BLITAR, Tugujatim.id – Tren kelebihan berat badan atau obesitas di Kota Blitar menunjukkan statistik yang mengejutkan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar mencatat, dari belasan ribu kasus obesitas, 60 persen di antaranya didominasi oleh perempuan dewasa.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Blitar Silvia Dewi Kusumawati mengatakan, secara akumulatif sejak tahun 2025 hingga pertengahan 2026, menemukan ada sebanyak 12.848 warga Kota Blitar yang teridentifikasi mengalami penumpukan lemak berlebih. Dari belasan ribu kasus tersebut, mayoritasnya merupakan perempuan dengan usia dewasa atau 18 tahun ke atas.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Olahraga Wanita Obesitas: Mulai yang Ringan, Kunci Sehat tanpa Risiko Cedera
“Berdasarkan data yang kami miliki, terdapat 12.848 warga yang masuk kategori obesitas atau mengalami penumpukan lemak berlebih. Dan kurang lebih 60 persen di antaranya adalah perempuan,” ungkap Silvia, Selasa (09/06/2026).
Silvia menjelaskan, angka tersebut diperoleh melalui metode pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT), yakni penghitungan perbandingan antara berat badan dan tinggi badan masyarakat saat melakukan skrining kesehatan. Seseorang dikategorikan mengalami obesitas apabila memiliki nilai IMT di atas angka 27,5.
Mengingat tingginya angka tersebut, masyarakat, khususnya kaum perempuan, diimbau untuk lebih rutin melakukan pengecekan IMT secara berkala, baik secara mandiri maupun lewat layanan gratis di puskesmas.
“IMT menjadi salah satu indikator awal untuk mengetahui kondisi tubuh sehingga masyarakat dapat segera melakukan perubahan pola hidup sebelum muncul komplikasi,” jelasnya.
Obesitas Bukan Sekadar Masalah Penampilan
Lebih lanjut, Silvia mengingatkan agar masalah berat badan ini tidak dipandang sebelah mata. Selama ini, sebagian besar orang, sering kali mengaitkan obesitas hanya dengan urusan estetika atau penampilan luar semata. Padahal, ancaman medis di baliknya jauh lebih mengerikan. Obesitas merupakan pintu masuk utama bagi berbagai penyakit tidak menular (PTM) yang bersifat kronis dan mematikan.
“Obesitas sering dianggap masalah penampilan, padahal dampaknya jauh lebih serius karena menjadi faktor risiko berbagai penyakit kronis,” tegas Silvia.
Beberapa risiko penyakit berat yang mengintai penderita obesitas di antaranya adalah diabetes melitus (kencing manis), hipertensi (tekanan darah tinggi), hingga penyakit jantung.
Pola Makan Instan dan Kurang Gerak Jadi Biang Kerok
Dinkes Kota Blitar menyoroti bahwa melonjaknya angka obesitas ini sangat dipengaruhi oleh pergeseran gaya hidup modern. Kebiasaan mengonsumsi makanan instan serta maraknya konsumsi minuman kekinian yang tinggi gula menjadi pemicu utama.
Kondisi tersebut diperparah dengan rendahnya aktivitas fisik atau jarangnya berolahraga dalam rutinitas sehari-hari masyarakat urban.
Baca Juga: 4 Tips Menambah Berat Badan dengan Efektif, Tubuh Tetap Sehat dan Nggak Obesitas
Untuk menekan laju kasus, Silvia meminta masyarakat, terutama para ibu dan remaja putri, untuk mulai memegang kendali atas pola konsumsi di lingkungan keluarga dengan menerapkan gaya hidup sehat.
“Pencegahan paling efektif tetap dimulai dari perubahan gaya hidup. Kami mengimbau masyarakat untuk mengurangi konsumsi gula, memperbanyak sayur dan buah, serta rutin berolahraga minimal 30 menit setiap hari. Semakin cepat disadari, semakin besar peluang untuk menghindari komplikasi penyakit,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: M. Luki Azhari
Editor: Dwi Lindawati








