MALANG, Tugujatim.id – Masa remaja merupakan fase transisi krusial yang dipenuhi perubahan fisik, hormonal, dan psikologis. Guna membekali generasi muda dengan pemahaman yang tepat, Tim Pengabdian kepada Masyarakat Departemen Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Malang (UM) menggelar penyuluhan kesehatan reproduksi bagi siswa kelas X SMK Negeri 2 Malang pada Kamis (04/06/2026).
Kegiatan edukasi ini diikuti 385 siswa kelas X dari berbagai jurusan, mulai Pekerja Sosial, Usaha Layanan Wisata, Perhotelan, Kuliner, Keperawatan dan Caregiver, hingga Teknik Komputer Jaringan. Program tersebut terlaksana berkat dukungan Dana Non-APBN Internal UM Tahun Anggaran 2026.
Penyuluhan dikemas melalui program RISE (Reproductive Health Initiative for Sustainable Education), sebuah inisiatif pemberdayaan remaja untuk mencegah perilaku berisiko terkait kesehatan reproduksi di lingkungan SMK.
Kegiatan ini diinisiasi tiga dosen UM, yakni Nina Rini Suprobo sebagai ketua tim bersama Rizqie Putri Novembriani dan Alifia Candra Puriastuti. Pada pelaksanaannya, materi edukasi disampaikan secara interaktif oleh Alifia Candra Puriastuti.
“Melalui program RISE, kami ingin membekali remaja dengan pengetahuan kesehatan reproduksi yang benar sehingga mereka mampu memahami perubahan yang terjadi pada dirinya, menjaga kesehatan, serta terhindar dari berbagai perilaku yang berisiko,” ujar Ketua Tim Pengabdian, Nina Rini Suprobo.
Materi yang diberikan bertujuan agar siswa memahami perubahan tubuh dan psikologis selama masa remaja, baik pada perempuan maupun laki-laki. Selain itu, peserta juga dibekali kemampuan mengenali dan menghindari tindakan yang berpotensi merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Dalam sesi tersebut, siswa juga diajak memahami pentingnya membangun hubungan yang sehat, saling menghormati, serta mulai merencanakan masa depan dengan bijaksana.
Dukung SDGs, UM Serahkan Media Pembelajaran ke Sekolah
“Kami berharap para siswa tidak hanya memperoleh informasi, tetapi juga memiliki keberanian untuk menjaga diri, membuat keputusan yang tepat, dan menghargai diri sendiri maupun orang lain,” tambah Alifia Candra Puriastuti.

Melalui kegiatan ini, Departemen Kebidanan FK UM turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan nomor 1 (Tanpa Kemiskinan), nomor 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), serta nomor 4 (Pendidikan Berkualitas).
Sepanjang kegiatan berlangsung, suasana penyuluhan berlangsung aktif. Para siswa tampak antusias mengikuti materi, menyampaikan pertanyaan, dan terlibat dalam sesi diskusi bersama narasumber.
Sebagai tindak lanjut, sinergi antara Universitas Negeri Malang dan SMKN 2 Malang tidak berhenti pada kegiatan ini. Tim pengabdian juga akan menyerahkan media pembelajaran kepada pihak sekolah agar siswa dapat terus mempelajari kesehatan reproduksi secara mandiri.
“Kami menyambut baik kolaborasi ini karena memberikan bekal penting bagi siswa dalam menghadapi masa remaja. Harapannya, edukasi seperti ini dapat terus berlanjut agar manfaatnya semakin luas,” ujar perwakilan SMKN 2 Malang. (Adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Editor: Mochamad Abdurrochim








