Tugujatim.id – Di tengah derasnya arus konten yang muncul setiap hari di TikTok, perhatian pengguna menjadi sesuatu yang sangat berharga. Banyak brand kini tidak lagi hanya fokus membuat iklan yang terlihat mewah, melainkan mencari cara agar konten mereka mampu menghentikan kebiasaan pengguna yang terus melakukan scroll dalam hitungan detik.
Fenomena ini membuat strategi marketing FYP TikTok terus berkembang sepanjang tahun 2026. Jika beberapa tahun lalu perusahaan lebih mengutamakan kualitas produksi yang tinggi, kini pendekatannya justru bergeser ke arah konten yang terasa lebih dekat, spontan, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari pengguna.
Perubahan perilaku audiens tersebut membuat banyak brand mulai meninggalkan pola promosi yang terlalu formal. Sebaliknya, mereka lebih memilih menghadirkan konten yang menghibur, memancing rasa penasaran, atau mengangkat topik yang sedang ramai diperbincangkan di media sosial.
Menariknya, algoritma TikTok saat ini juga semakin mengutamakan kualitas interaksi dibanding sekadar jumlah pengikut. Karena itu, akun bisnis dengan followers yang tidak terlalu banyak tetap memiliki peluang besar untuk masuk FYP apabila mampu menghasilkan konten yang menarik perhatian pengguna.
Berikut beberapa strategi marketing FYP TikTok yang banyak diterapkan brand pada tahun 2026
1. Membuat Pengguna Berhenti Scroll
Detik-detik pertama menjadi bagian paling penting dalam sebuah video TikTok. Karena itu, banyak brand mulai menampilkan bagian paling menarik di awal video agar pengguna tertarik untuk terus menonton.
Kalimat yang memancing rasa penasaran, visual yang unik, atau cuplikan hasil akhir sering digunakan untuk meningkatkan kemungkinan video ditonton hingga selesai.
Beberapa brand bahkan sengaja memulai video dengan pertanyaan yang sering dialami audiens, sehingga pengguna merasa konten tersebut relevan dengan kondisi mereka. Cara sederhana ini terbukti mampu meningkatkan retensi penonton dalam beberapa detik pertama.
2. Tidak Lagi Terlihat Seperti Iklan
Salah satu tren pemasaran yang cukup menonjol pada 2026 adalah munculnya konten promosi yang dibuat menyerupai video biasa.
Alih-alih langsung menawarkan produk, banyak brand memilih membagikan cerita, pengalaman pengguna, atau situasi sehari-hari yang dekat dengan target audiens. Cara ini membuat promosi terasa lebih alami dan tidak mengganggu pengalaman menonton.
Saat ini, banyak pengguna justru lebih tertarik pada konten yang terasa jujur dan apa adanya dibandingkan video yang terlalu sempurna. Karena itu, pendekatan yang lebih santai sering kali menghasilkan engagement yang lebih tinggi.
3. Memanfaatkan Rasa Penasaran Audiens
Konten yang mampu membuat pengguna bertanya-tanya biasanya memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan perhatian.
Beberapa brand sengaja menahan informasi penting hingga pertengahan video atau menggunakan judul yang memancing rasa ingin tahu agar audiens tetap bertahan hingga akhir tayangan.
Strategi ini cukup efektif karena algoritma TikTok sangat memperhatikan durasi tontonan. Semakin lama pengguna bertahan menonton sebuah video, semakin besar peluang konten tersebut direkomendasikan kepada pengguna lain.
4. Mengangkat Kebiasaan yang Dekat dengan Kehidupan Pengguna
Banyak video yang berhasil masuk FYP karena membahas hal-hal sederhana yang sering dialami masyarakat.
Mulai dari kebiasaan sehari-hari, masalah kecil yang relatable, hingga fenomena yang sedang ramai diperbincangkan dapat menjadi bahan konten yang efektif untuk membangun interaksi dengan audiens.
Ketika seseorang merasa pernah mengalami hal yang sama seperti yang ditampilkan dalam video, mereka cenderung memberikan komentar atau membagikan konten tersebut kepada teman-temannya. Inilah yang membuat konten relatable sering memiliki performa yang sangat baik di TikTok.
5. Mengandalkan Kreator dan Konten UGC
Konten yang dibuat oleh pengguna atau User Generated Content masih menjadi salah satu strategi yang cukup efektif.
Banyak konsumen merasa lebih percaya terhadap pengalaman yang dibagikan oleh pengguna lain dibandingkan iklan yang dibuat secara profesional. Karena itu, kerja sama dengan kreator mikro maupun pelanggan loyal semakin sering dilakukan oleh berbagai brand.
Selain terasa lebih natural, konten semacam ini juga mampu membangun kepercayaan karena informasi yang disampaikan terlihat lebih dekat dengan pengalaman nyata pengguna.
6. Konsisten Hadir di Beranda Pengguna
TikTok merupakan platform yang bergerak sangat cepat. Konten yang viral hari ini belum tentu masih ramai dibicarakan beberapa hari kemudian.
Karena itu, banyak brand memilih menjaga konsistensi dengan mengunggah konten secara rutin agar tetap relevan dan terus muncul di hadapan audiens mereka.
Konsistensi tidak selalu berarti harus mengunggah banyak video setiap hari. Yang lebih penting adalah menjaga ritme unggahan dan memastikan setiap konten tetap memiliki kualitas yang baik serta sesuai dengan target audiens.
7. Membangun Percakapan di Kolom Komentar
Saat ini kolom komentar tidak lagi dianggap sebagai pelengkap. Banyak brand justru memanfaatkannya sebagai ruang untuk berinteraksi langsung dengan audiens.
Membalas komentar, membuat konten dari pertanyaan pengguna, atau mengajak audiens berbagi pengalaman terbukti mampu meningkatkan engagement sekaligus memperluas jangkauan konten.
Tidak sedikit video yang kembali viral karena percakapan menarik yang terjadi di kolom komentar. Hal ini menunjukkan bahwa interaksi menjadi bagian penting dalam strategi pemasaran di TikTok.
Bukan Lagi Soal Siapa yang Paling Besar
Persaingan di TikTok saat ini tidak selalu dimenangkan oleh brand dengan anggaran promosi terbesar. Banyak bisnis skala kecil justru mampu mendapatkan jutaan tayangan karena memahami cara berkomunikasi yang sesuai dengan kebiasaan pengguna platform tersebut.
Kreativitas, kecepatan membaca tren, dan kemampuan membangun hubungan dengan audiens menjadi faktor yang semakin menentukan keberhasilan sebuah konten. Dalam banyak kasus, ide yang sederhana justru mampu menghasilkan dampak yang lebih besar dibandingkan kampanye dengan biaya tinggi.
Marketing FYP TikTok Masih Jadi Tren Tahun 2026
Popularitas TikTok yang terus meningkat membuat platform ini tetap menjadi salah satu kanal pemasaran digital paling potensial pada tahun 2026. Brand yang mampu menciptakan konten menarik, relevan, dan mengundang interaksi memiliki peluang lebih besar untuk menjangkau konsumen baru tanpa harus mengandalkan promosi berbiaya tinggi.
Di tengah persaingan yang semakin ramai, kemampuan memahami apa yang ingin ditonton audiens menjadi kunci utama. Bukan hanya soal mengikuti tren, tetapi juga bagaimana menghadirkan konten yang mampu membuat pengguna berhenti scroll, menonton hingga akhir, dan terlibat dalam percakapan.
Karena itulah, strategi Marketing FYP TikTok diperkirakan masih akan menjadi fokus banyak bisnis sepanjang tahun 2026.
Selama perhatian pengguna menjadi aset paling berharga di media sosial, TikTok akan tetap menjadi ruang yang menarik bagi brand untuk membangun kedekatan dengan konsumen melalui konten yang kreatif dan relevan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer : Annisa Syalsyavia/Magang
Editor: Mochamad Abdurrochim







