• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
UM

Kepala Pusat Sumber Daya Wilayah Dr Tri Wahyu Hardaningrum, S.E., M.Pd, menjelaskan pelaksanaan dan skema program UM BBM 2026. (Foto : Niken Sari / Tugu Jatim)

9.218 Mahasiswa UM Siap Mengabdi Lewat Program UM BBM 2026

Mochamad Abdurrochim by Mochamad Abdurrochim
5 hours ago
in Advertorial, Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Sebanyak 9.218 mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) resmi diberangkatkan untuk mengikuti program Universitas Negeri Malang Belajar Bersama Masyarakat (UM BBM) 2026, Jumat (12/06/2026). Pelepasan ribuan mahasiswa tersebut digelar di Stadion Cakrawala UM dan berlangsung meriah.

Program UM BBM 2026 menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui penerapan ilmu yang selama ini dipelajari di bangku kuliah. Selama 45 hari ke depan, para mahasiswa akan diterjunkan langsung ke berbagai daerah untuk menjalankan program pemberdayaan masyarakat.

You might also like

Jember

Oplah Jangkau 12 Ribu Hektare, Jember Genjot Produksi Pangan Lewat Modernisasi Pertanian

12/06/2026 8:00 PM
ASN

Pemkab Jember Libatkan 22 Ribu ASN untuk Perkuat Branding Daerah di Ruang Digital

12/06/2026 5:00 PM

Lokasi pengabdian tersebar di sejumlah wilayah, mulai Aceh, Jabodetabek, Jawa Timur, Bali, Lombok, Kalimantan. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa akan bekerja sama dengan pemerintah desa, sekolah, lembaga sosial dan masyarakat setempat.

UM BBM 2026 Gunakan Empat Skema Pengabdian

Kepala Pusat Sumber Daya Wilayah Dr Tri Wahyu Hardaningrum, S.E., M.Pd mengatakan, program tahun ini memiliki beberapa skema pelaksanaan agar mahasiswa lebih fleksibel dalam menjalankan pengabdian.

“Tahun ini ada empat skema, yaitu BBM reguler, tematik, pulang kampung, dan mandiri,” ujarnya.

Skema BBM reguler dilakukan dengan penempatan mahasiswa langsung oleh kampus ke wilayah yang telah ditentukan. Sementara skema pulang kampung memberikan kesempatan mahasiswa untuk mengabdi di daerah asal masing-masing.

Untuk skema tematik, temanya ditentukan oleh masing-masing program studi. Program studi terlebih dahulu menetapkan tema yang akan diangkat, kemudian mengajak mahasiswa untuk berpartisipasi dalam kegiatan sesuai dengan tema tersebut.

UM
Ribuan mahasiswa UM mengikuti upacara pelepasan peserta Universitas Negeri Malang Belajar Bersama Masyarakat (UM BBM) 2026 di Stadion Cakrawala UM, Jumat (12/06/2026). (Foto : Niken Sari / Tugu Jatim)

Sedangkan pada skema mandiri, mahasiswa mengikuti program pengabdian masyarakat yang telah dirancang bersama dosen pembimbing.

Menurut Tri, UM BBM bukan hanya menjadi sarana pengabdian masyarakat, tetapi juga tempat mahasiswa belajar menghadapi persoalan nyata di lapangan. Dia mengatakan, kegiatan ini membentuk mahasiswa capable, adaptif menghadapi disrupsi global, teknologi, dan iklim.

Ia menilai mahasiswa perlu memiliki kemampuan beradaptasi dengan cepat di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi yang terus berlangsung.

“Sekarang perubahan terjadi sangat cepat karena disrupsi digital dan global. Mahasiswa harus siap beradaptasi dengan kondisi masyarakat di lapangan,” jelasnya.

Sebelum diterjunkan ke lokasi pengabdian, seluruh mahasiswa dan dosen pembimbing lapangan terlebih dahulu mendapat pembekalan. Mereka melakukan analisis wilayah, mengenali potensi daerah serta menyusun program kerja yang sesuai kebutuhan masyarakat setempat.

Mahasiswa Siapkan Program Literasi hingga Sanitasi

Salah satu kelompok mahasiswa yang akan mengabdi di Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu memilih fokus pada penguatan literasi masyarakat dan revitalisasi budaya lokal.

Koordinator kelompok, Fadila Arsyalna dari Program Studi Ilmu Perpustakaan mengatakan, kelompoknya akan menggali cerita rakyat yang berkembang di masyarakat untuk diolah menjadi pertunjukan seni anak-anak.

“Program kami fokus pada literasi dan pelatihan. Cerita rakyat yang ada di masyarakat nanti akan kami kemas menjadi pentas seni bersama anak-anak,” katanya.

UM
kelompok Mahsiswa UM BBM 2026 yang akan mengabdi di Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. (Foto : Niken Sari / Tugu Jatim)

Selain itu, kelompok lain yang ditempatkan di Kelurahan Temas, Kota Batu menitikberatkan program kerja pada bidang infrastruktur dan pelayanan publik.

Mahasiswa Teknik Sipil, Alfian Nailal Rizki menjelaskan, timnya akan melakukan pemetaan wilayah, pendataan rumah layak huni hingga pengecekan fasilitas sanitasi masyarakat.

“Kami akan fokus pada revitalisasi bangunan, sanitasi dan pemetaan akses masyarakat terhadap fasilitas kesehatan,” ujarnya.

Berbagai program yang disiapkan mahasiswa tersebut diharapkan mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Tidak hanya sekadar menjalankan pengabdian, mahasiswa juga dituntut menghadirkan solusi nyata sesuai kebutuhan wilayah masing-masing.

Melalui UM BBM 2026, Universitas Negeri Malang berharap mahasiswa mampu mengasah kemampuan sosial, komunikasi dan kepemimpinan sekaligus menerapkan ilmu yang dimiliki untuk membantu masyarakat secara langsung. (Adv)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer : Niken Sari

Editor: Mochamad Abdurrochim

Mochamad Abdurrochim

Mochamad Abdurrochim

Related Stories

Jember

Oplah Jangkau 12 Ribu Hektare, Jember Genjot Produksi Pangan Lewat Modernisasi Pertanian

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:00 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Pemerintah Kabupaten Jember terus memperkuat sektor pertanian melalui program Optimalisasi Lahan (Oplah), Irigasi Perpompaan (Irpom), serta modernisasi...

ASN

Pemkab Jember Libatkan 22 Ribu ASN untuk Perkuat Branding Daerah di Ruang Digital

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 5:00 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember mulai mengoptimalkan kekuatan komunikasi digital untuk memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat yang lebih...

Jember

Dukungan Pertanian Jember Tembus Rp312 Miliar, Jadi Modal Perkuat Ketahanan Pangan

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 3:45 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Pemerintah pusat bersama Pemerintah Kabupaten Jember terus memperkuat sektor pertanian melalui berbagai program strategis. Sepanjang 2025 hingga...

Pertumbuhan ekonomi Jember.

Pertumbuhan Ekonomi Jember Capai 6,35 Persen, Tertinggi di Kawasan Sekar Kijang

by Dwi Linda
11/06/2026 7:16 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Jember pada Triwulan I 2026 mencapai 6,35 persen secara tahunan (year on year/yoy). Berdasarkan...

Next Post
Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID