SURABAYA, Tugujatim.id – Kampung Pecinan Surabaya yang lokasinya tersebar di beberapa daerah di Surabaya seperti Kapasan Dalam hingga Tambak bayan tentunya sudah terkenal sebagai salah satu kampung tertua di Surabaya. Sejak masa kolonial Belanda, kampung Pecinan sudah menjadi pusat pemukiman masyarakat Tionghoa.
Di kampung Pecinan Kapasan, etnis Tionghoa memiliki jasa dalam mempertahankan Indonesia bahkan berperan penting dalam peristiwa pertempuran 10 November 1945.
Hingga saat ini, masih banyak peninggalan bekas masa lalu yang masih bertahan seperti keberadaan gudang kayu kuno yang usianya sudah ratusan tahun yang dulunya digunakan sebagai bunker penyimpanan senjata. Selain itu juga ada sebuah klenteng bernama Boen Bio yang saat ini sudah menjadi cagar budaya dengan arsitektur unik percampuran unsur Tiongkok, Belanda dan Jawa.
Baca Juga: Tempat Nongkrong Surabaya Hits yang Nyaman untuk Kerja dan Santai
Di masa kini, kampung Pecinan sudah beralih fungsi menjadi kampung wisata yang dikenal sebagai Kampung Wisata Kapasan Dalam yang diresmikan November 2020. Menyuguhkan ciri khas budaya Tionghoa, kampung satu ini juga didekorasi dengan berbagai ornamen khas Tionghoa serta ornamen khas yang mengusung tema kehidupan warga Tionghoa tempo dulu.
Selain itu, saat ini kampung Pecinan Surabaya tidak hanya dikenal sebagai kawasan bersejarah yang menjadi tempat bermukim masyarakat Tionghoa sejak ratusan tahun lalu, tetapi juga sebagai surga kuliner legendaris yang masih bertahan hingga sekarang.
Salah satu kawasan pecinan yang terkenal berada di Kapasan Dalam dan Kembang Jepun yang menyimpan banyak warung makan dengan cita rasa autentik. Yuk simak, Tugu Jatim bakal tunjukin hasil penelusuran kuliner Kampung Pecinan yang wajib banget buat kamu coba.
Saat menelusuri daerah kampung Pecinan Surabaya, kamu harus menjumpai enam kuliner ini untuk kamu coba, di antaranya Lumpia Sambongan, Kedai KungFu, Kedai AFuk, Nasi Campur Kapasan Dalam Ai Sian, Ahong Chinese Food dan Bakwan Pak Di.
1. Lumpia Sambongan
Mulai dari kuliner legendarisnya, Kampung Pecinan di Surabaya punya Lumpia Sambongan. Lumpia Sambongan merupakan usaha kuliner keluarga yang telah diwariskan secara turun-temurun sejak generasi kakek dan nenek pendirinya sekitar 30 tahun yang lalu. Tradisi pembuatan lumpia ini kemudian diteruskan oleh sang ibu sebelum akhirnya dikelola oleh generasi berikutnya yaitu pak Anwar pada 2017 lalu.
Keberlangsungan usaha tersebut tidak hanya menjaga resep keluarga, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar, khususnya ibu-ibu yang tinggal di kawasan Jalan Sambongan. Saat ini, usaha tersebut didukung oleh beberapa tenaga kerja yang terlibat dalam proses produksi maupun operasional harian.
Saking terkenalnya jumlah penjualan dapat mencapai ratusan potong setiap hari. Ditambah dengan harga yang terjangkau, Lumpia Sambongan memiliki ukuran sedang dengan bentuk yang padat dan berisi. Tampilan lumpianya terlihat menggugah selera karena isian yang melimpah dan tekstur kulit yang renyah saat digoreng.
Cita rasa Lumpia Sambongan dikenal karena perpaduan rasa manis dan gurih yang seimbang. Keistimewaannya terletak pada penggunaan bumbu racikan keluarga yang telah dipertahankan selama bertahun-tahun. Isian rebung atau bambu muda menjadi komponen utama yang memberikan karakter khas pada lumpia ini.
Sebagai pelengkap, lumpia disajikan bersama saus kental berbahan dasar tauco yang memberikan rasa gurih manis. Ditambah seperti lumpia pada umumnya yaitu ditemani irisan daun bawang yang menghadirkan aroma segar sekaligus membantu mengurangi kesan berminyak.
2. Kedai KungFu
Kuliner yang bisa kamu kunjungi ketika di Pecinan Kapasan Dalam juga ada Kedai KuFu. Kedai satu ini merupakan kedai hidden gem yang punya interior unik dan tentunya bergaya Tiongkok klasik.
Kedai KungFu juga punya suasana khas Tiongkok klasik yang kental melalui desain bangunannya. Ornamen lampion merah, serta dominasi interior kayu menciptakan nuansa tradisional yang membuat pengunjung serasa sedang berada di negara China.
Dari segi fasilitas, tempat makan ini menawarkan area indoor dan outdoor yang nyaman. Walaupun tidak terlalu luas karena lokasinya berada di dalam gang, ruang indoornya dilengkapi pendingin udara yang sejuk, sementara area outdoor cocok digunakan untuk bersantai dan berbincang.
Keunikan Kedai KungFu juga ada pada menu yang disajikan seluruhnya berbasis vegan. Walaupun tidak menggunakan bahan hewani, berbagai pilihan menu seperti mi, nasi, minuman, hingga es campur tetap memiliki cita rasa yang gurih dan beragam. Tak hanya itu, kedai ini juga menyediakan aneka suvenir bernuansa Tionghoa dan Buddha, mi instan vegan, serta produk makanan vegetarian yang cocok untuk kebutuhan acara keagamaan maupun tamu vegetarian.
Baca Juga: Deretan Taman Surabaya Terindah untuk Piknik Bersama Keluarga
3. Nasi Campur Kapasan Dalam
Rekomendasi kuliner kampung Pecinan Kapasan Dalam Surabaya yang selanjutnya ini juga tak kalah legendarisnya. Sudah buka 40 tahunan, kuliner satu ini tetap jadi favorit dan langganan para pembeli.
Menjual aneka masakan nasi campur dan krengsengan kedai ini juga memiliki cita rasa masakan jadul yang sangat enak dan otentik. Untuk harga, kedai satu ini memang membanderol dengan harga yang cukup mahal, tapi tapi dijamin kulineran di kedai satu ini gak akan bikin kalian rugi karena cita rasa yang diberikan sudah terjamin dan bahkan diakui banyak pembeli bahwa rasanya beneran enak.
Jika kamu penasaran dan mau mencoba kuliner satu ini dan mau membuktikan seenak apa rasanya, kamu bisa datang ke kampung Pecinan Kapasan Dalam yang lokasi tepatnya ada di Jalan Kapasan Dalam IV No 18.
Itu dia sepenggal kisah Kampung Pecinan Surabaya dan jajaran kuliner yang bisa kamu temukan ketika kamu menyusuri area sekitar. Kuliner legendaris hingga kuliner dengan nuansa khas Tionghoa juga bisa kamu kunjungi ketika datang ke sana, menjadikan kegiatanmu menyusuri kampung satu ini jadi lebih lengkap.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Devi Ismayanti/Magang
Editor: Dwi Lindawati








