JEMBER, Tugujatim.id – Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait menyampaikan sejumlah capaian pembangunan daerah dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Jember terkait penyampaian nota penjelasan atas enam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda), Sabtu (20/06/2026).
Dalam kesempatan tersebut, ia memaparkan kondisi ekonomi, investasi, hingga penurunan angka kemiskinan Kabupaten Jember.
Fawait mencatat sejumlah capaian ekonomi positif sepanjang tahun 2025. Pertumbuhan ekonomi daerah disebut berada pada tren menguat dan melampaui capaian provinsi maupun nasional.
“Secara umum kondisi ekonomi Kabupaten Jember tahun 2025 tumbuh sebesar 5,47 persen yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Konstan yang mencapai 66.334,88 miliar rupiah,” ucap Gus Fawait.
Gus Fawait menegaskan, capaian tersebut menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir.
“Nilai pertumbuhan ekonomi ini merupakan yang tertinggi selama kurun waktu lima tahun terakhir dan telah melampaui angka pertumbuhan ekonomi Jawa Timur 5,33 persen maupun nasional 5,11 persen,” ujarnya.
Inflasi dan Investasi Tetap Terkendali
Selain pertumbuhan ekonomi, inflasi Kabupaten Jember juga masih berada pada level stabil. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, inflasi tahun 2025 tercatat dalam batas aman.
“Tingkat inflasi Jember tahun 2025 berdasarkan data BPS adalah sebesar 2,77 persen, masih terjaga didalam rentang sasaran inflasi nasional sebesar 2,5 plus 1 persen dan dibawah tingkat inflasi nasional sebesar 2,92 persen serta Jawa Timur sebesar 2,93 persen,” jelasnya.
Di sisi lain, kinerja investasi mengalami peningkatan signifikan. Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, realisasi investasi Jember melonjak tajam pada 2025.0
Nilai investasi tercatat naik 70,2 persen dari 1,51 triliun rupiah pada 2024 menjadi 2,57 triliun rupiah pada 2025. Capaian ini didukung 457 unit usaha PMDN dan PMA dengan serapan tenaga kerja mencapai 9.888 orang.
Sektor tersier masih mendominasi dengan kontribusi 68,9 persen, disusul sektor sekunder 28,3 persen, dan sektor primer 2,9 persen. Bahkan, capaian tersebut disebut telah melampaui target RPJMD 2025–2029 sebesar 139 persen.
Kemiskinan Turun dan PAD Meningkat Signifikan
Capaian lain yang turut disorot adalah penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Jember. Pada 2025, angka kemiskinan berhasil ditekan ke level terendah dalam satu dekade.
“Angka kemiskinan di Kabupaten Jember pada tahun 2025 berhasil ditekan pada angka 8,67 persen atau 216.760 jiwa,” katanya.
Angka tersebut juga tercatat lebih rendah dibanding rata-rata kemiskinan Provinsi Jawa Timur yang berada di angka 9,50 persen.
Sementara itu, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Jember menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 36,78 persen dibanding tahun sebelumnya. Realisasi PAD naik dari 774 miliar menjadi 1,058 triliun rupiah.
“Capaian tersebut merupakan tertinggi di wilayah seluruh Eks Karesidenan Besuki dan Lumajang serta persentase kenaikan PAD tertinggi se-Jawa Timur,” ucap Gus Fawait.
Di tengah efisiensi pendapatan transfer daerah yang turun 2,39 persen, pemerintah daerah memastikan berbagai layanan tetap berjalan, termasuk pembayaran PPPK paruh waktu, TPP pegawai, serta program UHC prioritas.
Meski demikian, Jember tetap mencatat dukungan besar dari pemerintah pusat di berbagai sektor, mulai dari infrastruktur, pendidikan, hingga pertanian yang menjadi penopang pembangunan daerah. (Adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer : M. Imron Fauzi
Editor: Mochamad Abdurrochim








