Tugujatim.id – Perangkat gaming dari ASUS Republic of Gamers (ROG) masih menjadi incaran banyak kalangan, terutama pelajar, mahasiswa, hingga pekerja kreatif yang membutuhkan laptop atau smartphone dengan performa tinggi. Namun, harga unit baru yang relatif mahal membuat pasar ASUS ROG bekas tetap diminati karena menawarkan spesifikasi yang masih kompetitif dengan biaya yang lebih bersahabat.
Nilai jual perangkat bekas tidak bisa disamaratakan. Harga dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari usia perangkat, spesifikasi yang dibawa, kondisi fisik, hingga kelengkapan aksesori. Semakin baik kondisi unit dan semakin tinggi spesifikasinya, umumnya harga yang ditawarkan juga akan semakin tinggi.
Baca Juga: Kebiasaan yang Membuat Laptop ASUS ROG Tahan Lama dan Lebih Awet Bertenaga
Kisaran Harga Laptop ASUS ROG Bekas
Baik laptop maupun ROG Phone memiliki pasar tersendiri di berbagai marketplace. Berikut kisaran harga ASUS ROG bekas yang banyak ditemukan berdasarkan tipe perangkat.
1. ASUS ROG GL553VD (Core i7 Generasi ke-7/GTX 1050)
Bagi yang memiliki anggaran terbatas tetapi ingin merasakan pengalaman menggunakan laptop gaming, ASUS ROG GL553VD masih cukup banyak dicari. Laptop ini mengandalkan prosesor Intel Core i7 generasi ketujuh yang dipadukan dengan kartu grafis NVIDIA GeForce GTX 1050.
Walaupun sudah hadir beberapa generasi setelahnya, perangkat ini masih mampu digunakan untuk aktivitas seperti mengolah dokumen, editing ringan, desain grafis, hingga memainkan sejumlah gim populer dengan pengaturan grafis yang disesuaikan.
Di pasar laptop bekas, harga ASUS ROG GL553VD umumnya berada pada kisaran Rp7.500.000 hingga Rp8.000.000, tergantung kondisi perangkat, kapasitas RAM, media penyimpanan, dan kelengkapan yang ditawarkan penjual.
2. ASUS ROG Strix Hero II (Core i7 Generasi ke-8/GTX 1060)
Pilihan lain yang cukup diminati adalah ASUS ROG Strix Hero II. Seri ini menggunakan prosesor Intel Core i7 generasi kedelapan yang dipadukan dengan GPU GTX 1060 sehingga menawarkan peningkatan performa dibanding generasi sebelumnya.
Laptop ini masih dinilai layak untuk menjalankan berbagai aplikasi produktivitas, software kreatif, maupun sejumlah gim modern. Karena kemampuannya tersebut, Strix Hero II masih memiliki banyak peminat di pasar perangkat bekas.
Harga yang ditawarkan pun cukup beragam, yaitu sekitar Rp8.000.000 hingga Rp12.000.000, bergantung pada kondisi fisik, kapasitas memori, media penyimpanan, serta aksesori yang masih tersedia.
3. ASUS ROG Strix Scar 16 G634JZ (RTX 4080)
Bagi pengguna yang membutuhkan performa kelas atas, ASUS ROG Strix Scar 16 G634JZ menjadi salah satu pilihan yang banyak dilirik. Laptop ini dibekali GPU NVIDIA GeForce RTX 4080 sehingga mampu menangani pekerjaan berat, mulai dari bermain gim AAA, rendering 3D, editing video beresolusi tinggi, hingga pengembangan konten digital.
Meski merupakan unit bekas, harga laptop ini masih tergolong tinggi karena termasuk lini flagship ASUS ROG. Di berbagai marketplace, kisaran harga bekasnya berada di angka Rp34.000.000 hingga Rp35.000.000, tergantung usia penggunaan, kondisi perangkat, dan kelengkapan penjualannya.
Kisaran Harga ASUS ROG Phone Bekas
Selain laptop, lini smartphone gaming ASUS juga masih memiliki pasar yang cukup aktif. Performa chipset yang tinggi, layar dengan refresh rate besar, serta kapasitas baterai yang memadai membuat ROG Phone masih banyak dicari oleh pengguna yang gemar bermain gim maupun membutuhkan smartphone berkinerja tinggi.
1. ASUS ROG Phone 3
ROG Phone 3 masih menjadi salah satu model yang cukup diminati di pasar perangkat bekas.
Untuk unit dengan kondisi yang baik, harga jualnya umumnya berada di kisaran Rp8.000.000 hingga Rp9.000.000. Perbedaan harga biasanya dipengaruhi oleh kapasitas memori, kondisi fisik, serta kelengkapan perangkat.
2. ASUS ROG Phone 5 dan ROG Phone 5s
Di pasar smartphone bekas, ROG Phone 5 dan ROG Phone 5s juga masih relatif mudah ditemukan melalui berbagai marketplace.
Kedua model tersebut umumnya dipasarkan pada kisaran Rp4.000.000 hingga Rp5.500.000, sehingga menjadi alternatif bagi pengguna yang menginginkan smartphone gaming dengan harga yang lebih terjangkau.
3. ASUS ROG Phone 7
ROG Phone 7 merupakan salah satu seri yang lebih baru dan mulai banyak dijual dalam kondisi bekas.
Harga perangkat ini umumnya berkisar antara Rp6.500.000 hingga Rp7.000.000, meskipun nominalnya dapat berubah sesuai kondisi unit, kapasitas penyimpanan, serta lokasi penjual.
Faktor yang Menentukan Harga ASUS ROG Bekas
Harga ASUS ROG yang bekas tidak hanya ditentukan oleh tipe perangkat. Ada beberapa hal yang turut memengaruhi nilai jualnya, seperti:
- Generasi prosesor yang digunakan.
- Jenis kartu grafis (GPU).
- Kapasitas RAM dan media penyimpanan.
- Kondisi fisik perangkat secara keseluruhan.
- Kelengkapan aksesori, termasuk charger dan kotak penjualan.
- Garansi resmi yang masih berlaku, apabila ada.
Semakin lengkap perlengkapan dan semakin baik kondisi perangkat, biasanya harga jualnya juga akan lebih tinggi dibanding unit dengan kondisi yang kurang baik.
Baca Juga: 5 Cara Menurunkan Cahaya Laptop Asus dengan Mudah dan Sederhana, Solusi Mata Tak Mudah Lelah
Tips Membeli ASUS ROG Bekas
Sebelum memutuskan membeli laptop atau smartphone bekas, lakukan pengecekan secara menyeluruh terhadap kondisi perangkat.
Pastikan layar, keyboard, touchpad, speaker, port, sistem pendingin, hingga baterai masih bekerja dengan normal. Untuk laptop gaming, sebaiknya lakukan pengujian performa agar dapat memastikan kipas dan komponen utama masih berfungsi dengan baik saat menerima beban kerja tinggi.
Selain memeriksa kondisi perangkat, bandingkan juga harga dari beberapa penjual. Marketplace seperti Tokopedia maupun Shopee dapat menjadi referensi untuk melihat variasi harga sekaligus membandingkan spesifikasi dan kondisi setiap unit.
Dengan melakukan pengecekan secara teliti sebelum membeli, ASUS ROG bekas dapat menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang ingin memperoleh perangkat gaming berperforma tinggi tanpa harus mengeluarkan biaya sebesar membeli unit baru.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer : Annisa Syalsyavia/Magang
Editor: Dwi Lindawati








