• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Stasiun Lawang.

Suasana Stasiun Lawang yang bersih dan strategis menjadikannya salah satu titik transit favorit bagi wisatawan maupun pendaki menuju kawasan pegunungan. (Foto: Facebook/KAI121)

Mengapa Banyak Pendaki Memilih Turun di Stasiun Lawang? 

Dwi Linda by Dwi Linda
2 hours ago
in Hiburan
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Stasiun Lawang bukan sekadar tempat naik dan turun penumpang kereta api di Kabupaten Malang. Bagi para pendaki gunung, stasiun yang berada di Kecamatan Lawang ini telah lama dikenal sebagai salah satu titik transit favorit sebelum memulai perjalanan menuju kawasan Gunung Arjuno dan Gunung Welirang maupun saat kembali dari pendakian.

Setiap musim pendakian, tidak sedikit pendaki dari berbagai kota seperti Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, Jombang, hingga Yogyakarta memilih turun di Stasiun Lawang dibanding langsung menuju Kota Malang. Alasannya sederhana, lokasi stasiun ini dinilai lebih strategis untuk melanjutkan perjalanan menuju jalur pendakian Arjuno-Welirang melalui wilayah Lawang.

You might also like

Stasiun Malang Kota Lama.

Perbedaan Stasiun Malang dan Stasiun Malang Kota Lama, Jangan Sampai Salah Turun!

13/07/2026 9:08 PM
Apartemen Surabaya.

Apartemen Surabaya dengan Harga Terjangkau untuk Karyawan

13/07/2026 6:28 PM

Baca Juga: Perbedaan Stasiun Malang dan Stasiun Malang Kota Lama, Jangan Sampai Salah Turun!

Selain mudah dijangkau dengan kereta api, kawasan sekitar stasiun juga memiliki berbagai fasilitas penunjang yang dibutuhkan pendaki, mulai dari tempat makan, minimarket, ATM, penginapan, hingga akses transportasi menuju titik awal pendakian.

Alasan Banyak Pendaki Memilih Turun di Stasiun Lawang

Bukan tanpa alasan Stasiun Lawang menjadi salah satu stasiun yang cukup populer di kalangan pendaki. Berikut beberapa faktor yang membuatnya banyak dipilih.

1. Lokasinya Strategis Menuju Jalur Pendakian Lawang

Salah satu daya tarik utama Stasiun Lawang adalah letaknya yang relatif dekat dengan kawasan Lawang yang menjadi akses menuju jalur pendakian Gunung Arjuno melalui wilayah Tahura Raden Soerjo.

Dari stasiun, pendaki biasanya melanjutkan perjalanan menggunakan ojek, transportasi daring, kendaraan sewaan, maupun kendaraan pribadi menuju kawasan Wonosari atau titik pertemuan rombongan sebelum masuk ke basecamp pendakian.

Karena jaraknya lebih dekat dibanding harus turun di Stasiun Malang, waktu tempuh menuju kawasan pendakian menjadi lebih efisien.

2. Banyak Kereta Api Berhenti di Stasiun Lawang

Faktor lain yang membuat Stasiun Lawang diminati adalah banyaknya layanan kereta api yang berhenti di stasiun ini.

Baik kereta lokal maupun sejumlah kereta jarak jauh melayani pemberhentian di Lawang sehingga memudahkan pendaki yang datang dari berbagai daerah di Pulau Jawa.

Dengan demikian, pendaki tidak perlu melanjutkan perjalanan hingga Kota Malang apabila tujuan utamanya adalah kawasan Arjuno-Welirang melalui jalur Lawang.

Pilihan jadwal kereta yang cukup beragam juga memberikan fleksibilitas bagi pendaki untuk menyesuaikan waktu keberangkatan maupun kepulangan.

3. Lebih Hemat dan Praktis

Sebagian besar pendaki saat ini lebih memilih menggunakan transportasi umum daripada membawa kendaraan pribadi. Selain lebih hemat biaya bahan bakar dan tol, mereka juga tidak perlu memikirkan tempat penitipan kendaraan selama beberapa hari saat berada di gunung.

Turun di Stasiun Lawang membuat perjalanan menjadi lebih sederhana karena hanya perlu melanjutkan perjalanan darat menuju titik awal pendakian. Model perjalanan seperti ini juga cukup sering dipilih oleh komunitas pendaki yang datang dari luar kota.

4. Mudah Menemukan Transportasi Lanjutan

Sesampainya di Stasiun Lawang, pendaki tidak akan kesulitan mencari transportasi lanjutan. Di sekitar area stasiun tersedia ojek pangkalan, transportasi daring, hingga angkutan lokal yang dapat dimanfaatkan menuju kawasan Wonosari atau lokasi pertemuan rombongan pendakian.

Apabila datang bersama kelompok besar, sebagian pendaki juga memilih menyewa mobil dari kawasan Lawang karena dinilai lebih praktis dan biaya dapat dibagi bersama. Kemudahan akses inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa banyak pendaki lebih nyaman turun di Lawang.

5. Fasilitas Penunjang Cukup Lengkap

Sebelum memulai pendakian, banyak pendaki biasanya melengkapi kebutuhan logistik terlebih dahulu. Keuntungan turun di Stasiun Lawang adalah berbagai fasilitas penunjang tersedia tidak jauh dari area stasiun.

Pendaki dapat dengan mudah menemukan minimarket untuk membeli air minum, makanan ringan, maupun perlengkapan tambahan yang mungkin belum sempat dipersiapkan dari rumah.

Selain itu tersedia pula warung makan, ATM, penginapan, masjid, apotek, hingga toko perlengkapan outdoor di kawasan Lawang yang cukup membantu kebutuhan sebelum maupun setelah pendakian.

Bahkan tidak sedikit pendaki yang memilih menginap satu malam di sekitar Lawang sebelum memulai pendakian pada pagi hari.

6. Menjadi Titik Temu Komunitas Pendaki

Karena aksesnya mudah dijangkau dari berbagai daerah, Stasiun Lawang juga kerap dijadikan titik kumpul oleh komunitas pendaki.

Peserta yang datang dari Surabaya, Mojokerto, Sidoarjo, maupun kota lainnya biasanya berkumpul terlebih dahulu di area stasiun sebelum berangkat bersama menuju basecamp.

Cara ini dinilai lebih efektif karena seluruh anggota rombongan dapat berangkat dalam satu kendaraan menuju lokasi pendakian. Selain itu, area stasiun juga cukup mudah dikenali sehingga memudahkan koordinasi bagi pendaki yang baru pertama kali mengikuti perjalanan bersama komunitas.

7. Dekat dengan Berbagai Destinasi Wisata

Menariknya, kawasan sekitar Stasiun Lawang juga memiliki sejumlah destinasi wisata yang kerap dikunjungi pendaki setelah turun gunung.

Beberapa di antaranya adalah kawasan wisata kebun teh Wonosari, berbagai kafe bernuansa pegunungan, hingga kuliner khas Lawang.

Tak sedikit pendaki yang memilih beristirahat sejenak atau menikmati kuliner sebelum kembali melanjutkan perjalanan menggunakan kereta api. Hal ini membuat perjalanan pendakian terasa lebih santai tanpa harus terburu-buru menuju stasiun.

Baca Juga: 10 Stasiun Tertua Jawa Timur yang Masih Beroperasi, Saksi Sejarah Perkeretaapian sejak Zaman Belanda

Tetap Perhatikan Informasi Resmi Pendakian

Meski Stasiun Lawang menjadi salah satu akses favorit menuju kawasan Gunung Arjuno-Welirang, pendaki tetap perlu memastikan informasi terbaru mengenai status jalur pendakian.

Jalur pendakian Gunung Arjuno dan Gunung Welirang berada di bawah pengelolaan UPT Tahura Raden Soerjo. Pembukaan maupun penutupan jalur dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi cuaca, aktivitas konservasi, maupun pertimbangan keselamatan.

Pendaki juga wajib melakukan registrasi melalui jalur resmi serta mematuhi seluruh peraturan yang berlaku selama berada di kawasan pendakian.

Pilihan Tepat bagi Pendaki Pengguna Kereta Api

Bagi pendaki yang mengandalkan transportasi umum, Stasiun Lawang menjadi salah satu pilihan paling praktis untuk memulai perjalanan menuju Gunung Arjuno-Welirang melalui wilayah Lawang.

Lokasinya yang strategis, akses transportasi lanjutan yang mudah, fasilitas penunjang yang lengkap, serta banyaknya pilihan kereta api membuat stasiun ini tetap menjadi favorit hingga sekarang.

Tak heran jika setiap musim pendakian, Stasiun Lawang selalu dipenuhi para pencinta alam yang bersiap memulai petualangan mereka di salah satu gunung paling populer di Jawa Timur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Annisa Syalsyavia/Magang

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kabupaten Malang hari iniKabupaten Malang hari iniPendaki di Stasiun LawangPendaki turun di Stasiun LawangPilihan Stasiun LawangStasiun Lawang Malang
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Stasiun Malang Kota Lama.

Perbedaan Stasiun Malang dan Stasiun Malang Kota Lama, Jangan Sampai Salah Turun!

by Dwi Linda
13/07/2026 9:08 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Bagi penumpang yang baru pertama kali bepergian menggunakan kereta api ke Kota Malang, nama Stasiun Malang dan...

Apartemen Surabaya.

Apartemen Surabaya dengan Harga Terjangkau untuk Karyawan

by Dwi Linda
13/07/2026 6:28 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Apartemen Surabaya sekarang jadi salah satu pilihan favorit buat karyawan, pekerja rantau, sampai kamu yang lagi ada...

Merek Deodoran.

8 Merek Deodoran Antiperspiran Wanita Terbaik di Bawah 50 Ribu, Bantu Kurangi Bau Badan dan Keringat

by Dwi Linda
11/07/2026 2:09 PM
0

Tugujatim.id - Deodoran antiperspiran menjadi salah satu produk yang banyak digunakan untuk membantu mengurangi bau badan sekaligus mengontrol keringat saat...

Karnaval Desa Urek-Urek.

Viral! Karnaval Desa Urek-Urek Malang Himpun Rp214 Juta untuk Santuni 19 Anak Yatim

by Dwi Linda
10/07/2026 7:02 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Karnaval tahunan di Desa Urek-Urek, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, viral di media sosial. Bukan hanya karena kemeriahan...

Next Post
Jember

Jember Jadi Pilot Project BPS RI, Perkuat Data untuk Pengentasan Kemiskinan

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID