JAKARTA, Tugujatim.id – Sekolah Rakyat memasuki akhir pekan pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul hadir untuk berdialog dengan para siswa Sekolah Rakyat DKI Jakarta, Sabtu (18/07/2026) malam.
Dalam kesempatan itu, Gus Ipul mengajak para siswa agar segera beradaptasi dengan lingkungan sekolah sehingga dapat mengikuti proses pembelajaran dengan nyaman.
“Memang hari pertama, kedua, ketiga, kadang-kadang masih ingat orang tua, masih belum bisa mengikuti jadwal yang padat, tapi percayalah nanti satu bulan, dua bulan yang akan datang, anak-anakku akan bisa mengikuti proses pembelajaran di Sekolah Rakyat. Ini bukan tahun pertama, sudah ada kakak-kakakmu yang lebih dulu,” ujarnya.
Usai makan malam, para siswa mengikuti dialog bersama Gus Ipul. Ia kemudian menanyakan kesan para siswa terhadap fasilitas gedung permanen Sekolah Rakyat.
“Lihat sarana dan prasarananya gedung permanen Sekolah Rakyat. Belum semuanya selesai dibangun, tapi anak-anakku sudah bisa melihat dan merasakan. Bagaimana gedung ini menurut kalian?” tanya Gus Ipul.
“Bagus!” jawab seluruh siswa serempak.
Gus Ipul berharap para siswa dapat memanfaatkan fasilitas yang tersedia dengan baik selama menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat.
Baca Juga : Gus Ipul Tegaskan Setiap Siswa Sekolah Rakyat Berharga, Siapkan Jalan ke Kuliah dan Dunia Kerja
Siswa Bagikan Pengalaman Selama MPLS
Dalam dialog tersebut, Gus Ipul juga menceritakan pengalaman angkatan pertama Sekolah Rakyat. Menurutnya, banyak siswa yang sebelumnya kurang percaya diri, namun mampu menunjukkan perubahan setelah mengikuti proses pendidikan dan pendampingan.

“Oleh karena itu tidak perlu kecil hati, tidak perlu rendah diri semuanya harus semangat karena nanti akan dibimbing oleh para guru-guru yang hebat, akan didampingi oleh para wali asuh dan wali asrama,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa setiap siswa Sekolah Rakyat memiliki nilai yang sama.
“Setiap siswa Sekolah Rakyat berharga tidak dibeda-bedakan,” ujarnya.
Gus Ipul kemudian memberi kesempatan kepada para siswa untuk berbagi pengalaman.
Calysta (12) menceritakan pengalamannya selama mengikuti hari-hari pertama di Sekolah Rakyat.
“Pertama nangis, kedua kangen orang tua, ketiga sudah terbiasa,” ujarnya yang disambut tepuk tangan teman-temannya.
Sementara itu, Jessi mengaku sempat putus asa karena tidak dapat melanjutkan pendidikan. Ayahnya bekerja sebagai pengemudi ojek online, sedangkan ibunya ibu rumah tangga. Kehadiran Sekolah Rakyat membuatnya kembali memiliki kesempatan untuk bersekolah.
“Sebelum masuk ke sini saya berdoa apakah saya masih punya masa depan yang layak untuk ke depannya atau saya berhenti sampai di titik ini saja. Tapi ketika saya berdoa kemudian ditemukan jawabannya dengan Sekolah Rakyat ini,” ucap Jessi.

Jessi juga mengaku sempat khawatir karena memiliki keyakinan yang berbeda dengan sebagian besar teman-temannya. Namun, ia merasa diterima dengan baik selama mengikuti kegiatan di Sekolah Rakyat.
“Jadi waktu awal ke sini jujur saya kenal teman-teman pada hari pertama, mereka sangat welcome sama saya padahal bisa dibilang kami berbeda keyakinan, tapi mereka sangat merangkul dan baik,” katanya.
Ia juga menceritakan kebiasaannya ikut bangun saat teman-temannya melaksanakan salat tahajud, kemudian menjalankan ibadah sesuai keyakinannya.
Tekankan Sikap Saling Menghormati
Menanggapi cerita tersebut, Gus Ipul mengingatkan seluruh siswa agar menjaga sikap saling menghormati selama berada di lingkungan Sekolah Rakyat.
“Tidak boleh juga melakukan tindakan intoleransi yang tidak mau menghormati siapapun,” tegasnya.
Ia juga menegaskan tidak boleh ada perundungan, penghinaan terhadap suku maupun agama, serta kekerasan fisik maupun seksual di lingkungan Sekolah Rakyat.

Menutup pertemuan, Gus Ipul mengajak seluruh siswa berdoa bersama. Setelah itu, ia meninjau asrama dan gedung permanen Sekolah Rakyat.
Sebagai informasi, hasil penjangkauan siswa baru di Sekolah Rakyat DKI Jakarta saat ini terdiri dari 90 siswa jenjang SMA, 90 siswa jenjang SMP, dan 27 siswa jenjang SD. (Adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Editor: Mochamad Abdurrochim








