MALANG, Tugujatim.id – Harga ayam potong di Pasar Kepanjen turun kurang dari sepekan sebesar Rp4 ribu. Sayangnya, minat pembelian tetap lesu meski harga menurun hingga Selasa (09/06/2026).
Berdasarkan pantauan, harga ayam potong dibanderol Rp30 ribu per kilogram. Padahal, harga seminggu sebelumnya masih dijual Rp34 ribu. Harga tersebut turun bertahap menjadi Rp32 ribu per kilogram sebelum turun kembali ke harga Rp30 ribu per kilogram.
Baca Juga: Lagi! 21 Ribu Ayam Mati Terpanggang usai Kebakaran Kandang di Probolinggo
“Harga terus menurun karena pasar sepi,” ujar Tunik, salah satu penjual ayam di Pasar Kepanjen.
Dia mengatakan, pembeli mulai sepi sejak Hari Raya Iduladha hingga pembelian terus merosot. Tunik biasanya menjual ayam potong sebanyak 25 kilogram per hari. Tapi, dia kini menjual hanya belasan kilogram.
“Sudah siang begini, masih sisa banyak,” kata Tunik saat waktu sudah menunjukkan pukul 12.30.
Pedagang Ngeluh Penghasilan Menurun
Harga ayam potong dan jumlah pembelian yang menurun ini memengaruhi penghasilan yang dia terima setiap hari. Selain keuntungan menipis, stok ayam yang dia bawa selalu tersisa.
“Sangat pengaruh (terhadap penghasilan),” ujarnya.
Sementara itu, Peneliti Senior Pusat Penelitian Kebijakan Ekonomi (PPKE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB-UB) Joko Budi Santoso menduga, ada kaitannya penurunan harga ayam dan telur dengan liburnya dapur-dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai wilayah.
“Harga telur dan ayam sampai turun mungkin karena sebelumnya banyak yang tersalur ke Makan Bergizi Gratis (MBG),” ucap Joko.
Dia menduga, permintaan ayam dan telur mulai turun karena program MBG mulai diliburkan di beberapa tempat. Dugaan lain oversupply atau pasokan melebihi permintaan.
Untuk menyuplai kebutuhan MBG, banyak unit usaha desa atau Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang bergerak di bidang peternakan. Akibatnya, produksi telur dan ayam melimpah sehingga harga di pasar menjadi turun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Aisyah Nawangsari Putri
Editor: Dwi Lindawati








