JEMBER, Tugujatim.id – Pemerintah Kabupaten Jember terus memperkuat sektor pertanian melalui program Optimalisasi Lahan (Oplah), Irigasi Perpompaan (Irpom), serta modernisasi alat dan mesin pertanian (alsintan) sebagai strategi meningkatkan produksi pangan dan mendukung ketahanan pangan nasional.
Di tengah keterbatasan lahan pertanian, khususnya di Pulau Jawa, peningkatan produksi pangan tidak lagi bertumpu pada perluasan lahan. Pemerintah memilih strategi meningkatkan luas panen dan produktivitas lahan yang sudah ada melalui berbagai program penguatan sektor pertanian.
Program Oplah Jadi Andalan Tingkatkan Produksi Pangan
Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan program Oplah menjadi salah satu instrumen utama untuk meningkatkan indeks pertanaman dan hasil produksi pertanian di Kabupaten Jember.
“Kalau kita ingin meningkatkan luas lahan di Pulau Jawa agak susah karena memang terbatas. Tetapi yang bisa kita lakukan adalah meningkatkan luas panen. Salah satu tools-nya adalah optimalisasi lahan,” ujarnya.
Menurut Gus Fawait, selama 2025 hingga 2026 program Oplah telah menjangkau hampir 12 ribu hektare lahan pertanian di Kabupaten Jember. Sementara pada 2026, program tersebut akan dilaksanakan di area seluas 7.070 hektare yang tersebar di berbagai wilayah.
Program Oplah dinilai mampu meningkatkan indeks pertanaman dan produktivitas lahan. Melalui program tersebut, lahan yang sebelumnya hanya mampu ditanami satu kali dalam setahun dapat meningkat menjadi dua kali tanam. Sementara lahan yang sebelumnya dua kali tanam berpotensi meningkat menjadi tiga kali tanam dalam setahun.
“Yang biasanya panen sekali bisa panen dua kali, yang biasanya panen dua kali bisa panen tiga kali. Produktivitas yang sebelumnya rendah juga bisa meningkat. Ini adalah dampak dari strategi pemerintah pusat yang bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Jember untuk meningkatkan luas panen,” katanya.
Modernisasi Alsintan dan Irpom Diperkuat
Selain Oplah, pemerintah juga memperkuat dukungan sarana pengairan melalui program Irigasi Perpompaan (Irpom). Pada tahun 2026, sebanyak 100 unit Irpom akan disalurkan guna membantu penyediaan air bagi lahan pertanian yang selama ini mengalami keterbatasan sumber air.
Menurut Gus Fawait, keberadaan Irpom menjadi salah satu instrumen penting untuk mendukung peningkatan luas tanam dan produktivitas pertanian. Program tersebut juga diperkuat melalui pemeliharaan serta rehabilitasi jaringan irigasi di berbagai wilayah untuk memastikan kebutuhan air petani tetap terpenuhi.
Di sisi lain, modernisasi pertanian terus didorong melalui bantuan berbagai alat dan mesin pertanian. Bantuan tersebut meliputi traktor roda dua dan roda empat, combine harvester, drone pertanian, power thresher, dryer mobile, hingga berbagai sarana pendukung lainnya yang akan dimanfaatkan oleh kelompok tani di Kabupaten Jember.
Pemerintah Kabupaten Jember berharap berbagai program tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para petani sehingga mampu meningkatkan produktivitas, memperkuat posisi Jember sebagai salah satu daerah penyangga pangan nasional, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan petani.
Dengan kombinasi program Oplah, Irpom, dan modernisasi alsintan, sektor pertanian Jember diharapkan semakin efisien, produktif, dan mampu menjawab tantangan ketahanan pangan di masa mendatang. (Adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer : Feni Yusnia
Editor: Mochamad Abdurrochim








