MALANG, Tugujatim.id – Sebanyak 9.218 mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) resmi diberangkatkan untuk mengikuti program Universitas Negeri Malang Belajar Bersama Masyarakat (UM BBM) 2026, Jumat (12/06/2026). Pelepasan ribuan mahasiswa tersebut digelar di Stadion Cakrawala UM dan berlangsung meriah.
Program UM BBM 2026 menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui penerapan ilmu yang selama ini dipelajari di bangku kuliah. Selama 45 hari ke depan, para mahasiswa akan diterjunkan langsung ke berbagai daerah untuk menjalankan program pemberdayaan masyarakat.
Lokasi pengabdian tersebar di sejumlah wilayah, mulai Aceh, Jabodetabek, Jawa Timur, Bali, Lombok, Kalimantan. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa akan bekerja sama dengan pemerintah desa, sekolah, lembaga sosial dan masyarakat setempat.
UM BBM 2026 Gunakan Empat Skema Pengabdian
Kepala Pusat Sumber Daya Wilayah Dr Tri Wahyu Hardaningrum, S.E., M.Pd mengatakan, program tahun ini memiliki beberapa skema pelaksanaan agar mahasiswa lebih fleksibel dalam menjalankan pengabdian.
“Tahun ini ada empat skema, yaitu BBM reguler, tematik, pulang kampung, dan mandiri,” ujarnya.
Skema BBM reguler dilakukan dengan penempatan mahasiswa langsung oleh kampus ke wilayah yang telah ditentukan. Sementara skema pulang kampung memberikan kesempatan mahasiswa untuk mengabdi di daerah asal masing-masing.
Untuk skema tematik, temanya ditentukan oleh masing-masing program studi. Program studi terlebih dahulu menetapkan tema yang akan diangkat, kemudian mengajak mahasiswa untuk berpartisipasi dalam kegiatan sesuai dengan tema tersebut.

Sedangkan pada skema mandiri, mahasiswa mengikuti program pengabdian masyarakat yang telah dirancang bersama dosen pembimbing.
Menurut Tri, UM BBM bukan hanya menjadi sarana pengabdian masyarakat, tetapi juga tempat mahasiswa belajar menghadapi persoalan nyata di lapangan. Dia mengatakan, kegiatan ini membentuk mahasiswa capable, adaptif menghadapi disrupsi global, teknologi, dan iklim.
Ia menilai mahasiswa perlu memiliki kemampuan beradaptasi dengan cepat di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi yang terus berlangsung.
“Sekarang perubahan terjadi sangat cepat karena disrupsi digital dan global. Mahasiswa harus siap beradaptasi dengan kondisi masyarakat di lapangan,” jelasnya.
Sebelum diterjunkan ke lokasi pengabdian, seluruh mahasiswa dan dosen pembimbing lapangan terlebih dahulu mendapat pembekalan. Mereka melakukan analisis wilayah, mengenali potensi daerah serta menyusun program kerja yang sesuai kebutuhan masyarakat setempat.
Mahasiswa Siapkan Program Literasi hingga Sanitasi
Salah satu kelompok mahasiswa yang akan mengabdi di Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu memilih fokus pada penguatan literasi masyarakat dan revitalisasi budaya lokal.
Koordinator kelompok, Fadila Arsyalna dari Program Studi Ilmu Perpustakaan mengatakan, kelompoknya akan menggali cerita rakyat yang berkembang di masyarakat untuk diolah menjadi pertunjukan seni anak-anak.
“Program kami fokus pada literasi dan pelatihan. Cerita rakyat yang ada di masyarakat nanti akan kami kemas menjadi pentas seni bersama anak-anak,” katanya.

Selain itu, kelompok lain yang ditempatkan di Kelurahan Temas, Kota Batu menitikberatkan program kerja pada bidang infrastruktur dan pelayanan publik.
Mahasiswa Teknik Sipil, Alfian Nailal Rizki menjelaskan, timnya akan melakukan pemetaan wilayah, pendataan rumah layak huni hingga pengecekan fasilitas sanitasi masyarakat.
“Kami akan fokus pada revitalisasi bangunan, sanitasi dan pemetaan akses masyarakat terhadap fasilitas kesehatan,” ujarnya.
Berbagai program yang disiapkan mahasiswa tersebut diharapkan mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Tidak hanya sekadar menjalankan pengabdian, mahasiswa juga dituntut menghadirkan solusi nyata sesuai kebutuhan wilayah masing-masing.
Melalui UM BBM 2026, Universitas Negeri Malang berharap mahasiswa mampu mengasah kemampuan sosial, komunikasi dan kepemimpinan sekaligus menerapkan ilmu yang dimiliki untuk membantu masyarakat secara langsung. (Adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer : Niken Sari
Editor: Mochamad Abdurrochim








