MALANG, Tugujatim.id – Jalur kereta api Surabaya-Malang menjadi salah satu koridor transportasi paling sibuk di Jawa Timur. Setiap hari, ribuan orang masuk dalam daftar stasiun dengan penumpang terbanyak dengan memanfaatkan layanan kereta api untuk berbagai keperluan, mulai dari bekerja, menempuh pendidikan, perjalanan bisnis, hingga berwisata.
Tingginya mobilitas masyarakat di jalur ini membuat sejumlah stasiun mencatat aktivitas penumpang yang cukup tinggi sepanjang tahun. Tidak hanya menjadi tempat naik dan turun penumpang, stasiun-stasiun tersebut juga berperan sebagai penghubung utama yang mendukung mobilitas antarkota di Jawa Timur.
Baca Juga: Jalur Kereta Paling Ramai di Jawa Timur, Rute Surabaya-Malang Menjadi Salah Satu yang Tersibuk?
Berdasarkan data operasional yang dipublikasikan KAI Commuter, terdapat beberapa stasiun yang menjadi titik dengan volume pengguna tertinggi di koridor Surabaya-Malang dan sekitarnya. Berikut daftar stasiun dengan penumpang terbanyak yang menjadi salah satu simpul penting dalam jaringan perkeretaapian Jawa Timur.
1. Stasiun Surabaya Gubeng
Ketika membahas stasiun dengan penumpang terbanyak di jalur Surabaya-Malang, nama Stasiun Surabaya Gubeng hampir selalu berada di posisi teratas. Stasiun yang menjadi salah satu ikon transportasi Kota Surabaya ini melayani berbagai perjalanan kereta api lokal, antarkota, hingga jarak jauh menuju berbagai daerah di Pulau Jawa.
Tingginya aktivitas masyarakat yang keluar masuk Surabaya membuat Stasiun Gubeng menjadi salah satu titik keberangkatan dan kedatangan paling sibuk di Jawa Timur. Selain melayani perjalanan menuju Malang, stasiun ini juga menjadi penghubung penting bagi penumpang yang akan menuju Yogyakarta, Semarang, Jakarta, Banyuwangi, hingga Jember.
Keberadaan fasilitas yang lengkap serta lokasinya yang berada di pusat Kota Surabaya turut menjadikan stasiun ini sebagai salah satu yang paling ramai setiap harinya.
2. Stasiun Wonokromo
Berada di bagian selatan Kota Surabaya, Stasiun Wonokromo menjadi salah satu stasiun dengan aktivitas penumpang yang sangat tinggi. Banyak pengguna kereta api memilih naik atau turun di stasiun ini karena lokasinya yang strategis dan lebih dekat dengan sejumlah kawasan permukiman, perkantoran, hingga pusat pendidikan.
Stasiun Wonokromo juga menjadi titik transit penting bagi berbagai perjalanan kereta api yang melintasi wilayah Jawa Timur. Tidak heran jika aktivitas penumpang di stasiun ini terus meningkat seiring tingginya mobilitas masyarakat yang melakukan perjalanan menuju Malang maupun kota-kota lainnya.
3. Stasiun Malang
Sebagai pintu gerbang utama transportasi kereta api di Kota Malang, Stasiun Malang menjadi salah satu stasiun dengan penumpang terbanyak di koridor Surabaya-Malang.
Setiap hari, ribuan penumpang datang dan berangkat dari stasiun ini untuk berbagai tujuan perjalanan. Tingginya aktivitas tersebut didukung oleh posisi Malang sebagai kota pendidikan, pusat ekonomi, serta destinasi wisata yang populer di Jawa Timur.
Banyak mahasiswa, pekerja, dan wisatawan yang menjadikan kereta api sebagai pilihan transportasi utama karena dinilai praktis dan nyaman. Aktivitas yang berlangsung hampir sepanjang hari menjadikan Stasiun Malang sebagai salah satu stasiun tersibuk di wilayah Daerah Operasi 8 Surabaya.
Mobilitas Tinggi Menjadi Faktor Utama
Tingginya jumlah penumpang di ketiga stasiun tersebut tidak terlepas dari peran penting jalur Surabaya-Malang sebagai salah satu koridor transportasi utama di Jawa Timur.
Surabaya yang berfungsi sebagai pusat bisnis dan pemerintahan berpadu dengan Malang yang dikenal sebagai kota pendidikan dan tujuan wisata menciptakan arus mobilitas yang sangat besar.
Setiap hari, ribuan orang melakukan perjalanan untuk bekerja, kuliah, menghadiri kegiatan bisnis, maupun berlibur. Kondisi inilah yang membuat aktivitas perjalanan kereta api di jalur Surabaya-Malang terus meningkat dari tahun ke tahun.
Selain itu, keberadaan layanan kereta lokal seperti KA Penataran dan berbagai kereta antarkota semakin memudahkan masyarakat untuk melakukan perjalanan dengan waktu tempuh yang relatif stabil.
Stasiun Lawang dan Bangil Juga Memiliki Peran Penting
Meski tidak termasuk dalam daftar stasiun dengan volume penumpang tertinggi yang dipublikasikan, Stasiun Lawang dan Stasiun Bangil tetap memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas di jalur Surabaya-Malang.
Stasiun Lawang menjadi salah satu titik naik dan turun penumpang yang cukup aktif bagi masyarakat Kabupaten Malang bagian utara. Sementara itu, Stasiun Bangil berfungsi sebagai simpul penting karena menjadi titik percabangan jalur menuju Malang, Surabaya, hingga Banyuwangi.
Kedua stasiun tersebut membantu mendistribusikan arus penumpang sehingga perjalanan kereta api di koridor Jawa Timur dapat berjalan lebih efisien.
Jalur Surabaya-Malang Tetap Menjadi Favorit
Popularitas jalur Surabaya-Malang tidak hanya didorong oleh tingginya aktivitas ekonomi dan pendidikan, tetapi juga sektor pariwisata yang terus berkembang. Setiap akhir pekan dan musim liburan, jumlah penumpang biasanya mengalami peningkatan karena banyak wisatawan memilih menggunakan kereta api untuk berkunjung ke Malang Raya.
Kemudahan akses, tarif yang kompetitif, serta kenyamanan perjalanan membuat kereta api tetap menjadi moda transportasi favorit bagi banyak masyarakat.
Tidak mengherankan jika sejumlah stasiun dengan penumpang terbanyak di koridor ini terus mencatat aktivitas yang tinggi setiap tahunnya.
Baca Juga: Jam Keberangkatan Kereta Surabaya-Malang Terbaik agar Terhindar dari Kepadatan Penumpang
Daftar Stasiun dengan Penumpang Terbanyak Tetap Didominasi Kota Besar
Keberadaan Stasiun Surabaya Gubeng, Stasiun Wonokromo, dan Stasiun Malang menunjukkan bahwa kota-kota besar masih menjadi pusat mobilitas perjalanan kereta api di Jawa Timur.
Ketiga stasiun tersebut tidak hanya melayani perjalanan harian masyarakat, tetapi juga menjadi penghubung utama bagi berbagai aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pariwisata.
Dengan tingginya mobilitas yang terus berlangsung hingga 2026, daftar stasiun dengan penumpang terbanyak di jalur Surabaya-Malang masih didominasi oleh stasiun-stasiun yang berada di pusat aktivitas masyarakat. Kondisi tersebut sekaligus menegaskan pentingnya peran transportasi kereta api dalam mendukung konektivitas antarkota di Jawa Timur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Annisa Syalsyavia/Magang
Editor: Dwi Lindawati








