Tugujatim.id – Pernah merasa pakaian yang baru dibeli cepat berubah bentuk, mudah kusut, atau warnanya mulai memudar setelah beberapa kali dicuci? Pentingnya kamu mengenali jenis kain agar tidak asal mencuci.
Pakaian yang berubah tidak selalu berarti kualitasnya buruk. Dalam banyak kasus, penyebabnya justru berasal dari cara mencuci, menjemur, menyimpan, atau menyetrika yang belum sesuai dengan karakter kain.
Baca Juga: Cara Memilih Warna Pakaian sesuai Warna Kulit agar Penampilan Lebih Menarik
Setiap jenis kain memiliki sifat yang berbeda. Sebagian bahan memang lebih mudah kusut, sebagian lain rentan berubah bentuk ketika dicuci, sementara ada pula yang membutuhkan cara penyimpanan khusus agar tetap awet. Karena itu, mengenali karakter setiap kain dapat membantu pakaian bertahan lebih lama dan tetap nyaman digunakan.
Berikut adalah 9 jenis kain yang membutuhkan perawatan khusus agar kualitasnya tetap terjaga.
1. Linen
Kain linen banyak dipilih sebagai bahan kemeja dan pakaian untuk cuaca panas karena memiliki karakteristik yang ringan, memberikan rasa sejuk saat dikenakan, serta mampu menyerap keringat dengan baik. Namun, serat alaminya memiliki elastisitas yang rendah sehingga kain ini sangat mudah kusut. Akibatnya, pakaian lebih mudah menunjukkan lipatan meski baru digunakan dalam waktu yang relatif singkat.
Supaya lebih mudah dirapikan, linen sebaiknya disetrika saat kondisinya masih sedikit lembap dibandingkan saat kain sudah benar-benar kering.
2. Sutra
Sutra sering dipilih untuk blouse, gaun, maupun kemeja karena teksturnya yang halus dan tampilannya yang elegan. Di balik tampilannya tersebut, sutra termasuk bahan yang cukup sensitif terhadap panas dan paparan sinar matahari langsung.
Menjemur sutra terlalu lama di bawah terik matahari dapat membuat warnanya lebih cepat memudar, sedangkan suhu setrika yang terlalu tinggi berisiko merusak serat alaminya. Karena itu, banyak pakaian berbahan sutra dianjurkan dicuci dengan tangan atau menggunakan layanan dry cleaning, sesuai petunjuk pada label.
3. Rayon
Banyak orang menyukai rayon karena bahannya terasa ringan, lembut, dan jatuh saat dikenakan. Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa serat rayon menjadi lebih lemah ketika basah.
Akibatnya, memeras pakaian terlalu kuat atau menggunakan putaran mesin cuci yang terlalu tinggi dapat membuat bentuk kain berubah. Jika memungkinkan, gunakan mode pencucian lembut atau cuci dengan tangan agar seratnya tetap terjaga.
4. Wol
Wol banyak digunakan untuk sweater, cardigan, syal, maupun mantel karena mampu memberikan rasa hangat. Meski demikian, bahan ini cukup sensitif terhadap panas dan gesekan yang terlalu kuat.
Menggunakan putaran mesin cuci yang tinggi atau mesin pengering dapat membuat wol menyusut dan kehilangan bentuk aslinya. Agar lebih aman, cuci wol secara perlahan sesuai petunjuk pada label, lalu keringkan dengan posisi dibentangkan di atas permukaan datar.
5. Cashmere
Cashmere banyak digunakan sebagai bahan sweater, cardigan, maupun syal premium karena dikenal memiliki tekstur yang lembut, ringan, dan nyaman dikenakan. Serat cashmere memiliki tekstur yang lebih lembut dibandingkan wol biasa, sehingga lebih rentan mengalami perubahan bentuk atau melar jika penyimpanannya tidak dilakukan dengan benar.
Pakaian berbahan cashmere sebaiknya disimpan dalam keadaan dilipat karena digantung terlalu lama dapat membuat bentuk bahunya berubah.
Baca Juga: Capsule Wardrobe, Cara Berpakaian Simpel tapi Tetap Stylish
6. Velvet
Velvet atau beludru memiliki permukaan berbulu halus yang memberikan kesan mewah sehingga sering digunakan untuk blazer, gaun, maupun atasan. Akan tetapi, tekstur tersebut juga mudah meninggalkan bekas apabila tertekan terlalu lama, misalnya karena ditumpuk di dalam lemari.
Untuk membantu menjaga bentuk dan permukaannya, pakaian berbahan velvet lebih baik digantung menggunakan hanger yang kokoh. Jika perlu disetrika, gunakan suhu rendah dan lapisi kain dengan selembar kain tipis agar tekstur beludrunya tetap terjaga.
7. Suede
Suede banyak digunakan untuk jaket, sepatu, hingga tas karena tampilannya yang khas dan terasa lembut saat disentuh. Berbeda dengan kebanyakan bahan lain, suede kurang cocok dibersihkan menggunakan banyak air.
Jika terkena noda, hindari langsung mencucinya. Gunakan sikat khusus atau cairan pembersih yang memang diformulasikan untuk suede agar tekstur permukaannya tetap terjaga.
8. Denim
Banyak orang mengira pakaian berbahan denim perlu dicuci setiap kali selesai dipakai. Padahal, kebiasaan tersebut justru tidak disarankan. Frekuensi pencucian yang terlalu sering pada denim berisiko mempercepat pemudaran warna dan menghilangkan tampilan khas kain tersebut.
Selama belum benar-benar kotor, cukup angin-anginkan setelah digunakan. Cara sederhana ini dapat membantu menjaga warna denim tetap awet sekaligus mengurangi frekuensi pencucian yang tidak diperlukan.
9. Katun 100%
Katun menjadi salah satu bahan pakaian yang paling banyak digunakan karena nyaman dipakai dan mampu menyerap keringat dengan baik. Namun, katun murni memiliki kecenderungan menyusut apabila dicuci atau dikeringkan menggunakan suhu yang terlalu tinggi.
Biasakan memeriksa label perawatan pada pakaian sebelum mencucinya, terutama jika menggunakan mesin cuci atau mesin pengering.
Saat membeli pakaian, banyak orang lebih memperhatikan model, warna, atau harganya. Padahal pemilihan jenis kain juga merupakan aspek penting yang perlu menjadi perhatian. Dengan mengetahui cara perawatan yang tepat sejak awal, pakaian tidak hanya lebih awet, tetapi juga tetap nyaman dipakai dan mempertahankan tampilannya lebih lama. Kebiasaan sederhana seperti membaca label perawatan sebelum mencuci pun dapat membantu menghindari kerusakan yang sebenarnya bisa dicegah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer : Dewi Bulan/Magang
Editor: Dwi Lindawati







