenalkan dengan investasi jangka panjang.
“Sekarang kita masuk ke sekolah, komunitas, ibu-ibu PKK sampai pengajian,” ujarnya.
Tren investasi emas di Tuban sendiri mengalami peningkatan cukup besar sepanjang 2026. Bahkan target cicilan emas Pegadaian Tuban disebut telah mencapai sekitar 92 persen meski tahun berjalan baru memasuki bulan keempat.
Thomas menilai, kondisi tersebut menunjukkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan keuangan mulai tumbuh.
“Artinya masyarakat mulai sadar pentingnya investasi dan pengelolaan usaha,” pungkasnya.
Untuk diketahui, Pegadaian Jawa Timur berada di bawah koordinasi PT Pegadaian Kantor Wilayah (Kanwil) XII Surabaya yang membawahi tujuh deputy yakni Deputy bisnis area Surabaya 1, Deputy bisnis area Surabaya 2, Deputy bisnis area Pemekasan, Deputy Bisnis area Madiun, Deputy Bisnis Area Malang, Deputy Bisnis Area Probolinggo, Deputy Bisnis Area Jember. Sedangkan ada total 70 kantor cabang dan ribuan Unit Pembantu Cabang (UPC) di Jawa Timur. (Adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Editor: Mochamad Abdurrochim








